Peristiwa
Profil Kuncoro: Legenda Arema, ‘Tukang Jagal’ dari Era Galatama

KABARMALANG.COM – Dalam sejarah sepak bola Malang, nama Kuncoro adalah sinonim dari karakter keras, berani, dan tanpa kompromi.
Ia adalah sosok bek ikonik yang mewakili identitas asli Arema sejak era kompetisi Galatama.
Perjalanan Karier: Dari Dampit ke Panggung Nasional
Kuncoro memulai langkahnya di dunia sepak bola melalui SSB Kaki Mas Dampit, sebuah kawah candradimuka yang produktif melahirkan pemain profesional.
Tahun 1989: Bergabung dengan Arema di usia sangat muda, 19 tahun.
Karakter Ikonik: Dikenal dengan rambut gondrong dan aksesori kalung rantai besi di lapangan sebuah citra yang lebih mirip “preman” namun sangat di takuti lawan.
Gaya Bermain: Lugas dan keras. Kuncoro memiliki prinsip, “siapa mendekat langsung ambil”, yang ia kaitkan dengan latar belakang keturunan Madura yang berwatak tegas.
“Tukang Jagal” Kesayangan Aremania
Meski sering mengoleksi kartu kuning dan merah karena permainan kasarnya, Kuncoro justru menjadi pahlawan bagi Aremania.
Ia di anggap sebagai simbol totalitas dalam membela lambang Singo Edan di dada.
Beberapa penyerang legendaris Timnas Indonesia yang pernah merasakan kerasnya duel melawan Kuncoro antara lain:
Bambang Nurdiansyah
I Made Pasek Wijaya
”Dulu zaman jahiliah, aturan belum ketat. Main keras adalah bagian dari keberanian,” kenang Kuncoro mengenai masa jayanya.
Titik Balik Kehidupan dan Fase Karier
Setelah tujuh musim yang gemilang di Arema, Kuncoro sempat berkelana ke berbagai klub besar seperti:
Persija Jakarta
PSM Makassar
Mitra Surabaya.
Masa Kelam dan Pertobatan
Di tengah perjalanan kariernya, Kuncoro sempat terjerumus dalam kasus narkoba.
Namun, peristiwa ini menjadi titik balik religius.
Ia memilih jalan pertobatan dan berhasil bangkit dari fase kelam tersebut untuk kembali ke dunia sepak bola.
Fakta Unik: Pensiun di Persebaya
Hal yang paling mengejutkan adalah Kuncoro menutup karier profesionalnya di Persebaya Surabaya pada tahun 2010.
Keputusan ini sempat menuai protes dari keluarganya sendiri mengingat rivalitas panas antara Malang dan Surabaya.
Pengabdian Tanpa Batas di Arema
Meski pernah menyeberang ke klub rival, loyalitas Kuncoro kepada Arema tidak pernah di ragukan.
Sejak tahun 2012, ia kembali ke lingkungan Singo Edan sebagai Asisten Pelatih.
Hingga saat ini, ia tetap menjadi bagian penting dari jajaran kepelatihan Arema FC, menularkan semangat “Singo Edan” kepada generasi muda.
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari































