Pemerintahan
Dorong Pertumbuhan PDRB Daerah lewat Inovasi Sektor Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah

KabarMalang.com – Pengelolaan daerah yang efektif tak hanya bergantung pada tata kelola pemerintahan yang baik, tetapi juga inovasi dalam pengembangan sektor-sektor ekonomi unggulan.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menjadi indikator penting yang mencerminkan keberhasilan ekonomi suatu daerah, dengan pengaruh langsung pada kesejahteraan masyarakat. PDRB yang tinggi menunjukkan kemajuan ekonomi, sementara PDRB rendah menandakan perlunya strategi yang lebih efektif dalam pengelolaan potensi daerah.
PDRB per kapita, salah satu indikator utama, mengukur pendapatan rata-rata masyarakat berdasarkan nilai tambah yang dihasilkan oleh aktivitas ekonomi di suatu wilayah. Kesenjangan dalam PDRB per kapita kerap mencerminkan ketimpangan ekonomi antara kota dan pedesaan.
Misalnya, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur pada 2023 menunjukkan bahwa Kota Kediri dan Surabaya menduduki posisi teratas dalam hal PDRB per kapita, dengan masing-masing mencapai 541,11 juta dan 245,68 juta per orang. Hal ini mencerminkan pesatnya pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh sektor perdagangan, industri, dan jasa di wilayah perkotaan.
Namun, di balik keberhasilan kota-kota besar, terdapat kabupaten-kabupaten dengan PDRB per kapita yang jauh lebih rendah. Kabupaten Sampang dan Bangkalan di Pulau Madura, misalnya, masing-masing hanya mencatatkan PDRB per kapita sebesar 23,97 juta dan 25,41 juta pada tahun yang sama.
Hal ini memperlihatkan kesenjangan yang nyata, terutama di daerah yang masih bergantung pada sektor primer seperti pertanian dan perikanan.
Daftar Isi
Dorong Pertumbuhan PDRB Daerah lewat Kebijakan Inovatif dan Kolaboratif
Mengatasi kesenjangan PDRB antara daerah perkotaan dan pedesaan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan konvensional. Pemerintah daerah perlu mengadopsi strategi inovatif dalam mengembangkan sektor-sektor unggulan, serta menciptakan iklim investasi yang menarik bagi dunia usaha.
Menurut Dr Muhajirin Elfahmi, pakar pengembangan SDM yang juga merupakan penggagas Grounded Leadership Coaching, langkah pertama yang perlu diambil adalah memperkuat tata kelola yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
“Keberhasilan ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga pada bagaimana pemerintah daerah mampu mengelola potensi yang ada dengan baik, melalui sinergi dengan berbagai pihak eksternal,” jelasnya.

Grand Master Coach Dr Fahmi yang juga penggagas Grounded Leadership Coaching (Foto: Dok)
Peningkatan PDRB dapat diwujudkan dengan investasi di sektor-sektor unggulan yang sesuai dengan karakteristik daerah. Kota Malang, misalnya, berhasil meningkatkan PDRB Atas Dasar Harga Konstan dari 84,8 triliun pada 2022 menjadi 93 triliun pada 2023, berkat pengembangan sektor pendidikan, pariwisata, dan teknologi.
Strategi serupa diterapkan di Kabupaten Malang, yang juga mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam PDRB dengan pengembangan sektor agribisnis dan pariwisata.
Coach Dr Fahmi Ungkap Pentingnya Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Menurut Coach Dr Fahmi, pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya memerlukan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia yang unggul.
“Pemerintah daerah harus fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, sehingga tenaga kerja lokal dapat bersaing dan meningkatkan produktivitas ekonomi,” ujarnya.
Pelatihan kewirausahaan dan program peningkatan keterampilan tenaga kerja menjadi kunci dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru, yang pada akhirnya akan meningkatkan PDRB per kapita.
Selain itu, pemerintah daerah perlu mendorong kolaborasi dengan sektor swasta untuk mendukung inovasi di sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, seperti teknologi informasi, agribisnis, dan pariwisata.
Dengan pendekatan yang inovatif dan kolaboratif, ketimpangan PDRB antara daerah perkotaan dan pedesaan dapat diminimalisasi. Pada akhirnya, kesejahteraan yang merata dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bisa tercapai, sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang diusung oleh pemerintah daerah.
“Pemimpin daerah yang sukses adalah mereka yang mampu melihat potensi daerah, memaksimalkan sinergi dengan pihak eksternal, dan menciptakan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi,” pungkas Coach Dr Fahmi.
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri

































