Connect with us

Pemerintahan

Perpanjang Pengetatan, Pemerintah Antisipasi Pemudik ‘Nelat’ Pulang

Published

on

Perpanjang Pengetatan, Pemerintah Antisipasi Pemudik 'Nelat' Pulang
Petugas gabungan ketika menghentikan kendaraan plat luar Malang di exit tol Madyopuro. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pengetatan tim gabungan TNI-Polri dan jajaran Pemkot Malang tetap bergulir hingga 31 Mei 2021. Karena, petugas mengantisipasi mudik lebaran yang nelat pulang.

Kegiatan penyekatan pertama terlaksana pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Kemudian pemerintah memperpanjangnya menjadi pengetatan pada 18 Mei hingga 24 Mei 2021.

Sekarang, pengetatan mendapat perpanjangan lagi hingga 31 Mei 2021 mendatang.

“Iya memang benar. Metode pengetatan tidak jauh berbeda dengan kegiatan penyekatan sebelumnya. Untuk tempat, tetap berada di Exit Tol Madyopuro,” seru Ipda Fauri, perwira polisi Polresta Malang, Rabu (26/5).

Fauri menjelaskan, perintah perpanjangan masa pengetatan tersebut berasal dari Kapolri dan Polda Jawa Timur.

“Perintah perpanjangan itu dari bapak Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Polda Jatim,” imbuhnya.

Sementara itu, jajaran Kodim 0833 menurunkan tiga anggota gabungan Koramil Klojen, Kedung Kandang dan Blimbing untuk pengetatan.

Kabar Lainnya : Belasan Pemudik Putar Balik di Tol Madyopuro.

Serka Hadi mengatakan, tujuan dari perpanjangan pengetatan tersebut untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Dari pantauan, arus balik masih cukup padat. Selain itu juga untuk mencegah penyebaran covid-19,” jelasnya.

Selama masa perpanjangan pengetatan tersebut, petugas fokus melaksanakan pemeriksaan kendaraan berplat luar Malang Raya.

“Untuk sekarang, pengemudi mobil tidak perlu menunjukan surat perjalanan dinas (kerja). Cukup menunjukan surat keterangan negatif covid-19,” ringkasnya.

Apabila tidak dapat menunjukan surat keterangan negatif Covid-19, maka akan kami lakukan tindakan putar balik,” akhirnya.

Sebagai informasi, selama kegiatan pengetatan mulai 6 Mei hingga 24 Mei 2021 lalu, petugas memeriksa ribuan kendaraan.

Yaitu, sebanyak 6.950 kendaraan penumpang, 91 unit bus dan 734 unit mobil barang.

Kemudian kendaraan yang putar balik, ada 1.124 unit mobil penumpang, 49 unit bus dan 416 unit mobil barang.

Terakhir, ada sekitar 316 orang yang melaksanakan rapid test atau swab antigen di lokasi penyekatan.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler