Connect with us

Peristiwa

Analisis Saham DEWA Hari Ini (30 Januari 2026): Harga “On Fire” Berkat Aksi Buyback Jumbo

Published

on

Analisis Saham DEWA Hari Ini (30 Januari 2026): Harga "On Fire" Berkat Aksi Buyback Jumbo
Saham emiten kontraktor pertambangan, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), menunjukkan performa impresif pada perdagangan Jumat, 30 Januari 2026 (istimewa)

KABARMALANG.COM – Saham emiten kontraktor pertambangan, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), menunjukkan performa impresif pada perdagangan Jumat, 30 Januari 2026.

Hingga penutupan sesi pertama, harga saham DEWA terpantau melesat 5,71% ke level Rp555 per lembar saham.

Agresivitas Aksi Buyback DEWA

​Faktor utama yang menopang harga saham DEWA saat ini adalah langkah nyata manajemen dalam melakukan pembelian kembali (buyback) saham di pasar reguler.

​Anggaran Raksasa: DEWA mengalokasikan total dana hingga Rp950 miliar untuk aksi buyback.

​Realisasi Terkini: Per akhir Januari 2026, perusahaan telah menyerap Rp595 miliar (sekitar 63,68% dari anggaran) untuk membeli kembali 1,05 miliar lembar saham.

​Komitmen Manajemen: Bahkan saat pasar mengalami guncangan dan menyentuh level ARB (Auto Rejection Bawah) kemarin.

Manajemen tetap memborong 8,77 juta saham sebagai sinyal kepercayaan terhadap nilai fundamental perusahaan.

Kinerja Keuangan dan Efisiensi Operasional

​Kenaikan harga saham DEWA tidak hanya di dorong oleh sentimen pasar, tetapi juga fundamental yang semakin solid:

Lonjakan Laba Bersih: Laporan keuangan per akhir September 2025 menunjukkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan di bandingkan tahun sebelumnya.

​Transformasi Bisnis: DEWA beralih menggunakan armada milik sendiri (in-house fleet) yang secara drastis menekan biaya operasional dan meningkatkan margin profit.

Volume Produksi: Peningkatan permintaan batu bara global membantu DEWA mengamankan kontrak-kontrak jangka panjang baru.

​Meskipun sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa (All-Time High) di Rp865 pada awal Januari lalu, koreksi saat ini di nilai oleh banyak analis sebagai “koreksi sehat” untuk akumulasi.

Advertisement

Terpopuler