Connect with us

Olahraga

Update Snowboarding Milano Cortina 2026: Kira Kimura Sabet Emas Big Air!

Diterbitkan

,

Update Milano Cortina 2026: Rekor Baru dan Debut Bersejarah
Kompetisi snowboarding di Livigno, yang dijuluki sebagai "Tibet Kecil Italia", terus menyuguhkan aksi-aksi ekstrem yang memukau dunia (istimewa)

KABARMALANG.COM – Kompetisi snowboarding di Livigno, yang dijuluki sebagai “Tibet Kecil Italia”, terus menyuguhkan aksi-aksi ekstrem yang memukau dunia.

Terletak di ketinggian yang menantang di lembah Valtellina, lokasi ini menjadi medan tempur yang sempurna bagi para snowboarder terbaik dunia sejak dibuka pada 5 Februari lalu.

​Kabar Terbaru (8 Februari 2026)

​Hari ini menjadi momen bersejarah bagi tim Jepang. Kira Kimura berhasil memukau juri dan penonton dengan teknik lompatan yang presisi, mengantarkannya sebagai pemenang medali emas di nomor Big Air Putra.

Kemenangan ini memperkuat posisi Jepang sebagai kekuatan besar di olahraga musim dingin ekstrem.

​Selain itu, hari ini juga sedang berlangsung nomor Parallel Giant Slalom, di mana kecepatan dan ketepatan transisi antar tiang menjadi kunci utama memperebutkan podium.

​Jadwal Pertandingan Selanjutnya

​Bagi para penggemar yang tidak ingin ketinggalan aksi seru berikutnya, berikut adalah agenda penting yang harus dicatat:

Nomor Pertandingan

Tanggal

Highlight

Halfpipe

11 – 13 Februari

Pertarungan gaya bebas di dinding es raksasa.

Snowboard Cross

12 – 15 Februari

Balapan adu fisik dan kecepatan di lintasan bergelombang.

Team Cross

15 Februari

Nomor beregu campuran yang penuh strategi.

Slopestyle

16 – 18 Februari

Aksi akrobatik di rintangan rail dan jump.

Analisis Kompetisi: Bintang Dunia di Livigno

​Persaingan tahun ini sangat ketat dengan kehadiran dua ikon muda:

Valentino Guseli (Australia): Wonderkid yang dikenal mampu turun di hampir semua nomor snowboard dengan sangat baik.

​Su Yiming (Tiongkok): Peraih medali di edisi sebelumnya yang kini kembali untuk membuktikan konsistensi performanya di tanah Italia.

​Catatan untuk Penggemar di Indonesia

​Meskipun Indonesia belum mengirimkan wakil di edisi 2026 karena keterbatasan fasilitas pelatihan salju alami, minat masyarakat terhadap olahraga ini terus meningkat.

Hal ini diharapkan menjadi pemicu pengembangan atlet winter sports Indonesia di masa depan melalui program pertukaran atau pelatihan di luar negeri.

Iklan

Terpopuler