Pemerintahan
Audiensi Pedagang, Made: Revitalisasi Pasar Besar Masih Wacana

KABARMALANG.COM – Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menerima kedatangan Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang (HIPPAMA) dalam audiensi isu revitalisasi Pasar Besar.
Rencana Pemerintah Kota Malang untuk melakukan revitalisasi Pasar Besar ini sudah semakin ramai di tengah masyarakat.
Pemkot Malang bahkan sudah melakukan proses pembukaan tender untuk jasa konsultasi perencanaan dengan sumber anggaran APBD tahun 2021.
Wali Kota Malang Sutiaji juga menyebutkan PT. Matahari Department Store selaku pengelola telah berkirim surat dengan Pemkot Malang terkait perjanjian kerjasama baru.
Hal ini kemudian yang menjadi landasan Pemkot untuk pengadaan lelang untuk pengerjaan detail engineering design.
Tetapi, hal ini meresahkan para pedagang. Ketua HIPPAMA Muhammad Hatta menyebut Pemkot menyusun kebijakan revitalisasi tanpa tahapan hearing dengan para pedagang.
“Kita punya pemikiran selain penyakit pandemi covid-19, sekarang banyak orang susah di bawah. Saya mengimbau kepada pimpinan Kota Malang, hentikan pembangunan,” ujar Hatta.
Senada dengan Hatta, Sekretaris HIPPAMA Zainul mengamini. Pedagang takut akan adanya rencana revitalisasi pasar ini.
Karena, pedagang sudah seharusnya terlibat dalam proses perencanaan revitalisasi pasar besar sebagai pihak yang terdampak kelak.
Terutama setelah Pemerintah Kota Malang bicara di media bahwa anggaran untuk revitalisasi Pasar Besar sebesar Rp. 125 Miliar. Ini semakin membuat pedagang resah.
“Pemkot perlu melibatkan pedagang. Langkah perdana seolah-olah Pemkot tidak mau mendengar suara pedagang. Ini membuat pedagang resah,” terang Zainul.
Dia juga mempertanyakan rasionalisasi Pemkot Malang dalam melakukan revitalisasi. Menurutnya kebutuhan pedagang hanya sekedar renovasi di beberapa titik di Pasar Besar yang terdapat kebocoran pada saat hujan.
“Atas dasar apa Pemkot mau membangun ulang pasar besar padahal hanya butuh renovasi. Keluhan pedagang pasar itu hanya kebocoran. Itu tanggung jawab Matahari selaku penanggungjawab perjanjian kerjasama,” ucapnya.
Kabar Lainnya : Langka! Fenomena Cincin Matahari, Begini Penjelasan Kepala Stasiun Geofisika Karangkates Malang.
Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mendengar semua aduan ini. Dia menjelaskan bahwa pernyataan Wali Kota belum resmi.
Karena, tidak ada surat masuk kepada DPRD Kota Malang terkait rencana revitalisasi Pasar Besar tersebut.
“ Wali Kota belum ada satu surat pun kepada DPRD terkait revitalisasi Pasar Besar,” tegas Made.
Dia juga menerangkan sampai saat ini masih belum ada surat pembahasan addendum PKS dari PT. Matahari.
“Matahari juga belum ada jawaban dan surat resmi ke pemerintah kota. Tidak mungkin, Matahari pada bulan Juli belum merubah adendum tahun depan tidak mungkin terbangun,” tambahnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang tersebut juga berkomitmen melibatkan pedagang dalam setiap perumusan program renovasi maupun revitalisasi Pasar Besar.
“Saya dalam memutuskan adendum itu pasti saya melibatkan pedagang sebagai subjek dan objek yang harus memiliki hak dan tanggung jawab,” ringkasnya.
“Sehingga, kita bisa mendeteksi kebutuhan-kebutuhan para pedagang lebih dini sehingga komunikasi terbangun,” bebernya.
Made juga meminta pedagang untuk tidak khawatir tentang revitalisasi. Dia meminta para pedagang untuk beraktivitas seperti biasa.
Apabila ada perkembangan rencana Pemkot merevitalisasi pasar, dia akan terus berkomunikasi dengan para pedagang.
“Mau membangun tanpa melibatkan dewan itu tidak mungkin. Jadi menurut saya tidak perlu ada tanggapan secara berlebihan, jalan saja seperti biasa,” akhirnya.(fir/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































