Serba Serbi
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS, Intip Rincian Kurs BCA dan Mandiri

KABARMALANG.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi penutupan perdagangan Jumat, 10 Juli 2026 sore, berhasil ditutup menguat ke level Rp18.065 per dolar AS.
Berdasarkan data pasar spot keuangan, mata uang Garuda terapresiasi sebesar 63 poin atau 0,35% dibandingkan hari perdagangan sebelumnya.
Langkah penguatan ini secara taktis didorong oleh kokohnya posisi cadangan devisa Indonesia serta melemahnya Indeks Dolar AS (DXY) di pasar global, yang pada gilirannya sukses membawa mayoritas mata uang regional Asia merangkak naik ke zona hijau meskipun rupiah terpantau masih tertahan di atas level psikologis Rp18.000.
Perbandingan Kurs Dolar AS di Bank Nasional Hari Ini
Bagi Anda yang berencana melakukan transaksi valuta asing (valas), berikut adalah rincian perbandingan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di beberapa bank utama tanah air serta kurs acuan Bank Indonesia (BI) per sore ini:
Bank / Kurs Acuan | Tipe Kurs | Harga Beli (Rp) | Harga Jual (Rp) |
|---|---|---|---|
Kurs JISDOR (Bank Indonesia) | Kurs Acuan | 18.069 | Pusat data BI |
Bank BCA | e-Rate | 18.005 | 18.095 |
| TT Counter | 17.855 | 18.130 |
Bank Mandiri | Special Rate | 18.070 | 18.100 |
| TT Counter | 17.830 | 18.130 |
Maybank Indonesia | e-Rate | 18.062 | 18.079 |
| TT Counter | 17.990 | 18.190 |
Faktor Utama Penggerak Nilai Tukar Rupiah
Apresiasi yang dialami rupiah menjelang akhir pekan ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen internal dan eksternal berikut:
Sokongan Cadangan Devisa Nasional: Penopang utama kekuatan fundamental rupiah bersumber dari rilis posisi cadangan devisa Juni yang sangat memadai.
Faktor ini memperkuat intervensi pasar dan komitmen langkah stabilisasi dari Bank Indonesia.
Pelemahan Indeks Dolar (DXY): Di pasar global, dolar AS sedang mengalami koreksi teknis. Pelemahan ini menjadi angin segar yang menguntungkan mata uang di pasar berkembang (emerging markets), termasuk rupiah.
Sentimen Pasar Pekan Depan: Kendati menguat, pergerakan rupiah masih dibatasi oleh sikap hati-hati (wait and see) para pelaku pasar.
Investor global kini tengah mengantisipasi rilis data inflasi inti (Core CPI) Amerika Serikat guna memproyeksikan arah kebijakan suku bunga acuan The Fed selanjutnya.
Peristiwa11 jam agoPolres Malang Gandeng Komunitas Ojol Jadi Mitra Operasi Patuh Semeru 2026
Peristiwa9 jam agoPolres Malang Kembalikan Barang Bukti Hasil Operasi Sikat Semeru 2026 Kepada Korban
Peristiwa6 jam agoPolres Malang Tangkap Pemburu Satwa Dilindungi Landak Jawa di Sumbermanjing Wetan
Pemerintahan5 jam agoWali Kota Malang Wahyu Hidayat Dorong Terwujudnya Pesantren Ramah Santri
Olahraga27 menit agoBorneo FC Merangsek Naik Peringkat Klasemen Pekan ke 7 Super League 2026
Serba Serbi13 jam agoIndeks Harga Saham Gabungan IHSG Ditutup Melemah Tajam ke Level 5.266























