Connect with us

Edukasi

UB Kukuhkan Tiga Profesor Baru Bidang Peternakan Dan Pertanian

Published

on

UB Kukuhkan Tiga Profesor Baru Bidang Peternakan Dan Pertanian
Pengukuhan tiga profesor baru Universitas Brawijaya, Sabtu (20/3). (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COMUniversitas Brawijaya (UB) kukuhkan tiga profesor baru, Sabtu (20/03). Tiga professor baru, adalah ahli bidang peternakan dan pertanian.

Pertama, Prof Dr Ir Nurul Isnaini MP. Dia menjadi profesor dalam bidang Ilmu Manajemen Reproduksi Ternak.

Nurul Isnaini menjadi profesor aktif ke-17 dari Fakultas Peternakan. Dia juga profesor aktif ke-193 di UB. Dia pun profesor ke-276 dari seluruh profesor UB.

Sorot Kerbau Sebagai Jalan Swasembada Daging, Ingatkan Pentingnya Eksplorasi Teknologi Kloning

Pidato ilmiah Prof Nurul menyorot kerbau sebagai jalan swasembada daging. Tetapi, fertilitas kerbau menjadi persoalan.

Sehingga, Prof Nurul memproposisikan teknologi reproduksi kembar. Prof Nurul menawarkan tiga metode.

Pertama, induksi, superovulasi dan inseminasi buatan. Kedua, induksi, superovulasi, inseminasi buatan dan transfer embrio.

Ketiga, maturasi oosit in vitro, fertilisasi in vitro, dan transfer embrio.

“Pengembangan teknologi kloning ternak kerbau memiliki nilai sosial budaya dan ekonomi tinggi. Seperti Tedong Saleko di Toraja. Perlu ada eksplorasi pada masa-masa mendatang,” terangnya.

Residu Pakan Antibiotik Berisiko, Tawarkan Teknologi Produksi Natural Growth Promoter

Kedua, Prof Dr Ir Muhammad Halim Natsir SPt MP. Dia menjadi profesor bidang Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pengolahan Pakan Unggas.

Halim Natsir menjadi profesor aktif ke-18 dari Fakultas Peternakan. Dia pun profesor aktif ke-194 di UB, Serta menjadi profesor ke-277 dari UB.

Dalam pidato ilmiahnya, Prof Halim mengingatkan risiko residu pakan antibiotik. Sehingga, dia mendorong perubahan pakan ayam ke natural growth promoter (NGP).

Tetapi, NGP tidak laris di pasaran peternakan. Karena, pemilihan teknologi produksi NGP kurang tepat. Karena itu, perlu ada penggunaan teknologi nano enkapsulasi double coating.

“Formulasi pakan smart farming akan meningkatkan kualitas pakan. Yang sesuai dengan kondisi ayam di peternakan. Sehingga produktivitas dan kesehatan ayam meningkat,” ujarnya.

Improvisasi Pengelolaan Hama Gudang Terpadu, Selamatkan Beras Dari Serangga

Terakhir, Prof Dr Ir Ludji Pantja Astuti MS. Dia adalah profesor bidang Ilmu Hama Pasca Panen.

Ludji Pantja menjadi profesor aktif ke-41 dari Fakultas Pertanian. Selanjutnya, dia profesor aktif ke-195 di UB. Juga, profesor ke-278 UB.

Pidato ilmiahnya, fokus pada improvisasi pengelolaan hama gudang terpadu. Khususnya, untuk penyimpanan beras.

Menurutnya, improvisasi pengelolaan hama gudang terpadu sangat adaptif. Pengelola penyimpanan beras harus memperhatikan beberapa hal. Yakni, kondisi wilayah, waktu serta kearifan lokal.

Serangga hama dapat terdeteksi dengan berbagai teknik pengamatan. Gudang harus memiliki suhu dan kelembaban udara tertentu.

“Pengemasan beras harus berbahan yang kuat. Menyimpan beras berkualitas baik dengan kadar air 12 persen dapat dilakukan. Ini untuk menghambat pertumbuhan serangga hama yang menyerang beras,” ringkasnya.

UB kukuhkan tiga profesor baru, di gedung Samanta Krida.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler