Pemerintahan
Pemkot Malang Rencanakan Tanah Bersama Untuk Pemakaman

KABARMALANG.COM – Pemkot Malang merencanakan tanah bersama untuk pemakaman. Hal ini disampaikan Walikota Malang Drs. H. Sutiaji ketika silaturahmi dengan para pandita (tokoh agama Budha) di Vihara Dharma Mitra.
“Itu sudah dianggarkan sejak awal. Rencananya akan ada seratus hektar, semakin nanti akan kita ketahui, bahwa ini loh Perda Malang,” ujarnya, Kamis (27/08/2020).
Bisa rukun, lanjut Sutiaji, berdampingan satu sama lain, sudah tidak ada alasan lagi makam kami terusik oleh yang lain dan lain sebagainya.
“Mudah-mudahan ini tercapai. Karena kita niat baik. Di sana nanti sesuai agamanya masing-masing. Kami tunjukan inilah kebersamaan,” terang Sutiaji.
Sutiaji menambahkan bahwa nantinya tiap agama ada jatahnya, dibuat sesuai otoritasnya masing-masing. Ini menunjukan kita hidup harus berdampingan, karena sesungguhnya kebersamaan itu indah.
“Ini yang harus kita tangguhkan, kebersamaan di antara kita, dan mudah-mudahan, hari ini kita memulai dan seterusnya,” kata Sutiaji.
Kewajiban bagi seorang pemimpin, harus terus tahu persoalan-persoalan yang ada di bawah. Termasuk ini adalah kekuatan yang luar biasa. Tokoh-tokoh agama memiliki umat, mendinginkan situasi dan menenangkan.
Sementara itu Pandita Dhammatano selaku Kepala Vihara Dharma Mitra, sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Walikota Malang ini.
“Vihara ini berdirinya sudah tiga puluh tahun, Pak Walikota dulu hanya janji-janji saja. Kali ini Walikota Pak Sutiaji tiba-tiba memberikan pemberitahuan kalau beliau akan datang, untuk silaturahmi kepada umat beragama, kami sangat bersyukur. Beliau itu sangat agamis,” ujar Dhammatano.
Dhammatano mengatakan bahwa Pak Walikota tidak meninggalkan pesan untuk vihara. Pak Walikota berkata untuk teruskan kegiatan di vihara dan beliau akan mendukung. Mendukung semua kegiatan yang ada di vihara. Kemudian pelatihan meditasi bisa diteruskan.
“Selama pandemi, latihan meditasi dan ibadah ditunda. Karena keadaan, Covid ini sangat berbahaya, dan penularannya begitu cepat. Jadi, sejak awal bulan Maret, sampai saat ini ditutup untuk kegiatan. Dibuka lagi masih menunggu dari pemerintah. Menunggu instruksi. Karena instruksi majelis pusat, ibadah Budha, bahwa rumah ibadah agama budha masih ditutup,” lanjutnya.
Dhammatano hanya menganjurkan mereka ibadah tetap di rumah, kemudian mengikuti peraturan pemerintah tentang Covid-19. Pakai masker, jaga jarak, sering cuci tangan.
Terkait langkah untuk mencegah Covid-19 dalam bentuk ibadah. “Ritual khusus memang ada, kita setiap hari, pagi dan sore membaca doa. Kalau meditasi ada. Tapi tidak setiap hari, untuk menolak penyakit yaitu jaga jarak. Doa itu penting tapi perilaku lebih penting. Karena yang dijanjikan surga itu perbuatan,” tegasnya. (fat/fir)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan





































