Connect with us

Serba Serbi

Riset sebagai Aksi Alternatif Selain Demo di Jalan

Diterbitkan

||

Adi Fauzanto, Sekretaris Bidang RPK PC IMM Malang Raya saat presentasi hasil riset

 

KABARMALANG.COM – Pada umumnya, mahasiswa melakukan demontrasi turun ke jalan untuk menyatakan pendapat, mengkritik dan menuntut keadilan kepada pengambil kebijakan. Akan tetapi, ada cara lainnya yang lebih akademis untuk menekan pemerintah dan juga bisa mengedukasi masyarakat, yakni melalui riset.

Hal ini yang dilakukan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Malang Raya. Melakukan riset dengan judul Quo Vadis Efek Jera Koruptor Atas Kerugian Negara. Riset tersebut dipresentasikan di webinar melalui zoom meeting, oleh PC IMM Malang Raya. Bertajuk Tren Vonis Putusan Pengadilan Perkara Korupsi di Jawa Timur 2019-2020, Minggu (06/09/2020).

“Riset ini bisa jadi alat gerak baru bagi mahasiswa-mahasiswa, sebuah plan B, selain aksi di jalan. Kebanyakan yang melakukan ini LSM, ICW, MCW ataupun lembaga-lembaga advokasi hukum. IMM bisa bergerak di bidang sini, ini menjadi modal dari mahasiswa, dari sisi pengetahuannya bisa dipraktekan dalam hal advokasi,” ujar Adi Fauzanto, Sekretaris Bidang RPK PC IMM Malang Raya.

Proses riset ini adalah dengan menyusun putusan korupsi di Pengadilan Tinggi Surabaya pada tahun 2019 dan 2020 (6 bulan pertama) dengan mengambil dan menelusuri data dari berbagai sumber.

“Khususnya Direktori Putusan Mahkamah Agung dan Media Massa, serta menganalisisnya menggunakan analisis deskriptif dan statistik, disertai dengan pembahasan bagaimana kedepannya untuk membuat jera para pelaku korupsi khususnya di Jawa Timur,” ujar Adi.

Dalam pemaparannya, Adi mengatakan bahwa temuan riset menunjukan bahwa korupsi di Malang Raya menjadi yang terbesar dan tidak hanya korupsi di DPRD saja. Tetapi ada banyak sekali kasus-kasus korupsi lainnya.

Temuan terbesar ada pada kasus dinas perhubungan pada tahun lalu, yang dilalukan Kabid Manajemen Perparkiran Dishub Kota Malang, soal retribusi parkir yang harusnya masuk ke kas negara, malah ke kantong pribadi, kerugiannya kurang lebih mencapai 21 miliar.

Dari hasil riset tersebut, sambung Adi, untuk kelanjutannya agar IMM dapat ikut mengawasi jalannya pemerintah, baik itu dari akses data yang khususnya dalam hal ini, pada sektor-sektor merah yang mudah dikorupsi, seperti dana desa dan pengadaan barang dan jasa.

“Nah, IMM ke depannya bisa mendapatkan data-data tersebut. Tujuannya yaitu menekan pemerintah untuk melakukan transparansi, baik itu data, dana keuangan ataupun hal-hal kecil di dalam pemerintahan,” ucapnya. (fat/fir)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Jelang Arema FC Jamu Borneo, Polres Malang Siapkan Laga Tanpa Penonton

Diterbitkan

||

Oleh

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar. (Foto: Imron Haqiqi).

 

KABARMALANG.COM – Kompetisi Shopee Liga 1 2020 yang dihentikan di pekan ke-3 pada Maret 2020 silam akan dihelat kembali mulai 1 Oktobee nanti.

Tim kebanggaan warga Malang Raya, Arema FC akan berlaga pada 13 Oktober nanti melawan Borneo FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Pada saat laga itu, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan sudah membuat beberapa persiapan untuk mengantisipasi antusiasme supporter Aremania. Sebab dalam laga itu, sebagaimana ketetapan dari manajemen liga 1.

“Kan pada setiap laga tidak boleh ada satu pun penonton. Tapi untuk antisipasi adanya antusiasme supporter nanti kita akan membuat antisipasi untuk memastikan tidak ada penonton,” terang saat dikonfirmasi, Sabtu (26/09/2020) sore.

Antisipasi yang akan dilakukan oleh jajaran Polres Malang menurut Hendri yakni berupa sterilisasi dan sosialisai, serta koordinasi dengan pihak panpel (panitia pelaksana).

“Untuk sterilisasi nanti kita akan berjaga di area Stadion Kanjuruhan. Tiga jam sebelum pertandingan nanti tidak boleh ada yang masuk lagi ke dalam Stadion,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria kelahiran Solok, Sumatera Barat itu juga mengatakan akan melakukan sosialisasi di setiap kecamatan bersama Muspika, serta akan menyediakan layar agar supporter dapat menonton bareng (nobar) di kecamatan masing-masing.

“Nanti akan kita koordinasikan di setiap kecamatan. Supaya suporter tidak perlu hadir di Stadion untuk menonton klub kesayangannya (Arema, red),” tutup Hendri. (ron/rjs)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Di Bululawang Ada Pameran Bonsai Terbesar Pertama Kali Di Malang

Diterbitkan

||

Oleh

Salah satu jenis bonsai yang didisplay dalam pameran bonsai di Kecamatan Bululawang (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Bagi masyarakat yang hoby koleksi tanaman unik, di Malang kini ada pameran bonsai. Tepatnya di Rest Area Kecamatan Bululawang. Ada sekitar 270 bonsai yang mengikuti pameran regional yang digelar oleh PBB (Paguyuban Bonsai Bululawang) itu.

Setiap bonsai yang ikut dalam pameran bertajuk ‘Kabupaten Malang Bersemi’ itu nantinya akan dinilai oleh panitia. Salah satu panitia penyelenggara, Puguh Beni Wahyudi mengatakan pameran yang digelarnya itu merupakan yang pameran terbesar pertama kalinya di Kabupaten Malang.

Bahkan, tidak hanya dari Malang Raya, pameran bonsai diikuti hingga Kalimantan, Sumatera dan Bali.

“Ada dari Malang Raya, Jawa Timur, Kalimantan, Sumatera, Bali. Itu yang datang bonsainya saja, dikirim lewat paket, orangnya tidak ikut,” kata Puguh, Jumat (25/09/2020).

“Penilaiannya meliputi bentuk, umur, keserasian dengan pot. Lebih tua, bonsai itu lebih bagus. Ini bukan berdasarkan ukuran. Pohon apa saja bebas. Cuma satu kelas, regional,” terangnya.

Puguh pun menyebutkan, pada umumnya ada empat kelas pameran bonsai. Prospek, regional, madya dan utama.

“Prospek ini yang masih bahan saja. Regional setengah jadi. Madya itu yang baik sekali bisa dapat sertifikat untuk ikut utama,” ucapnya.

Pada pagelaran pameran bonsai itu, penyelenggara tidak lupa menerapkan protokol kesehatan. Pengunjung pameran dibatasi maksimal 20 orang.

“Demi kesehatan dan keamanan. Biar gak berjubel di dalam, juga demi keamanan bonsai itu sendiri,” tukas Puguh. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Pembuatan Batik, Sandhya Nusantara Berdayakan Masyarakat Sekitar

Diterbitkan

||

Oleh

Pemberdayaan masyarakat di RW 03 Kelurahan Sukun dalam proses pembuatan batik

 

KABARMALANG.COM – Pemberdayaan masyarakat di RW 03 Kelurahan Sukun, Kota Malang pada Jumat (25/09/2020). Ini dilakukan Sandhya Nusantara dalam proses pembuatan batik.

Selain sebagai galeri dan toko menjual batik, tempat tersebut juga sebagai rumah. Galeri Sandhya Nusantara ini dikelola oleh Nena Bachtiar.

“Jadi awalnya itu, saya sendiri adalah penyuka batik. Suka dengan budaya-budaya Indonesia,” ujarnya, kepada Kabarmalang.com.

Kemudian, lanjut Nena, ikut pelatihan mandiri karena pada waktu itu pelatihan dari instansi masih belum ada. Ketika, ada pelatihan dari instansi akhirnya ia diundang setelah itu Nena memberdayakan masyarakat sekita.

Nena mengatakan, bentuk pemberdayaan yang diberikan kepada masyarakat dengan mengadakan pelatihan membatik bagi ibu-ibu di RW 03 diantaranya nyanting dan pewarnaan.

“Kalau ada pesanan, kita mengajak ibu-ibu. Ada yang nyanting dan pewarnaan. Sandhya Nusantara beranggotakan 15 orang dari RW 03,” katanya.

Untuk pemesanan dari luar Kota Malang juga ada, seperti dari Surabaya dan Nusa Tenggara Barat. Terakhir, ada mahasiswa dari Malaysia, datang melalui akses dari Universitas Brawijaya.

“Sebelum ada pandemi kita ada pesanan baik itu custom, seragam, dan lainnya. Saat pandemi kita terimbas, alhamdulillah pesanan custom tetap ada, walaupun gak sekencang sebelumnya,” lanjutnya.

Nena berharap, pemberdayaan untuk ibu rumah tangga ini bisa meningkatkan perekonomian mereka sendiri maupun untuk masyarakat. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com