Connect with us

Ekbis

Usai Pelatihan, Batu Hias Souvenir Kampung Sanan

Diterbitkan

||

Batu hias hasil pelatihan akan menjadi souvenir khas Kampung Sanan

 

KABARMALANG.COM – Pelatihan pembuatan batu hias oleh para dosen Universitas Negeri Malang (UM) di Kampung Sanan, Sabtu (26/09/2020). Hasil pelatihan ini akan dijadikan souvenir khas untuk para pengunjung setelah berkunjung ke kampung Sanan.

“Saat ini kami mengajak 20 ibu rumah tangga untuk mengikuti pelatihan dan pengabdian masyarakat dibimbing oleh dosen UM,” ujar Trinil selaku Ketua PKK RW 15 kampung Sanan, Sabtu (26/09/2020).

Selama bimbingan, lanjut Trinil, batunya dari bapak dosen kemudian kami yang melakukan inovasi. Dari hasil pelatihan tersebut nantinya akan menjual souvenir itu saat ada yang datang berkunjung di kampung Sanan.

“Alhamdulillah, dua puluh ibu-ibu dalam kurun delapan kali pertemuan, bisa menciptakan banyak karya untuk dipamerkan. Ini masih sebagian kecil,” ucapnya.

Menurut Trinil, ini akan diteruskan ke dasa wisma. Di kampung ini ada 10 RT, seandainya di setiap RT itu saja mengajak 10 orang, paling tidak akan ada 100 orang yang ikut membuat souvenir.

“Disini ada 10 RT, seandainya setiap RT mengajak 10 orang akan ada 100 yang ikut membuat souvenir, nanti akan kita diteruskan ke dasa wisma,” tambahnya.

Untuk penjualannya, Trinil mengatakan akan dijual oleh paguyuban-paguyuban di kampung Sanan, juga bisa dibeli di toko oleh-oleh. Terkait harganya masih di kisaran harga sepuluh ribu, tergantung dari berapa banyak produksinya. (fat/fir)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Pekan Kumpul Weekend Market, Pamerkan Sepatu Serat Ganja

Diterbitkan

||

Sepatu serat ganja collector item. (Foto : Alvin)

KABARMALANG.COM – Inspired 27 Premium Store menggelar Pekan Kumpul Weekend Market. Jumat, (30/10) berbagai sepatu dipamerkan.

Menariknya, ada sepatu yang terbuat dari serat ganja. Sepatu ini dipamerkan dalam acara tersebut.

Sepatu ini dibawa kolektor komunitas Vans Head Malang. Sepatu terbuat dari serat ganja untuk material atasnya.

Bagian outsolenya pun juga dilapisi serat ganja. Sepatu ini memakai model Vans Chukka.

Sepatu tersebut merupakan hasil kolaborasi. Yakni, Vans dan band hardcore punk Bad Brains.

Sepatu itu dirilis pada Februari 2009. Sepatu collector item ini tidak diperjualbelikan.

“Untuk yang ini tidak dijual, khusus di pamerkan saja,” ucap Nyoman, pemilik sepatu dari serat ganja tersebut.

Bagian midsole sepatu tersebut memiliki corak warna bendera Jamaika. Yaitu merah, kuning hijau.

Sepatu berwarna beige ini memiliki logo petir. Letaknya di insole dan outsole. Ini merupakan logo band Bad Brain.

Acara itu sendiri diikuti oleh 13 komunitas. Di antaranya komunitas pecinta sepatu.

Lalu komunitas pecinta thrift, serta komunitas skateboard.

“Acara ini mengedukasi masyarakat Malang mengenal kultur sneakers Indonesia,” kata Daniar Yuda, pimpinan acara Pekan Kumpul Weekend Market.(carep-05/yds)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

Siapkan SDM Profesional, Perumda Tirta Kanjuruhan Gelar Pelatihan Manajemen Air Minum

Diterbitkan

||

Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Air Minum Tingkat Muda Berbasis Kompetensi Angkatan VII digelar Perumda Tirta Kanjuruhan pada 26-29 Oktober 2020 (istimewa)
Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Air Minum Tingkat Muda Berbasis Kompetensi Angkatan VII digelar Perumda Tirta Kanjuruhan pada 26-29 Oktober 2020 (istimewa)

KABARMALANG.COM – Upaya menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) handal dan profesional menjadi misi Perumda Tirta Kanjuruhan. Strategi menyediakan SDM yang kompeten tersebut didasarkan pada filosofi bahwa SDM jika dikelola dengan bagus merupakan aset berharga dibandingkan jaringan perpipaan atau komputer yang dimiliki.

Untuk itu Perumda Tirta Kanjuruhan dengan mengggandeng Perpamsi (Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia) Jawa Timur dan Lembaga Sertifikasi Profesi Air Minum Indonesia (LSP-AMI), menggelar pendidikan dan pelatihan manajemen air minum tingkat muda berbasis kompetensi angkatan VII.

Kegiatan ini dimulai pada 26 sampai 29 Oktober 2020 bertempat di aula Perumda Tirta Kanjuruhan Jalan Raya Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Kepala Bagian Umum Perumda Tirta Kanjuruhan Wahjoe Darmawan mengatakan, jika pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 58 orang, terdiri dari jajaran Kepala Bagian (Kabag), Kepala Seksi (Kasi), dan staf Perumda Tirta Kanjuruhan berjumlah 50 orang.

“Dan, dua orang dari Kementerian Dalam Negeri, empat orang dari Perumda Tirta Mahameru Lumajang, serta dua orang dari Perumda Among Tirta Batu,” beber Wahjoe kepada Kabarmalang.com, Jumat (30/10/2020).

Baca juga : Perumda Tirta Kanjuruhan Siapkan RDS, Wujudkan Pembangunan SPAM di Malang Selatan

Wahjoe mengaku, pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan kepribadian peserta. Selain mensinergikan pandangan peserta terhadap solusi dan strategi dalam penyelesaian permasalahan dan pencapian tujuan perusahaan.

“Selain itu, pelatihan juga untuk meningkatkan kinerja perusahaan, mempersiapkan kompetensi bagi calon pejabat struktural dan sebagai persiapan untuk memenuhi persyaratan mengikuti seleksi calon direksi,” akunya.

Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Air Minum Tingkat Muda Berbasis Kompetensi Angkatan VII digelar Perumda Tirta Kanjuruhan pada 26-29 Oktober 2020 (istimewa)

Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Air Minum Tingkat Muda Berbasis Kompetensi Angkatan VII digelar Perumda Tirta Kanjuruhan pada 26-29 Oktober 2020 (istimewa)

Wahjoe membeberkan, pelatihan yang digelar juga melibatkan beberapa tokoh yang terlibat dan memliki kontribusi dalam pengelolaan perusahaan air minum. Mereka adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Dr. Ir Wahyu Hidayat, MM juga merupakan Dewan Pengawas Perumda Tirta Kanjuruhan.

“Serta perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur Bidang Manajemen Keuangan dan Akuntansi dan tenaga ahli Perpamsi bidang manajemen dan perairminuman,”bebernya.

Baca juga : Bupati Sanusi Resmikan Tiga SPAM Untuk Penuhi Kebutuhan Air Minum 14.500 Rumah Tangga

Menurut Wahjoe, salah satu misi Perumda Tirta Kanjuruhan adalah mewujudkan pelayanan prima, melalui strategi penyediaan produksi air yang memenuhi standar kualitas, kuantitas dan keterjangkauan, peneraparan sistem terstandarisasi dan penyediaan SDM yang berkompeten.

“Strategi menyediakan SDM yang kompeten tersebut didasarkan pada filosofi yang mengungkapkan, bahwa Faktor Sumber Daya Manusia, jika dikelola dengan bagus, merupakan aset yang mampu memberikan kinerja yang dahsyat, dan memiliki ‘harga’ yang jauh lebih mahal dibanding aset fisik seperti jaringan perpipaan atau komputer,” tuturnya.

Bertema ‘Pendidikan Dan Pelatihan Manajemen Air Minum Tingkat Muda Berbasis Kompetensi PD PERPAMSI Jawa Timur Angkatan ke-8’ ini, diharapkan dapat memberikan manfaat untuk mempersiapkan peserta sebagai tukang ledeng handal dan profesional, sehingga mampu menjadi tenaga profesional dalam pengelolaan perusahaan air minum.

“Sehingga nantinya mampu berkontribusi dalam pelayanan air minum dan berdaya saing,” tutup Wahjoe. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

OJK Respon Kasus Deposito Bodong Pakis

Diterbitkan

||

Sugiarto Kasmuri, Kepala OJK Malang. (Foto : Carep-04)

KABARMALANG.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang merespon kasus deposito bodong di Pakis.

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri siap menindaklanjuti kasus tersebut.

“Kami akan segera cross check. Kami akan cek ke pimpinan BRI Syariah Malang,” ujar Sugiarto kepada Kabarmalang.com, Rabu (28/10).

Seperti diberitakan, sekitar 67 warga Pakis melapor ke Polres Malang. Mereka melaporkan dugaan deposito bodong.

Diduga, ada oknum yang mencatut nama BRI Syariah. Pelaku menawarkan berbagai program deposito.

Nama programnya dicatut langsung dari program BRI Syariah. Pamflet-pamflet juga dipalsukan untuk meyakinkan korban.

Para korban, diiming-imingi keuntungan besar jika mengikuti program tersebut. Misalnya, setoran Rp 10 juta mendapat bunga besar. Yaitu, Rp 400 ribu per bulan.

Kerugian korban bervariatif. Dari jutaan sampai ratusan juta rupiah.

Sugiarto mengimbau masyarakat ekstra waspada. Dia juga memberi tips literasi keuangan kepada masyarakat.

“Investasi harus memperhatikan dua prinsip. Yaitu, legal. Apakah produk tersebut mendapat izin usaha. Serta, tercatat di OJK atau kementerian terkait,” terang Sugiarto.

“Kedua, logis atau tidak investasinya. Apakah hasil investasi yang ditawarkan masuk akal atau tidak. Kalau sudah iming-iming melebihi kewajaran, masyarakat harus hati-hati,” terangnya.

OJK Malang siap menerima keluhan masyarakat soal jasa keuangan. “Jika masih ragu. Segera kontak kami. Call center OJK di 157. Atau, WhatsApp 081157157157,” tutup Sugiarto.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com