Connect with us

Pemerintahan

Dinas Sosial P3AP2KB Getol Tangani Fakir Miskin di Kota Malang

Published

on

Dinas Sosial P3AP2KB Getol Tangani Fakir Miskin di Kota Malang
Djoewita Wahanani Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos-P3AP2KB Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Dinas Sosial P3AP2KB getol melakukan penanganan para fakir miskin yang ada di Kota Malang.

Djoewita Wahanani Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin membenarkan. Pihaknya menangani dalam pemberian bantuan dalam bentuk stimulan.

Misalnya, menurut Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kemensos belum bisa mengcover seluruh fakir miskin di Kota Malang.

Maka Pemkot Malang akan mengcover dengan BPNT Daerah. Selain itu juga  ada program-program jaring pengaman sosial.

“Semoga di tahun ini, mungkin jaring pengaman sosial akan berusaha mengcover penduduk miskin, terutama yang desil 1 dan 2 di Kota Malang,”  ujar Djoewita kepada Kabarmalang.com, Senin (12/7).

“Desil adalah hitungan dari jumlah kemiskinan penduduk miskin. Ada empat tingkatan desil. Nah, yang paling rendah itu desil satu dan dua,” sambungnya.

Djoewita mengatakan menurut data DTKS, terdapat sekitar 129 ribu fakir miskin yang ada di Kota Malang, terdiri dari desil 1 sampai 4.

“Yang kita tangani melalui BPNT kementerian itu kemarin kisaran 19 ribu sekian (fakir miskin),” terangnya.

Berkaitan dengan BPNT Daerah, pemberiannya berupa  non tunai kepada para fakir miskin di Kota Malang.

“Konsep dari pusat, kita (Dinas Sosial P3AP2KB) bawa ke daerah, jadi kita memberdayakan keluarga penerima manfaat itu di setiap e-Warong,” tutur Djoewita.

“Konsepnya bagus, ketika KPM ada kepengurusannya, bisa saling melayani antar sesama KPM, kemudian ada sisa hasil usahanya sebagian untuk permodalan dan usaha mereka,” tambahnya.

Dalam transaksi di e-Warong para Keluarga Penerima Manfaat (KPM), menggunakan alat tukar berupa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

“Kalau di Kota Malang menggunakan BPNTD, penyalurnya dari Bank Jatim,” tutup Djoewita.(fat/yds)

Advertisement

Terpopuler