Connect with us

Serba Serbi

Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, ITN Malang Terima Hibah Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik

Published

on

IMG 20240713 144555 scaled
ITN Malang menerima hibah Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik dari PT Lisan Nusantara Satu yang akrab di sebut PT Lisantara (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – ITN Malang menerima hibah Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik dari PT Lisan Nusantara Satu yang akrab di sebut PT Lisantara.

Penerimaan tersebut di terima langsung Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., dari Direktur Utama PT Lisan Nusantara Satu, M. Ishak Shufri, di Kampus 2 ITN Malang, Jumat (12/07/2024).

PT Lisan Nusantara Satu atau LSK Lisantara merupakan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan, dibawah Kementerian ESDM.

Serah terima hibah tersebut di saksikan langsung oleh Koordinator Tenaga Teknik Ketenagalistrikan, Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Ditjen Gatrik, Kementerian ESDM, Heru Setiawan.

Rektor menyampaikan rasa bahagia, dan apresiasinya kepada PT Lisan Nusantara Satu yang telah menaruh kepercayaan besar kepada ITN Malang.

Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik nantinya akan menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa, serta tempat pelatihan dan uji kompetensi.

Adanya persaingan antar perguruan tinggi, dan melihat kebutuhan industri, maka perguruan tinggi tidak lagi bisa berdiri sendiri.

Apalagi ITN Malang berkomitmen memberikan knowledge dan kompetensi kepada mahasiswa. Maka sinergi antara perguruan tinggi dengan industri mutlak harus di lakukan.

“Dengan hibah ini kami bisa membekali mahasiswa Teknik Elektro dan Teknik Listrik dengan skill yang sesuai dengan sertifikasi kompetensi distandarkan DitJen Gatrik Kementerian ESDM,” kata rektor.

“Ketika mahasiswa lulus mereka sudah siap, tidak lagi kaget terhadap alat-alat (kelistrikan) yang umum digunakan di lapangan,” sambungnya.

“Harapannya mereka sudah familiar dan tidak ada keraguan untuk terjun ke dunia industri,” rektor melanjutkan.

ITN Malang berkolaborasi dengan PT Lisantara juga membuka diri sebagai tempat uji kompetensi (TUK).

Di kampus ITN-2 selain memiliki tempat uji kompetensi untuk sistem distribusi, juga memiliki power plant PLTS skala besar 500 kWp, dan skala kecil 4 kWp.

Saat ini ITN Malang, kata rektor juga tengah mengembangkan Remote and Virtual Laboratory.

“Tujuannya untuk menyiapkan SDM, sehingga mampu bersaing secara global,” ucapnya.

“Kampus ITN juga bisa memberikan pembekalan, pelatihan, workshop di bidang ketenagalistrikan,” pungkas rektor.

Perlu di ketahui, sehari sebelumnya di Kampus 2 ITN Malang telah terlaksana workshop penyegaran untuk asesor PT Lisantara se-Jawa timur.

Para asesor ini terdiri dari unsur akademisi, praktisi, dan PLN, dengan mendatangkan Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Ditjen Gatrik, ESDM.

Direktur Utama PT Lisantara, M. Ishak Shufri mengatakan, Laboratorium Pelatihan Kompetensi Jaringan Distribusi Tenaga Listrik Tegangan Menengah 20 kV ini merupakan sumbangsih dan dukungan kepada ITN Malang.

Pasalnya saat pendirian PT Lisan Nusantara Satu harus memiliki dukungan dua tempat uji kompetensi (TUK) dari perguruan tinggi.

“Alhamdulillah ITN Malang menerima kami dengan baik. Kami secara kontinyu menjalin kolaborasi. Hibah ini sebagai bentuk konkrit dukungan PT Lisantara kepada ITN Malang,” tuturnya.

Ishak berharap hibah tersebut dapat bermanfaat khususnya bagi mahasiswa untuk bisa melaksanakan kegiatan uji kompetensi vokasional ketenagalistrikan.

Karena sudah bersinergi dengan ITN Malang, maka LSK Lisantara juga bisa melakukan sertifikasi baik untuk mahasiswa dan khalayak umum.

“Kegiatan uji kompetensi jaringan distribusi nanti akan kami lakukan di sini (Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik),” ujarnya.

“Saya harap dengan adanya peralatan ini akan memudahkan dalam memotret peserta uji kompetensi,” lanjut Ishak.

Koordinator Tenaga Teknik Ketenagalistrikan, Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Ditjen Gatrik, Kementerian ESDM, Heru Setiawan, turut mengapresiasi hibah PT Lisantara.

Menurutnya uji kompetensi sertifikat ketenagalistrikan merupakan syarat kerja di bidang listrik. Hasil vokasional instalasi pemanfaatan tenaga rendah sub bidang perencanaan.

“Senang sekali Pak Ishak bisa menghibahkan peralatan untuk praktek sebagai salah satu persyaratan uji sertifikasi,” katanya.

“Uji sertifikasi melalui tahapan uji tulis, uji praktek, dan wawancara. Uji praktek ini memerlukan tempat uji kompetensi (TUK), tapi yang utama adalah dalam pelatihan dan bimbingannya,” lanjut Heru.

Menurut Heru sertifikasi kompetensi sangat penting bagi lulusan sebagai salah satu surat keterangan pendamping ijazah (SKPI).

“Sertifikasi suatu bentuk pengakuan dari pemerintah kepada seseorang. Meskipun ia sudah mahir, tapi tetap memerlukan pengakuan dari pemerintah sebagai bukti,” pungkasnya. (*)

 

Advertisement

Terpopuler