Connect with us

Kabar Batu

Wacana Pemekaran Desa Giripurno, Kades: Kami Sama Sekali Belum Membentuk Pokja

Diterbitkan

||

Ilustrasi Pemerintah Desa Giripurno

 

KABARMALANG.COM – Gencarnya kabar tentang pemekaran Desa Giripurno oleh Pokja Pemekaran yang dimotori oleh Ketua Pokja, Heri Susanto, Wakil Ketua Suwandi anggota DPRD Kota Batu, Sekretaris, Muhammad Tegen dan Bendahara, Supeno terdengar sampai ke Suntoro Kades Giripurno.

Kepada wartawan, secara tegas ia menegaskan bahwa pihak pemdes (pemerintah desa) hingga saat ini masih belum mengetahui adanya pokja tersebut.

“Masyarakat yang mana dulu yang ingin membentuk desa baru, kami sama sekali belum membentuk pokja pemekeran desa itu,” tegasnya, Selasa pagi (08/09/2020).

Walaupun begitu, ia membenarkan jika mendengar adanya kabar sekelompok masyarakat yang mendorong agar melahirkan desa baru yang berinduk dari Desa Giripurno.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pihaknya cukup keberatan dengan adanya pokja tersebut. Hal ini dikarenakan pokja terbentuk atas sepengetahuan dan persetujuan desa.

Bukan serta merta langsung dibentuk, tanpa melalui tahapan prosedural dengan langkah awalnya harus disampaikan melalui forum pertemuan bersama BPD (Badan Pengawas Desa) terkait usulan pembentukan desa baru.

Hal tersebut juga mengacu pada sejumlah regulasi seperti kekuatan hukum pendirian pokja saat ini menabrak alur prosedur yang ada. Sehingga pihaknya telah membahas persoalan ini bersama BPD Giripurno, LPMD Giripurno.

“Sebagai kades, saya tidak merasa dipamiti. Berarti ini sama saja melecehkan kepala desa,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa akan mempelajari dulu regulasi menyangkut pembentukan pokja tersebut dengan koordinasi yang dilakukan antara Pemdes bersama BPD, mengenai kelompok yang mengatas namakan pokja tersebut.

Mengingat dari yang diketahuinya, pembentukan pokja merujuk pada UU Nomor 6 tahun 2014 tentang desa. Serta Permendagri Nomor 1 tahun 2017 tentang penataan desa. (arl/fir)

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Batu

KADIN Kota Batu Bakal Launching Koperasi Untuk Masyarakat

Diterbitkan

||

Oleh

Ilustrasi UMKM Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Kota Batu akan membangun Koperasi Mikawa untuk membangun kemajuan perekonomian masyarakat di Kota Batu.

Endro Wahyu Wijoyono, Ketua Kadin Kota Batu mengatakan bahwa koperasi ini nantinya bisa membantu mengatasi permodalan bagi pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

“Kami pastikan bunganya rendah, dan ini juga khusus untuk masyarakat Batu,” terangnya kepada Kabarmalang.com pada Jumat (25/09/2020).

Selain itu, pembetukan koperasi ini juga merupakan salah satu progres refleksi Kadin Kota Batu selama satu tahun dan sekaligus untuk peringatan Kadin Indonesia yang ke 52 tahun.

Sementara itu Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Kota Batu, Suryo Widodo yang mengatakan bahwa pemetaan potensi ini dilakukan sebagai dasar penguatan ekonomi. Sehingga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi terlebih saat ini masa pandemi Covid-19.

“Kami akan membangun ekonomi Kota Batu dengan mulai memetakan dasar potensi ekonomi yang ada di setiap desa/kelurahan. Serta, kualifikasi pelaku-pelaku usaha yang ada di seluruh Batu. Targetnya sekecil apapun potensi dan unggulan ekonomi bakal kita bantu baik dari segi permodalan, pemasaran, dan pengembangan,” tuturnya.

Menurut Suryo Widodo, dengan mengetahui potensi yang ada maka Kadin bisa membantu memfasilitasi untuk pengembangannya. Termasuk juga menciptakan pelaku usaha baru yang belum ada namun berpotensi besar di wilayah tersebut.

Kadin tentu menargetkan ekonomi Kota Batu bisa segera bangkit dan terus tumbuh sehingga dampak jangka panjangnya bisa dirasakan dan mensejahterakan masyarakat. Baik dari pertanian, peluang wisata dan lainnya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Kasus Covid-19 Al Izzah, Masyarakat Sumberejo Butuh Keterbukaan Informasi

Diterbitkan

||

Oleh

Ponpes Al Izzah Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – Merebaknya isu tentang ratusan santri ponpes Al Izzah Internasional Boarding School membuat keresahan tersendiri bagi warga Desa Sumberejo.

Menurut Kepala Desa Sumberejo, Riyanto mengungkapkan bahwa keresahan tersebut sebetulnya hal yang sangat manusiawi karena kurangnya informasi dari pihak Dinkes Kota Batu maupun dari pihak ponpes.

“Masyarakat memang membutuhkan keterbukaan informasi, tujuannya untuk berjaga-jaga dan mawas diri,” terangnya kepada Kabarmalang.com pada Jumat siang (25/09/2020).

Riyanto juga menerangkan bahwa tidak ada maksud untuk mengasingkan atau apapun namun lebih menuju tindakan preventif yang harus dilakukan oleh warga sekitar.

Lebih jauh, Riyanto menjelaskan pihak pemerintah desa hanya mendapatkan informasi adanya 31 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Al Izzah. Informasi tersebut diakui hanya sebatas itu karena banyak munculnya pemberitaan dari beberapa media.

Tak sampai disitu saja, kepala desa tersebut juga mengakui sebelum terjadinya kasus positif Covid-19 di ponpes, terdapat 38 pekerja dari Jawa Tengah datang ke Al Izzah.

Mereka adalah para pekerja yang mengerjakan pembangunan di pondok pria. 38 orang ini laki-laki semua dan sempat menginap di Balaidesa semalam. Namun Riyanto tidak dapat memastikan apakah ada kaitannya atau tidak antara kasus Covid-19 dengan para pekerja.

“Rencananya akan kami lakukan tes cepat. Belum tahu jumlahnya karena sampai saat ini tengah kami hitung,” tukasnya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Dugaan Mark Up Lahan SMAN 3 Kota Batu, Akhir September Ditarget Naik Penyidikan

Diterbitkan

||

Oleh

SMAN 3 Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – Cukup lama berkutatnya Kejaksaan Negeri Kota Batu dengan kasus dugaan mark up lahan SMAN 3 Kota Batu ditargetkan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batu Supriyanto untuk bisa naik ke penyidikan pada akhir September.

Kepada kabarmalang.com, ia menekankan bahwa hingga saat ini sudah ada sekitar 45 saksi yang telah terpanggil.

“Bulan ini kami targetkan agar bisa menghasilkan kesimpulan. Kami harao bahkan bisa naik ke penyidikan,” tuturnya, Jumat (25/9/2020).

Supriyanto menambahkan pada aktifitas terakhir, Kejari Kota Batu telah berkoordinasi dengan MAPPI (Masyarakat Profesi Penilai Indonesia) untuk memastikan apakah ada unsur pidananya.

Menurutnya, jangka waktu penyelidikan maksimal 14 hari. Namun jangka waktu itu bisa dipersingkat atau pun diperpanjang dengan mempertimbangkan kompleksitas perkara yang ditangani.

“Progres kedepannya akan berkoordinasi dengan BPKP (Badan Pengawas Keuangan Provinsi) dan BPN (Badan Pertanahan Nasional),” terangnya.

Dia menegaskan bahwa pihaknya tidak mau terlewat satupun bukti yang dikumpulkan dan bertindak dengan kehati-hatian penuh. (arl/rjs)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com