Connect with us

Pemerintahan

Polres Malang Siapkan 4 Pos Penyekatan Skala Kecil Jalan Tikus

Published

on

Polres Malang Siapkan 4 Pos Penyekatan Skala Kecil Jalan Tikus
Apel Kesiapan Pam Larangan Mudik Menjelang Hari Rata Idul Fitri 1442 H di Stadion Kanjuruhan, Senin (26/4). (Foto : Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Polres Malang siapkan 4 pos penyekatan skala kecil. Pos ini untuk menyekat wilayah yang berpotensi menjadi jalan tikus masyarakat.

Polres ingin mencegah masyarakat nekat keluar masuk Kabupaten Malang jelang lebaran. Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar membenarkan.

Polres Malang siapkan 4 pos penyekatan skala kecil itu di tapal batas. Yakni di Desa Sumberoto dan Desa Donomulyo, Kecamatan Domulyo.

Kabar Lainnya : Kasus Dugaan Pembunuhan Wanita Muda, Polres Malang Periksa 3 Saksi.

Kemudian, Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan selaku kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Blitar.

Kemudian, Desa Kemiri, Kecamatan Jabung. Kawasan ini merupakan daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Pasuruan.

“Kami akan menggerakkan polsek jajaran untuk berjaga di 4 pos penyekatan. Akses ini berpotensi menjadi jalan tikus,” ungkap Hendri usai apel persiapan PAM Larangan Mudik Idul Fitri di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang Senin (26/4).

Sementara itu, pos penyekatan skala besar, telah siap di 5 kawasan perbatasan. Yakni di exit tol Singosari, Lawang, dan Pakis, serta kawasan Karangkates dan Ampelgading.

“Pos penyekatan itu secara umum memastikan warga tidak keluar masuk. Terutama di luar Rayon II Malang atau Keresidenan Malang masuk wilayah Malang Raya,” tuturnya.

Rayon II Malang atau Keresidenan Malang meliputi daerah Probolinggo, Pasuruan, dan Malang Raya.

“Kalau warga dari dalam wilayah Rayon II Malang itu boleh keluar masuk Malang, tapi di luar itu tidak boleh, dan akan kami suruh putar balik,” tuturnya.

Perwira berpangkat dua melati itu menjelaskan nantinya juga akan ada pengecekan tes rapid antigen bagi para pengendara yang akan masuk Malang Raya.

“Apabila ketahuan ada yang reaktif saat rapid, kami sudah siapkan tempat isolasi mandiri bagi pengendara selama 5 kali 24 jam,” jelasnya.

Kabar Lainnya : Mabuk Saat Ramadan, Sekelompok Orang Asal Malang Keroyok Tentara.

Sementara itu, sebelum penyekatan 6 hingga 17 Mei nanti, Hendri pun menginstruksikan jajarannya untuk melakukan sosialisasi di Kabupaten Malang

Informasi larangan mudik itu ke masyarakat akan tersiar hingga 5 Mei nanti.

“Kalau sekarang kami tingkatkan operasi yustisi saja, serta sosialisasi ke masyarakat Malang bahwa ada larangan mudik nantinya,” tutupnya.(im/yds)

Advertisement

Terpopuler