Pemerintahan
Dandim Kota Malang : Jurnalis Pun Perlu Waspada Covid-19

KABARMALANG.COM – Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona mengingatkan pentingnya wartawan menjaga prokes. Jurnalis sebagai ujung tombak informasi masyarakat juga rentan terpapar.
Sehingga, Ferdian pun menyampaikan agar media mematuhi prokes.
“Karena wabah ini sangat berbahaya. Semoga kita semua terhindar dari wadah tersebut,” ungkap Ferdian, Senin (15/2) saat menemui Arema Media Group, di Makodim Jalan Kahuripan Kota Malang.
Baca Juga : Silaturahmi Virtual, PWI Malang Raya bersama Dandim 0833 Kota Malang.
Dia juga mengharap awak media selalu sehat. Serta, bisa terus bekerja menyampaikan berita kepada masyarakat.
Kodim selalu siap menjalin kerjasama positif dalam menyiarkan prokes.
“Semoga selalu mendapat kesehatan. Agar dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari. Semoga juga wabah ini segera berakhir,” ujarnya.
Ferdian menemui sejumlah pejabat Arema Media Group. Antara lain Direktur Imawan Mashuri. Kemudian, Dirut City Guide Eko Setyawan.
Kemudian, Manajer Bisnis dan Kemitraan Ameg Febi Damayanti.(carep-04/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































