Peristiwa
Analisis Saham BUMI 13 Februari 2026: Harga Melonjak ke Rp292, Apa Pemicunya?

KABARMALANG.COM – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali mencuri perhatian pasar modal Indonesia.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 13 Februari 2026, emiten batu bara raksasa ini mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 8,15% ke level Rp292.
Volume transaksi yang masif menunjukkan adanya akumulasi besar di tengah sentimen aksi korporasi dan spekulasi indeks global.
Daftar Isi
​Ringkasan Performa Pasar (Update 13 Februari 2026)
​Saham BUMI bergerak sangat volatil namun ditutup dengan bullish candlestick yang kuat:
​Harga Penutupan: Rp292 (Naik 22 poin).
​High/Low: Rp296 / Rp262.
​Volume Transaksi: Menembus 11,23 miliar lembar saham, menjadikannya salah satu saham paling likuid di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.
​Level Teknis: Menurut analisis CGS International Sekuritas, BUMI berhasil menembus resistance kuat di level 289.
Target selanjutnya berada di area psikologis Rp300, dengan support di 263.
​Sentimen Strategis: Obligasi dan Restrukturisasi Grup Salim
​Ada beberapa faktor fundamental yang mendorong minat investor pada pertengahan Februari 2026 ini:
​Penawaran Obligasi: Masa penawaran Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV 2026 senilai Rp612,75 miliar berakhir hari ini (13 Februari).
Dana segar ini akan memperkuat struktur permodalan dan modal kerja perseroan.
​Transaksi Jumbo TGIL: Investor mencermati perpindahan kepemilikan saham senilai Rp6,9 triliun dari Treasure Global Investments Limited (TGIL).
Langkah ini diduga kuat sebagai konsolidasi Grup Salim untuk mempererat kontrol pada entitas BUMI.
​Spekulasi Rebalancing MSCI: Menjelang periode efektif rebalancing indeks MSCI Maret 2026, muncul spekulasi terkait posisi BUMI yang memicu aliran dana asing (foreign flow) mulai kembali masuk (inflow).
​Proyeksi Kinerja & Entitas Anak (BRMS)
​Meskipun BUMI belum membagikan dividen untuk memperkuat neraca pasca-PKPU, kinerja operasional menunjukkan tren positif:
​Fokus Efisiensi: Penurunan beban bunga pasca pelunasan utang besar-besaran.
​Sektor Emas (BRMS): Anak usaha BUMI, Bumi Resources Minerals (BRMS), menargetkan produksi emas hingga 80.000 ounce pada tahun 2026, yang memberikan nilai tambah bagi valuasi grup secara keseluruhan.
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Serba Serbi1 minggu agoRupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS, Intip Rincian Kurs BCA dan Mandiri































