Connect with us

Hukrim

Suket Teki Permudah Urus SKCK di Polres Malang

Diterbitkan

||

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat meluncurkan Suket Teki di Polres Malang, Kamis (24/9/2020). (Foto: Imron Haqiqi).

KABARMALANG.COM – Bagi masyarakat Kabupaten Malang yang ingin mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dan Surat Keterangan Kehilangan kini lebib mudah.

Pasalnya Polres Malang meluncurkan aplikasi berbasis online untuk mengurus kedua surat tersebut bernama Suket Teki.

Suket Teki merupakan akronim dari Surat Keterangan Catatan Kepolisian dan Surat Keterangan Kehilangan.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan kehadiran layanan terbaru itu merupakan inisiatif dari satuan intelijen dan Keamanan Polres Malang. Tujuannya untuk memudahkan layanan masyarakat Kabupaten Malang yang berada di wilayah hukum Polres Malang.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada Sat Intelkam, yang berinisiatif membuat inovasi terbaru dalam pembuatan SKCK dan Surat Keterangan Kehilangan online. Nantinya, mulai hari ini dilaksanakan di jajaran Polres Malang,” kata AKBP Hendri Umar dalam apel peluncuran Suket Teki di lapangan Satya Haprabu Mapolres Malang, Kamis (24/9/2020).

Untuk mendukung aplikasi tersebut, Polres Malang menyediakan mobil operasional untuk memberi pelayanan SKCK dan Surat Keterangan Kehilangan di suatu wilayah Kabupaten Malang.

“Misalnya hari ini di Desa Tambakrejo, Kecamatan Ampelgading mengajukan untuk membuat SKCK dan Surat Keterangan Kehilangan, maka mobil ini meluncur ke sana. Selebihnya nanti akan stand by di tempat-tempat keramaian seperti Kepanjen dan Singosari,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Malang, Iptu Muhammad Riza Rahman menjelaskan, Suket Teki bakal beroperasi setiap hari. Bahkan, Hari minggu juga akan memberikan layanan kepada masyarakat.

“Kalau Polres yang lain hanya menghadirkan layanan perpanjangan SKCK saja, Suket Teki ini kami rangkai dalam pelayanan pembuatan SKCK baru. Hari minggu kita tetap beroperasi,” singkatnya. (ron/rjs)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Jaringan Narkotika Kota Malang Dibongkar

Diterbitkan

||

Jaringan narkotika Kota Malang Dibongkar (Foto : kabarmalang.com)
Jaringan narkotika Kota Malang Dibongkar (Foto : kabarmalang.com)

KABARMALANG.COM –  Satreskoba Polresta Malang Kota membongkar jaringan narkotika Kota Malang. Enam tersangka diamankan dengan berbagai jenis barang bukti. Ganja 6,5 kilogram, sabu 1,3 ons, 524 butir inex, dan 703 ribu pil doubel L.

Jaringan dengan pasar operasi Kota Malang ini terbongkar dari penangkapan AE (38), warga Bantaran, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Polisi menangkap AE di rumahnya dengan barang bukti ganja 2,5 kilogram, 524 pil inex, dan 703 ribu pil doubel L, dan sabu seberat 25,06 gram.

“Tersangka ini merupakan kurir,” ujar Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata dalam konferensi pers, Selasa (27/10/2020).

Dari penangkapan AE, polisi terus mengembangkan kepada tersangka lain. Yakni, AK, MAP, dan UA, yang merupakan penyuplai narkotika untuk tersangka AE.

“Tersangka AE menerima barang dari AK, MAP, dan UA. Jaringan ini melakukan transaksi dengan sistem ranjau sesuai perintah bandar,” beber Leonardus.

AK merupakan pria berusia 35 tahun beralamat di Jalan Simpang Akordion, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Selanjutnya, MAP pria kelahiran 30 November 1997 juga beralamat sama dengan AK.

Sedangkan, UA (25), buruh harian lepas beralamat di Jalan Ketangi, Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Selain keempatnya, polisi ikut mengamankan dua tersangka lain berperan sebagai kurir yaitu berinsial FA (34), warga Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Dan satu tersangka lain yaitu ADP (25), beralamat di Jalan M Yasin, Desa Codo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Keenam tersangka ini dijerat Pasal 111 ayat 2 jounto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. Selain

“Ketiga tersangka ini juga kurir yang memperoleh narkotika dari seorang bandar. Untuk wilayah pasar adalah Kota Malang. Kita kenakan dua, undang-undang pertama tentang narkotika dan kesehatan,” tandas Leonardus.

Menurut Leonardus, pengungkapan kasus narkotika ini merupakan terbesar dalam jumlah barang bukti, selama memegang tongkat komando Polresta Malang Kota.

“Ini adalah pengungkapan terbesar selama saya berdinas disini (Polresta Malang Kota) dari jenis narkotika yang disita. Baik itu ganja, dan pil doubel L hampir sebanyak 1 juta butir,” tutur mantan Wakapolrestabes Surabaya ini.

Leonardus menambahkan, jaringan narkotika ini awalnya menerima pengiriman ganja kering sebanyak 100 kilogram. Dari jumlah itu, 47 kilogram sudah berhasil diamankan.

Ganja didapatkan dari bandar berinisial EK kini buron, melalui tersangka LTF juga DPO. Awalnya 100 kilogram yang disebar kepada para tersangka lain melalui sistem ranjau.

Dengan rincian, tersangka AE menerima sebanyak 4 kilogram, tersangka FA 30 kilogram, dan tersangka ADP sebanyak 10 kilogram dan 2 ons sabu.

“Sisanya, sekitar 53 kilogram sudah terdistribusi. Tentu dengan pengungkapan ini, menyelamatkan generasi muda tak menjadi korban narkotika,” pungkas Leonardus. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Motif Pemukulan Ibu Tua di Pasar Mergan

Diterbitkan

||

Konferensi pers pelaku kekerasan ibu tua di Pasar Mergan (foto : Kabarmalang.com)
Konferensi pers pelaku kekerasan ibu tua di Pasar Mergan (foto : Kabarmalang.com)

KABARMALANG.COM – Pelaku kekerasan ibu tua di Pasar Mergan berhasil diungkap. Dia adalah anak kandung korban sendiri. Motifnya, karena pelaku kesal terhadap korban karena tak membela saat dianiaya sepupunya.

“Kekerasan didasari karena pelaku kesal terhadap korban, yang tak membela saat dipukuli sepupu,” ungkap Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu, Senin (26/10/2020).

Pelaku disebut berinisial FA-sebelum ditulis AF yang masih berusia 24 tahun. Sementara korban berinisial N (60), yang selama dirawat oleh pelaku.

“Keduanya tinggal bersama di sebuah pondok yatim piatu di wilayah Sumpil, karena setiap hari dirawat pelaku. Membuat ibunya tidak menuntut,” imbuh Azi.

Baca juga : Pelaku Pemukulan Ibu Tua di Pasar Mergan Anak Sendiri

Kekerasan yang dialami pelaku, lanjut Azi, terjadi saat tinggal bersama ibunya di Lawang, Kabupaten Malang. Kasus kekerasan itu juga telah dilaporkan ke polisi.

Namun, kapan peristiwa itu terjadi ?. Azi tak mengungkapnya secara detil. “Setelah dipukuli, sempat melapor ke Polsek Lawang,” sambung Azi.

Diduga pasca kekerasan itu, pelaku dan korban memilih tinggal di sebuah pondok yatim piatu dan dhuafa di kawasan Sumpil, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Baca juga : Ibu Tua Viral Dipukuli Rutin Belanja di Pasar Mergan

“Pelaku dan korban tinggal di sebuah pondok yatim piatu di wilayah Sumpil, diakui sudah dua bulan tinggal disana dan pelaku adalah orang yang merawat korban,” beber Azi.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang ibu tua viral di medsos. Ibu tua ini terekam netizen sedang dipukul wanita muda. Polresta Makota sedang memburu wanita muda ini. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Operasi Zebra Semeru, Utamakan Edukasi Masyarakat

Diterbitkan

||

Penindakan pelanggar lalu lintas di kawasan Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Senin (26/10). (Foto: Imron Haqiqi).

KABARMALANG.COM – Operasi Zebra Semeru 2020 resmi digelar. Dua pekan ke depan, Satlantas Polres Malang akan operasi.

Kasatlantas Polres Malang, AKP Ady Nugroho bakal memaksimalkan edukasi. Operasi Zebra bersifat 40 persen preemtif.

Sisanya, 40 persen preventif dan 20 persen tindakan represif.

“Diharapkan, tindakan bisa lebih mengedukasi masyarakat. Semoga sosialisasi bisa lebih mengena,” ungkapnya.

Untuk represif, penegakan Satlantas adalah kedisiplinan berlalu-lintas. Sekaligus penerapan protokol kesehatan.

Mengingat, pandemi Covid-19 belum bisa diprediksi kapan berakhir.

Titik-titik sasaran operasi adalah wilayah sekitar obyek wisata.

“Kita tahu saat ini bertepatan dengan liburan panjang. Maka sasarannya adalah wilayah yang berdekatan dengan obyek wisata,” ujar Ady.

“Terutama, titik rawan macet, rawan laka dan rawan pelanggaran,” imbuhnya.

Ady bakal mengoptimalkan personel Satlantas yang ada. Bahkan, personel aktif di unit-unit pelayanan Satlantas juga digerakkan.

Seperti petugas Satpas dan unit pelayanan BPKB dan STNK.

“Efektif pelayanan kantor hanya Senin, Selasa dan Sabtu. Sisanya, personel akan dioptimalkan di operasi Zebra Semeru 2020,” pungkasnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Debat Publik KPU Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com