Connect with us

Pemerintahan

Target Harian TNI Di Malang, Ungsikan 99 Warga Isoman Ke Isoter

Diterbitkan

,

Target Harian TNI Di Malang, Ungsikan 99 Warga Isoman Ke Isoter
Gabungan polisi, tentara dan tenaga kesehatan di Malang saat mengungsikan pasien isoman ke isoter. (foto : istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Korem 083/Bdj memerintahkan jajaran untuk secepatnya bergerak memindahkan pasien isoman ke fasilitas isoter.

Sebagai informasi, untuk wilayah Malang Raya sendiri, pemerintah daerah sudah menyiapkan 49 tempat Isoter.

Kodim 0818 Kabupaten Malang-Batu dan Kodim 0833 Kota malang sudah mulai beraksi dengan memindahkan beberapa pasien isoman ke isoter.

Korem menargetkan 54 warga per hari untuk Kabupaten Malang dan 45 orang per hari untuk Kota Malang. Sehingga, target dalam sehari adalah 99 warga isoman pindah isoter.

Sehingga dalam 2 minggu ke depan tidak ada lagi masyarakat yang terkonfirm melaksanakan isoman. Semuanya harus isoter.

“Kami mohon kerjasama seluruh komponen masyarakat Malang Raya. Karena lakukan hal ini semata mata untuk menekan penyebaran covid-19 agar tidak semakin meluas,” kata Danrem 083/Bdj, Kolonel Inf Irwan Subekti, dalam keterangan pers lewat Penrem, Senin (16/8).

Paska PPKM Level 4 tanggal 9 Agustus sampai 16 Agustus 2021, Malang Raya memang masih termasuk daerah yang mendapatkan perhatian khusus.

Karena jumlah kasus terkonfirmasi atau positivity rate masih tinggi. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus terkonfirmasi, maka masyarakat yang terpapar covid-19 harus melakukan isolasi terpusat (isoter).

Isoter ini bertujuan untuk menekan tingkat kematian akibat covid-19.

Danrem 083/Bdj menggerakan jajaran karena sudah mendapat perintah Menko Marves Luhut Pandjaitan.

Dia langsung memerintahkan satuan jajarannya yang berada di Malang Raya untuk segera melakukan langkah-langkah aktif.

Kabar Lainnya : Isoman, Sutiaji Aktif Promosikan Usaha Kecil Followers.

TNI di wilayah Malang harus memindahkan pasien yang melaksanakan isoman untuk segera pindah ke isoter sesuai target Menko Marves.

Dengan pemindahan pasien yang isoman ke isoter, Korem berharap ada penurunan risiko penularan dan penyebaran covid-19 di tengah masyarakat. Isoter juga sekaligus mengurangi risiko kematian.

“Peran TNI-Polri, pemerintah daerah (pemda), Toga dan Tomas serta seluruh komponen masyarakat malang Raya dalam pemindahan pasien isoman ke isoter sangat penting,” ujarnya.

Dengan sosialisasi, masyarakat akan memahami akan pentingnya isoter bagi warga yang terconfirm positif covid-19.

Di sisi lain Korem akan terus mendorong pelaksanaan 3T.

Yakni testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (pengobatan) secara sinergi antara Babinsa, Babinkamtibmas dan tenaga kesehatan.

“Isoter itu sangat kita perlukan untuk memutus penyebaran covid-19. Sekaligus mempercepat penyembuhan pasien,” katanya.

Fasilitas isolasi terpusat sendiri sudah lengkap. Ada dokter, perawat, oksigen, obat-obatan, dan konsumsi pasien yang tersedia secara gratis.

Di tempat isoter, kondisi pasien akan termonitor kesehatannya 24 jam oleh tenaga kesehatan.

“Kemudian, yang terpenting, orang tua, saudara-saudara, anak-anak kita akan terhindar dari penularan covid 19,” ringkasnya.

Oleh karena itu dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu takut masuk isoter. Karena semuanya itu untuk kebaikan dan kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar.(carep-04/yds)

Iklan

Terpopuler