Edukasi
Dies Natalis ITN Malang Hadirkan Opera Nusantara Manunggal Diversity

KABARMALANG.COM – Opera Nusantara Manunggal Diversity memeriahkan dies natalis Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Kamis (13/1).
Festival Budaya Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM-DN) Angkatan Pertama 2021, Manunggal Diversity, menjadi ajang pertunjukan bagi mahasiswa inbound dari berbagai daerah yang belajar di Kampus Biru.
Festival ini memadukan musik kontemporer tradisional modern untuk mengiringi gerak tari puluhan mahasiswa inbound.
Para mahasiswa ini berkolaborasi dengan Sanggar Karsa Budaya, Beji, Kota Batu, pimpinan Agus Mardianto.
Festival ini memadukan kompilasi beberapa pertunjukan. Misalnya, nyanyian, prosesi penyerahan gunungan, tari, musikalisasi puisi, monolog, hingga Tari Kebhinekaan.
Tari Kebhinekaan sendiri merupakan perpaduan dari berbagai macam tarian daerah.
Yaitu, Tari Pisok dari Manado Sulawesi Utara, Tari Ranup Lampuan dari Aceh, Tari Tor-Tor dari Batak, Tari Bagurau dari Padang, Tari Burung Enggang dari Kalimantan Timur, Tari Ofa Langga dari NTT, Tari Sigeh Penguten dari Lampung, dan beberapa tarian lainnya.
Kesenian Reog Ponorogo dari Singo Barong Malang juga turut tampil dan memukau penonton.
Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi, MSEE, menyatakan, dies natalis ITN Malang kali ini lebih spesial dengan Program PMM-DN dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek).
Mereka tidak hanya menerima kehangatan egaliter Kampus Biru, bahkan dalam rangkaian dies natalis mahasiswa inbound juga seremoni pelepasan secara khusus.
ITN Malang menerima 24 mahasiswa inbound Program PMM-DN 2021 yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Ada yang dari Aceh, Lampung, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Kalimantan, Jambi, dan NTT.
Festival budaya menjadi salah satu rangkaian dari kegiatan dies natalis ITN ke-53. Sekaligus bersamaan kegiatan pelepasan mahasiswa inbound.
“Mereka dari berbagai latar belakang daerah asal membaur menjadi satu di ITN Malang yang berkarakter nasional,” jelas rektor, di sela-sela kegiatan dalam keterangan tertulis Humas ITN Malang, Jumat (14/1).
Menurut Prof Lomi, mahasiswa inbound sangat menikmati iklim kuliah yang ada di ITN Malang.
Selain mengambil mata kuliah di program studi yang mereka pilih, mahasiswa juga wajib mengikuti kuliah modul nusantara.
Mempelajari Kota Malang, mulai adat istiadat, hingga kuliner. Mahasiswa juga diajak berkeliling Malang dan sekitarnya untuk melihat budaya, dan pariwisata.
Sementara, untuk proses perkuliahan di program studi tetap secara daring. Menyesuaikan dengan perkuliahan di ITN Malang.
Tetapi, mahasiswa inbound masih bertatap muka dengan dosen mata kuliah.
Prof Lomi juga menekankan, festival budaya ke depannya harus terus lestari.
Setiap tahun saat kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru, mahasiswa baru bisa menampilkan kebudayaan daerah masing-masing agar bisa saling mengenal.
“Nanti setiap kegiatan penerimaan maba, ITN akan mempunyai kegiatan-kegiatan yang mendorong kebhinekaan, toleransi, persaudaraan, dan itu akan terus digaungkan di ITN Malang,” harap rektor.
Apalagi, di Kampus 2 ITN Malang telah terbangun tiga tempat ibadah, masjid, gereja, dan pura, yang memperkokoh identitas ITN Malang yang multikultural.
Sementara itu, Ade Prianggi salah satu mahasiswa inbound menyatakan rasa bangga dan bahagia bisa mengikuti kuliah dan modul nusantara di ITN Malang.
Selama dua bulan Ade dan teman-temannya bisa belajar keberagaman, dan kebudayaan di Kota Malang, yang menurutnya sangat berbeda dengan budaya di daerah asalnya, Aceh.
“Bangga dan bersyukur bisa bergabung Program PMM-DN di ITN Malang, dengan keberagaman dan kebudayaan Kota Malang yang luar biasa. Yang tentu saja sangat berbeda dengan budaya di Aceh,” katanya.
Selama mengikuti modul nusantara di ITN Malang, Ade bersama 23 temannya mengikuti banyak sekali kegiatan.
Seperti, mengikuti Rapat Koordinasi Teknis Ekonomi dan Keuangan Tahun 2021 oleh Bappeda Kota Malang, mengunjungi UMKM, mengenal budaya Malang di Padepokan Gunung Wukir, Batu, mengunjungi situs bersejarah, mengunjungi kampung tematik, dan masih banyak yang lainnya
Bahkan sempat pula berkunjung ke wilayah di sekitar Malang Raya. Mereka juga saling mengenal bahasa, kebudayaan, dan kuliner dari masing-masing mahasiswa inbound lewat festival bahasa, dan festival kuliner.
“Kesannya luar biasa keren! Apa yang sebelumnya belum kami ketahui, setelah mengikuti modul nusantara jadi tahu tentang budaya Malang. Juga dengan Karsa Budaya yang sangat keren karya seninya, dimana hari ini kami bisa berkolaborasi,” lanjutnya.
Bertemu dengan dosen ITN Malang yang ramah juga menjadi kesan mendalam bagi Ade. Menurutnya dosen ITN Malang selain baik juga bagus dalam pengajaran.
“Para dosen pengajar di ITN memberikan ilmu yang luar biasa, dan mampu kami serap. Saya di ITN ikut kuliah di teknik industri, lingkungan, mesin, dan elektro. Semua perkuliahan dilakukan secara daring, kecuali modul nusantara. Alhamdulillah bisa mengikuti semua mata kuliah dengan lancar,” tandas mahasiswa Teknik Industri, Universitas Malikussaleh (Unimal) ini.(kbr/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari































