Connect with us

Pemerintahan

Tugu Tirta Jadi Speaker Bimtek Direktorat Air Minum Kementerian PUPR

Diterbitkan

,

Tugu Tirta Jadi Speaker Bimtek Direktorat Air Minum Kementerian PUPR
Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas memberikan paparan dari Ruang TCC Tugu Tirta saat berlangsungnya bimtek virtual, Selasa (27/7). (Foto : Humas Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang)

 

KABARMALANG.COM – Perumda Tugu Tirta Kota Malang menjadi speaker dalam Bimtek dan Pendampingan Penerapan RPAM secara virtual oleh Kementerian PUPR, Selasa (27/7).

Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas berkesempatan memaparkan best practice dan implementasi RPAM.

“Salah satu poin keuntungan bagi kami, yakni kami bersyukur memiliki air berkualitas dari sumber-sumber yang ada. Sehingga tidak perlu menggunakan treatment lengkap, hanya desinfeksi menggunakan gas chlor,” terang Muhlas membuka paparannya.

Kelebihan tersebut mendapat tunjanga sistem distribusi menggunakan sistem DMA dengan memanfaatkan 42 unit reservoir, elevasi wilayah pelayanan yang fluktuatif serta kontinuitas pelayanan 24 jam pada tekanan 0,5 bar.

“Kami melakukan RPAM Continues Improvement sehingga bisa melakukan sistem RPAM terintegrasi dan berbasis IT. Ada integrasi dokumen RPAM dengan sistem IT eksisting sebagai bentuk monitoring operasional. Kami membuat sistem SCADA 24/7 sebagai command center untuk monitoring secara online,” beber Muhlas.

Sejumlah tantangan yang dihadapi, tak menyurutkan semangat Tugu Tirta dalam mengawal pelaksanaan RPAM.

“Keterbatasan anggaran tidak menjadikan kami mengurungkan niat mengembangkan RPAM. Ada skala prioritas yang dipertimbangkan setelah menganalisa prioritas resiko,” jelasnya.

“Tentu saja masing-masing daerah memiliki problematika yang tidak sama, maka prioritas resikonya juga berbeda. Sehingga dari situlah kami bisa mengambil keputusan terkait RPAM,” urai pria pecinta seni yang hobby melukis dan bermusik ini.

Karenanya, sejak ‘berkenalan’ dengan RPAM pada medio 2012, Tugu Tirta bisa menjalankannya dan menjadi salah satu pilot project nasional hingga sekarang.

Muhlas pun memaparkan banyak manfaat RPAM. Di antaranya, bisa mengetahui potensi kejadian bahaya yang mempunyai resiko paling besar di SPAM, membuat kinerja SPAM lebih handal, meningkatkan kinerja pelayanan dengan preventive action.

Kemudian, menjamin pemenuhan target air minum aman sesuai standar Permenkes serta dapat menjadi dasar pengambilan keputusan untuk pelaksanaan prioritas.

Pada bimtek ini, Ketua Tim RPAM Tugu Tirta, Dra Nanis Setiari juga berkesempatan menjelaskan tambahan materi pengenalan RPAM.

Nanis, menjelaskan mengenai dasar pelaksanaan RPAM, regulasi pendukung, frame work RPAM, ikhtisar RPAM hingga diagram proses RPAM. Dia juga memaparkan alasan perlunya pelaksanaan RPAM dikawal secara tepat guna.

“Karena berkaitan erat dengan peningkatan kesehatan masyarakat. Sifat air yang mengandung mikro organisme di dalamnya berpotensi membawa penyakit. Hal ini berdampak terjadinya diare yang menjadi peringkat ke-7 penyebab kematian serta penyebab stunting pada balita,” tutur Nanis.

Wanita yang kesehariannya menjabat Manajer Pengawasan Kerja (Wasker) Tugu Tirta itu menambahkan, RPAM juga penting.

Karena berdasarkan evaluasi kinerja per 2019, sebanyak 380 PDAM di Indonesia belum bisa memenuhi unsur kontinutitas dan level tekanan. Begitu pula untuk tingkat kehilangan air atau NRW masih tinggi, yakni rata rata 33,75 persen.

“Padahal standar NRW 20 persen dengan asumsi kehilangan air karena kebocoran-kebocoran kecil di pelanggan,” tukasnya.

Bimtek ini akan diselenggarakan virtual selama empat hari, mulai Selasa (27/7/21) hingga Jumat (30/7/21).

Sementara pesertanya lintas Kementerian dan Lembaga, Pemda dan penyelenggara SPAM serta mitra kerja di bidang air minum.

Dari bimtek ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman PDAM terkait RPAM serta diharapkan dapat menerapkan RPAM di lingkup PDAM secara tepat.(carep-04/yds)

Iklan

Terpopuler