Connect with us

Edukasi

Sekolah Tatap Muka Di Malang Digelar 100 Persen Pada Akhir Januari

Diterbitkan

,

Sekolah Tatap Muka Di Malang Digelar 100 Persen Pada Akhir Januari
Kadindikbud Suwarjana, Wali Kota Malang Sutiaji saat meninjau persiapan sekolah tatap muka. (foto : fir)

 

KABARMALANG.COM – Penerapan sekolah tatap muka di Kota Malang rencananya bakal bergulir pada akhir Januari 2022 mendatang.

Kebijakan ini nantinya akan berlaku secara bertahap. Sesuai dengan aturan yang ada di dalam SKB 4 Menteri, Kota Malang telah memenuhi sejumlah persyaratan.

Misalnya, capaian vaksinasi bagi tenaga pendidik. Kemudian, siswa di atas usia 12 tahun yang sudah 100 persen vaksin, dari syarat minimal 85 persen.

Sekolah Tatap Muka Di Malang Digelar 100 Persen Pada Akhir Januari

Vaksinasi anak SD. Capaian vaksinasi siswa di Kota Malang mendukung kebijakan sekolah tatap muka 100 persen. (foto : Penerangan Kodim 0833 Kota Malang for Kabarmalang.com)

Termasuk, status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Malang yang kini sudah berstatus level 1.

“Sekolah tatap muka sekarang masih 50 persen. Nanti rencana tatap muka 100 persennya minggu depan. Akhir Januari insyallah,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pendidikan Kota Malang (Disdikbud), Suwarjana, Senin (3/1).

Suwarjana mengatakan, pelaksanaan sekolah tatap muka 100 persen di Kota Malang ini nantinya tidak harus berlaku untuk semua sekolah.

Karena ada tiga sekolah SMPN di Kota Malang yang masih belum siap. Di antaranya ialah SMPN 28, SMPN 29 dan SMPN 30 Kota Malang.

Kebijakannya ini nantinya juga akan tersosialisasikan kepada masing-masing wali murid atau orang tua siswa.

“Tidak harus semua sekolah. Contoh kayak sekolah baru di SMP 28, 29, 30 kan kayaknya juga belum siap. Jadi harus kami siapkan dulu, istilahnya bertahap lah,” tegasnya.

“Karena kalau langsung 100 persen nanti orang tua pasti (kaget). Kami juga harus butuh (mendapat) dukungan orang tua untuk mengizinkan,” terang Suwarjana.

Dia menambahkan, dalam penerapan sekolah tatap muka 100 persen ini, pihaknya akan melakukan uji coba terlebih dulu. Terutama soal waktu pembelajaran.

“Yang jelas untuk sekolah tatap muka 100 persen justru maksimal 6 jam boleh. Tapi kita nanti kisaran 4 sampai 5 jam. Kita coba dulu lah 100 persen ini. Baru kalau aman bisa kita tambah jam belajarnya,” pungkasnya.(fir/yds)

Iklan

Terpopuler