Connect with us

Peristiwa

Orang Hilang Di Pantai Batu Bengkung, 1 Meninggal, 2 Dalam Pencarian

Published

on

Orang Hilang Di Pantai Batu Bengkung, 1 Meninggal, 2 Dalam Pencarian
Petugas PMI Kabupaten Malang saat memantau laut Batu Bengkung dalam upaya pencarian korban kecelakaan laut, Rabu (26/5). (Foto : PMI Kabupaten Malang for Kabarmalang.com)

 

KABARMALANG.COM – Informasi orang hilang di pantai Batu Bengkung muncul di sejumlah grup WhatsApp Malang.

Dari informasi grup tersebut, dugaan kuat ada sejumlah orang menjadi korban dalam kecelakaan pantai. Informasi ini mulai muncul Rabu (26/5) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dugaan kuat, orang hilang di pantai Batu Bengkung berasal dari Mojokerto. “Info awal dari grup sebelah. Monitor 44 laka laut Bengkung,” kicau salah satu anggota grup.

Kasi Pelayanan PMI Kabupaten Malang, Amirul Yasin, membenarkan. “Benar ada orang hilang di pantai Batu Bengkung,” ujar Yasin kepada Kabarmalang.com, Rabu siang ini (26/5).

Orang Hilang Di Pantai Batu Bengkung, 1 Meninggal, 2 Dalam Pencarian

Jenazah korban laka laut Batu Bengkung, Azizah yang ketemu Rabu pagi jam 07.00 WIB. (Foto : Istimewa)

Dari keterangan sementara himpunan Kabarmalang.com, tiga orang menjadi korban laka laut. Korban pertama bernama Azizah, 21, warga NTT, mahasiswi Institut KH Abdul Chalim Mojokerto.

Kedua, Maulana Muhammad Al Faridzi, 30, asal Desa Petonggan, Kecamatan Rakit Kulim, Indragiri Hulu, juga mahasiswa dari institut yang sama.

Ketiga, Fikri, 19, asal Padang, Sumatra Barat, mahasiswa Institut KH Abdul Chalim Mojokerto. Menurut Yasin, pencarian masih berjalan.

Karena, kabarnya petugas baru bisa menemukan jenazah Azizah saja. “Masih dalam pencarian,” tandas Yasin.

Sehingga, petugas masih berada di pantai untuk mencari jenazah Fikri dan Maulana.

Peristiwa nahas ini terjadi beberapa jam setelah para korban tiba di pantai wisata Batu Bengkung, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan.

Kabar Lainnya : Mahasiswa Brawijaya Asal Bogor Hilang Terseret Ombak Pantai Watu Leter.

Mereka, merupakan rombongan penghuni asrama Institut KH Abdul Chalim Mojokerto. Mereka tiba di sana pukul 18.00 WIB,  Selasa (25/5) dengan 4 sepeda motor.

8 orang dalam rombongan tersebut mendirikan tenda dan bermalam di sana. Pagi hari, Rabu (26/5), pukul 06.00 WIB, 6 orang menuju gunung Batu Bengkung untuk selfie sun rise.

“Tiga orang kembali ke tenda, tiga lainnya masih di atas gunung itu. Tidak lama, tiga orang yang tertinggal kembali tetapi menyeberangi Batu Bengkung,” ujar Yasin.

Nahas, tiba-tiba saja datang ombak besar dari arah timur ke barat. Alhasil, tiga orang tersebut terseret ombak.

Warga setempat dan para teman korban langsung mencari bantuan. PMI, Polairud dan petugas setempat langsung meluncur ke lokasi.

“Korban Azizah kami temukan pagi jam 07.00 WIB dalam kondisi meninggal. Dua lainnya masih kami cari,” tutup Yasin.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler