Connect with us

Edukasi

Terkendala Jaringan Internet, SDN Gunungsari 4 Kota Batu Jalankan KBM Visit

Diterbitkan

||

Guru SD Negeri Gunungsari 4 ketika melaksanakan KBM visit di salah satu rumah siswa

KABARMALANG.COM – Jaringan internet menjadi kendala bagi SDN Gunungsari 4 di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, untuk menjalankan pembelajaran daring. Sebagai gantinya, sekolah menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) visit atau mendatangi rumah siswa.

Kepala Sekolah SD Negeri Gunungsari 4, Indrayanto mengaku, kendala jaringan internet disebabkan kondisi topografi yang berada di lembah pegunungan. “Keberadaan kami secara topografi yang menjadi kendala jaringan internet, sehingga KBM daring sulit bagi siswa. Kemudian kami menggantinya dengan KBM visit,” terang Indaryanto, Jumat (7/8/2020).

Selain itu, Indrayanto, orang tua pelajar SDN Gunungsari 4 rata-rata adalah petani, peternak, pekerja di toko, dan kuli bangunan. Sehingga, jarang sekali bisa menemani pelajar untuk belajar.

“Tetapi kami mendengar kabar bahwa Satgas Covid-19 sudah memberikan rekomendasi bisa menggelar KBM tatap muka. Kami mengucapkan syukur alhamdulillah, agar para siswa tidak tertinggal pelajarannya,” ucap Indaryanto.

Menurut Indrayanto, ketika nanti sudah menerima dengan rekomendasi dari Satgas COVID-19 Kota Batu, maka skenario KBM tatap muka yang telah digagas sejak awal akan siap dijalankan.

Yaitu dengan membagi kelompok rombongan belajar (rombel) yang mengikuti KBM tatap muka di sekolah. Untuk kelas 1 dan 2 dilaksanakan pembelajaran tatap muka pada Senin, kelas 3 dan 4 pada hari berikutnya, serta kelas 5 dan 6 melaksanakan KBM di hari Rabu.

“Untuk jam KBM dimulai pukul 8 pagi sampai dengan pukul 11 siang. Sistem ini sudah pernah kita laksanakan sebelum kemudian diganti KBM visit,” terang Indrayanto.

Indrayanto menyebut, tidak perlu dikhawatirkan jika sistem KBM tatap muka digelar. Karena mengingat jumlah pelajar di SDN Gunungsari 4 secara keseluruhan hanya sebanyak 44 pelajar. Rinciannya untuk kelas I jumlahnya 9 siswa, kelas II ada 7 siswa, kelas III terdapat 7 siswa, kelas IV sejumlah 8 siswa, kelas V ada 8 siswa, dan kelas VI hanya 5 orang.

“Sehingga jaga jarak di ruang kelas akan bisa diterapkan. Dan sebelum masuk kelas, kami tentunya menerapkan protokol kesehatan kepada pelajar maupun guru,” beber Indrayanto.

Sebelumnya, Satgas Covid-19 Kota Batu memutuskan SDN Gunungsari 4 dapat menjalankan KBM tatap muka, dikarenakan kendala jaringan internet di wilayah tersebut. Selain desakan para orang tua pelajar melalui komite sekolah, agar dapat dilaksanakan KBM tatap muka.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M Chory menuturkan, keputusan untuk kembali menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka di SD Gunungsari 4 salah satunya adalah menampung aspirasi dan keluhan sekaligus permintaan dari komite sekolah yang mewakili orang tua.

“Hal ini di karenakan selama hampir 4 bulan anak-anak (pelajar) libur sekolah dan tidak memiliki aktifitas serta kegiatan sama sekali,” ujar Chory dalam keterangannya.

“Selain SDN Gunungsari 04 berada di Dusun Brau yang merupakan perkampungan di Desa Gunungsari, Kota Batu. Dusun ini memiliki keunikan topografi dibandingkan perdusunan lainnya. Karena berada di sebuah lembah di kawasan pegunungan Kota Batu,” sambung Chory. (rjs/fir)

Edukasi

Ospek Daring Program Pendidikan Vokasi UB Ramah Difabel

Diterbitkan

||

Oleh

Ketua Pelaksana PKKMB Program Pendidikan Vokasi UB 2020, Harnan Maliki Abdullah

 

KABARMALANG.COM – Ospek di Kampus Universitas Brawijaya dikenal dengan istilah Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya (PKKMB UB). Untuk tahun ajaran 2020/2021, karena sedang masa pandemi, maka proses PKKMBnya dilaksanakan secara daring.

Khusus di PKKMB UB Program Pendidikan Vokasi, tahun ini diikuti oleh 1119 mahasiswa baru. Dari total jumlah tersebut, ada sekitar seratusan mahasiswa baru yang difabel atau berkebutuhan khusus.

“Vokasi termasuk yang banyak, karena lebih ke keterampilan, seperti di programing di teknologi informasi, kita sediakan untuk isyarat dan penerjemahnya, jumlahnya ada sekitar seratusan mahasiswa difabel,” ujar Ketua Pelaksana PKKMB Vokasi UB 2020, Harnan Maliki Abdullah, Senin (21/09/2020).

Abdul menambahkan, beberapa yang bisa disebutkan adalah pendertia tuna rungu. Diberikan layanan difabel seperti di TV, ada penerjemah isyarat di pojok layar.

Untuk keterangan tambahan, dari total 1119 mahasiswa baru Program Pendidikan Vokasi UB 2020 terdiri dari program studi keuangan perbankan, program studi administrasi bisnis, program studi perhotelan, dan program studi desain grafis. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Mahasiswa UB buat gel dari Asam Jawa untuk Pemutih Gigi Alami

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Ririn Lutvita Sari (FKG), Afina Muti’ah Tuhepaly (FKG), dan Kharisma Ghanyysyafira (FT) membuat gel dari Asam Jawa yang berguna untuk memutihkan gigi secara alami.

Salah satu mahasiswa, Ririn Lutvita Sari mengatakan gigi yang mengalami perubahan warna secara ekstrinsik, sulit dihilangkan dengan cara menggosok gigi ataupun scalling, dan salah satu cara yang selama ini dilakukan adalah dengan pemutihan gigi atau Bleaching.

Namun, bahan pemutih gigi itu memberikan efek meningkatnya porositas atau penurunan kekuatan gigi, sehingga menurunkan kekerasan enamel.

Oleh karena itu, Ririn dan kawan-kawan mencoba memaksimalkan potensi asam jawa sebagai bahan pemutih gigi.

Ia menjelaskan, bahan alami yang mempunyai kemampuan untuk merubah warna gigi atau menghilangkan noda gigi yaitu asam malat (malic acid).

Dan, salah satu buah yang mengandung asam malat (malic acid) adalah buah asam jawa (Tamarindus indica L.).

Ririn, kemudian mengubah Asam Jawa menjadi gel untuk menjadi produk pemutih gigi, dan bisa diaplikasikan ke gigi selama kurang lebih 10-20 menit dan dilakukan 2-3 kali dalam satu hari.

Produk pemutih gigi berbentuk gel dari asma jawa lebih efektif dan aman karena memiliki ukuran nanopartikel, dan menggunakan bahan-bahan alami.

Sedangkan Asam Malat sendiri memiliki berat molekul sangat rendah sehingga mampu berdifusi ke dalam email dan dentin, dan dapat mengoksidasi permukaan email gigi dengan cara melepaskan oksigen yang bebas pada ikatan rangkap dari senyawa organik dan anorganik dalam gigi.

“Dalam proses bekerjanya akan terjadi proses oksidasi melibatkan oksigen dan hilangnya hidrogen. Pada proses oksidasi terjadi pemecahan rantai zat chromofor pada gigi yang sebelumnya berikatan pada pelikal, sehingga menyebabkan warna gigi menjadi lebih gelap dan terjadi reaksi reduksi yang membuat warna gigi menjadi lebih terang,” kata Ririn dalam keterangan resminya, Senin (21/9/2020).

Dosen pembimbing, Feni Istikharoh, drg menjelaskan hampir 90% material kedokteran gigi merupakan produk impor, sehingga tidak heran jika material kedokteran gigi saat ini relatif mahal.

“Kita tahu bahwa Sumber Daya Alam di Indonesia sangatlah melimpah, salah satunya adalah asam jawa. Asam jawa memiliki kandungan asam malat dan asam oksalat yang cukup tinggi,” beber Feni terpisah.

Adanya penelitian mengenai asam jawa yang nantinya dikembangkan menjadi produk nanogel, dapat berpotensi untuk digunakan sebagai produk material pemutih gigi yang aman, serta memiliki kemampuan untuk memutihkan gigi yang tidak kalah dengan produk luar negeri,” sambungnya.

Feni berharap melalui produk tersebut dokter gigi tidak perlu mengimport material pemutih gigi dari luar negeri lagi.

“Jika kita dapat mengolah sumber daya alam kita yang begitu melimpah, kedepan harapannya kita dapat mengurangi ketergantungan untuk mengimport material kedokteran gigi,” Feni Istikharoh menambahkan. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Kreatif, Mahasiswa UB Membuat Kasa dari Sarang Tarantula

Diterbitkan

||

Oleh

Ilustrasi Kasa dari Sarang Tarantula, Buatan Mahasiswa UB

 

KABARMALANG.COM – Lima mahasiswa UB lintas fakultas membuat desain kasa dari sarang telur Laba-laba Tarantula atau KASPRO.

Rizky Senna salah satu anggota tim mengatakan selama ini sarang telur tarantula dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat Indonesi. Padahal di balik itu semua sarang telur tarantula menyimpan berjuta manfaat yang jarang diketahui.

“Kandungan protein fibroin atau fibrinoin yang tinggi pada sarang telur tarantula mampu membantu mempercepat penghentian darah serta penyembuhan pada luka terbuka,” kata Rizky.

Dia menambahkan, luka terbuka yang dibalut dengan kasa akan mengalami regenerasi karena jumah sel fibroblas, sintesis kolagen, kekuatan tensile, kontraksi luka dan periode epitelisasi.

“Penyembuhan luka Kasa Kaspro melalui kandungan protein yang ada di dalamnya. Cara kerjanya sama seperti kasa biasanya, hanya saja penyembuhan bisa lebih cepat,” lanjut Rizky.

Anggota tim lain sekaligus Manajer Produksi, Yushidayah menjelaskan sarang telur tarantula didapat dari hasil pembudidayaan selama sekitar dua bulan sebelum sarang telur tarantula dipanen.

Pembudidayaan tersebut , lanjut Yushidayah, dilakukan dengan bekerjasama dengan mitra pecinta/kolektor tarantula yang ada di Indonesia.

Ming Cu, salah satu pemilik sekaligus mitra tarantula terbesar di Indonesia mengungkapkan desain inovasi Kasa Sarang Tarantula sangat menarik karena lebih efektif dalam penyembuhan luka dibandingkan dengan kasa konvensional.

Selain itu limbah dari sarang telur tarantula memang jarang digunakan atau diolah kembali menjadi bahan/produk yang bermanfaat.

“Ya, sangat menarik ya, inovasi dari temen-temen ini bagus sekali, apalagi limbah tarantula jarang juga digunakan atau diolah kembali menjadi bahan/barang yang bermanfaat,” ungkap Ming Cu. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com