Connect with us

Peristiwa

Bunuh Diri Di Kolam Renang, Tukang Bakso Joni, Pelanggan : Emane

Published

on

Bunuh Diri Di Kolam Renang, Korban Tukang Bakso, Ditangisi Pelanggan
Lokasi meninggalnya Joni, tukang bakso Slembat, kolam renang Stadion Gajayana. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – STK alias Joni, seorang tukang bakso, bunuh diri di kolam renang Stadion Gajayana Kota Malang.

Penjaga kolam renang Slembat, inisial SEA, menemukan jenazahnya Senin (18/10) pagi.

Sampai hari ini, Selasa (19/10), Polsek Klojen masih berupaya mengumpulkan informasi dari saksi, terutama anggota keluarga.

“Kami masih dalami keterangan saksi serta keluarga. Jenazahnya sudah visum dan kami kembalikan kepada keluarga,” ujar Kapolsek Klojen, AKP Domingos Ximenes, kepada wartawan.

Meski demikian, Domingos mengatakan, hasil olah TKP, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Sehingga, korban kemungkinan besar bunuh diri di area kolam renang Stadion Gajayana itu.

“Tidak ada tanda kekerasan, kemungkinan besar bunuh diri,” jelas Domingos.

Spekulasi terkait motif korban mengakhiri nyawanya sendiri pun bermunculan. Sejumlah rekan korban di lokasi, menyebut korban tidak pernah curhat soal masalah apapun.

“Orangnya suka bercanda. Sampai sekarang saja saya masih bingung kenapa dia mengambil jalan itu (bunuh diri),” kata Slamet Widianto, tukang parkir gedung Kartini.

Sepengetahuan warga sekitar Slembat, korban juga tidak pernah mengeluhkan sakit, atau sambat soal masalah keluarga.

Namun, sejumlah info menyebut korban kemungkinan besar memang mengalami depresi dan memendamnya sendiri.

Sementara itu, para pelanggan korban pun turut mengirim doa untuk tukang bakso tersebut. Korban kini sudah bermakam di Ngajum, domisili istrinya.

Komedian Malang, Bobby Darwin misalnya, berkomentar di kolom komentar media sosial @ngalamlop, bahwa dia masih makan bakso Joni pada Sabtu (16/10).

“Oalah, padahal Sabtu kemarin baru saja saya makan baksonya bapak ini,” tuturnya.

Begitu juga, @iam_dsnt mengaku sangat menyesalkan kematian korban. Karena, baksonya terkenal enak dan memiliki banyak pelanggan.

“Sayang sekali, apakah tidak ada opsi lain kok harus bunuh diri. Kasihan juga dengan pelangganmu pak,” katanya.

“Ya Allah, kenal semua ya yang komen di sini. Langganannya kan banyak berarti. Terus kenapa kok bisa suicide? Semoga mendapat pengampunan dosa, dan mendapat kuburan yang lapang,” kicau @emmi.wijayanti.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler