Connect with us

Peristiwa

IHSG Anjlok 4,83% Pagi Ini: Level 8.000 Jebol, Bursa Diambang Trading Halt!

Diterbitkan

,

IHSG Hari Ini 25 Februari 2026: Rebound ke Level 8.330, Sektor Finansial Jadi Motor Utama
Pasar modal Indonesia mengawali pekan pertama Februari 2026 dengan rapor merah yang sangat tajam (istimewa)

KABARMALANG.COM – Pasar modal Indonesia mengawali pekan pertama Februari 2026 dengan rapor merah yang sangat tajam. Pada perdagangan hari ini, Senin (2/2/2026),

IHSG terpantau merosot hingga 4,83% ke level 7.927,22 hingga pukul 09.30 WIB.

​Kepanikan investor membuat indeks kehilangan level psikologis pentingnya di angka 8.000 hanya dalam hitungan menit setelah pembukaan.

Analisis Tekanan Pasar Pagi Ini

​Beberapa faktor utama yang menjadi pemicu aksi jual masif (panic selling) antara lain:

​Sentimen MSCI & Transparansi: Pasar merespons negatif ketidakpastian status indeks Indonesia di MSCI. Pertemuan OJK-BEI dengan MSCI hari ini menjadi penentu arah pasar ke depan.

​Kejatuhan Emiten Kelas Berat: Penurunan tajam harga emas dunia menyeret saham-saham tambang emas.

Selain itu, saham di bawah naungan Grup Prajogo Pangestu kembali mengalami tekanan jual yang signifikan, memberikan beban berat pada bobot indeks.

​Transisi Kepemimpinan: Respons pasar terhadap pergantian nakhoda baru di OJK dan BEI yang masih diwarnai sikap wait and see oleh investor institusi.

Waspada Kebijakan Trading Halt

​Berdasarkan regulasi Bursa Efek Indonesia (BEI), jika IHSG mengalami penurunan hingga 5%, otoritas bursa berhak melakukan Trading Halt atau penghentian sementara perdagangan selama 30 menit.

​Mengingat posisi IHSG pagi ini sudah menyentuh level terendah di 7.904,17 (mendekati ambang 5%), para pelaku pasar diimbau untuk sangat berhati-hati dan tidak terburu-buru melakukan transaksi besar.

Ringkasan Statistik Pasar (09:30 WIB)

​Level Pembukaan: 8.306,16

​Posisi Saat Ini: 7.927,22 (-4,83%)

​Level Terendah: 7.904,17

​Status Tren: Strong Bearish

 

Iklan

Terpopuler