Connect with us

Ekbis

Dampak Pandemi Covid-19, Keberlangsungan UMKM Kota Batu Terancam

Diterbitkan

,

KABARMALANG.COM – Keberlangsungan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Batu terancam. Hal ini akibat pandemi Covid-19 yang dampaknya sangat besar terasa bagi pelaku usaha.

Pasalnya, saat ini banyak pelaku usaha yang terbelit oleh hutang dikarenakan kunjungan dari wisatawan menjadi satu-satunya harapan untuk membangun ekonomi yang telah jatuh.

“Sangat berdampak sekali, bahkan saya kehilangan pesanan distributor dari Surabaya yang biasanya kirim produk ke luar negeri seperti Cina, Malaysia dan luar kota,” ujar Sukrino Koordinator UMKM Dusun Rejoso, Jumat (26/06/2020).

Pria berusia 51 tahun ini yang memiliki UMKM Kriya Kayu tersebut bahkan mengaku memiliki hutang kepada 15 karyawannya sebanyak lima minggu.

Hutang tersebut dikarenakan menurunnya omset produksinya yang awalnya berkisar di angka Rp 80 juta, kini terjun bebas ke angka Rp 10 Juta. Sedangkan pengeluaran setiap pekannya masih berkisar di angka Rp 6 juta untuk menghidupi karyawannya.

“Biasanya kami menproduksi kotakan alat tulis, tempat tisu, meja lipat, kursi lipat, tempat kosmetik dengan harga sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 40 ribu tergantung ukurannya,” bebernya.

Namun, karena tidak ada toko oleh-oleh yang buka dan tidak ada pesanan sovenir pernikahan, maka membuat hutang usaha yang berada di bank juga harus ikut ditangguhkan. Bukan nasibnya saja namun 30 UMKM di Dusun Rejoso juga bernasib serupa.

“Kami harap masyarakat juga bisa menurut kepada aturan pemerintah, sehingga ketika bisa bersinergi di setiap unsur maka bukan tidak mungkin era new normal di Kota Batu bisa dipercepat,” pungkasnya. (arl/fir)

Ekbis

Asosiasi Mal Kota Malang Luncurkan Aplikasi Belanja E-commerce

Diterbitkan

,

Asosiasi Mal Kota Malang Luncurkan Aplikasi Belanja E-commerce
APPBI Kota Malang dan BRI Kawi saat soft launching aplikasi belanjamallonline, Jumat (5/3). (Foto : Carep-04)

 

KABARMALANG.COM – Penurunan ekonomi selama pandemi membuat Asosiasi Mal Kota Malang berinovasi.  APPBI Kota Malang meluncurkan belanjamallonline.com, Jumat (5/3).

Aplikasi ini adalah situs e-commerce untuk mal anggota APPBI. Sehingga, pengunjung langganan mal, bisa belanja ke sini.

“Aplikasinya mirip e-commerce lainnya. Tetapi, produknya milik tenant anggota asosiasi mal kota Malang,” ujar Suwanto, Ketua APPBI Kota malang kepada Kabarmalang.com, di BRI Kawi Kota Malang.

Menurutnya, website belanjamallonline.com adalah ide anggota. Karena, ekonomi mal rontok akibat pandemi.

“Sejak pandemi, traffic kami rontok. Ada yang tinggal 50 persen, ada yang 40 persen,” kata Direktur Lippo Plaza Kota Batu ini.

Kabar Lainnya : Mal Pelayanan Publik adalah Reformasi Kelembagaan.

Menurutnya, ide membuat belanjamallonline.com sudah ada sejak lama. Tetapi, baru tahun 2021 ini APPBI Kota Malang bisa mewujudkannya.

“Tahun 2021 ini, kami baru bisa kumpulkan kerjasama. Sehingga, lahirlah belanjamallonline.com,” sambungnya.

Aplikasi ini sendiri masih dalam pengembangan. Tetapi, dia yakin website tersebut bisa mengangkat transaksi mal.

Karena, asosiasi mal Kota Malang mendapat dukungan BRI. Semua transaksi aplikasi tersebut memakai produk keuangan BRI.

“Ini masih soft launching belanjamallonline.com. Tetapi, akan ada grand launching. Kami akan siapkan sistemnya. Supaya bisa menerima traffic tinggi user,” tutup Suwanto.

Senior Manager Retail Payment And Card Kanwil BRI Malang, Tri Wahyuni mengamini. Menurut Yuni, belanjamallonline.com sesuai dengan kampanye cashless BRI.

“Masyarakat bisa transaksi cashless. Juga meminimalisir penyebaran virus. Dengan begini tak perlu takut belanja mal. Bisa memenuhi kebutuhan yang ingin beli di mal,” ujarnya.

Sehingga, kehadiran website belanjamallonline.com ini bisa menjadi trigger. Supaya, masyarakat semakin melepas ketergantungan pada uang kertas.

“Bisa jadi trigger menggunakan BRI untuk belanja di 9 mal Kota Malang. Semua kartu bisa. Kartu debit, kredit, Brizzi sampai Qris,” tutupnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

Hujan Deras Gagalkan Panen, Harga Cabai Semakin Pedas Di Malang

Diterbitkan

,

Hujan Deras Gagalkan Panen, Harga Cabai Semakin Pedas Di Malang
Transaksi cabai oleh pedagang dan pembeli di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Hujan deras gagalkan panen cabai. Masyarakat Kabupaten Malang pun harus puasa lombok.

Karena, harga cabai sudah sama pedasnya dengan rasanya. Harga cabai rawit di Kabupaten Malang rata-rata Rp 90 ribu.

Kabar Lainnya : Hujan Datang, Apel Batu Terancam Gagal Panen.

Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Malang, Hasan Tuasikal membenarkan. Naiknya harga cabai itu akibat stok cabai minim.

“Sentra-sentra cabai seperti di Ngantang, Blitar, dan Kediri kabarnya banyak gagal panen,” ungkapnya, Kamis (4/3).

Lebih lanjut, penyebab gagal panen tersebut akibat cuaca. Yakni hujan deras yang gagalkan panen. Kenyataannya, hujan terjadi terus menerus akhir-akhir ini.

Hanya saja, stok cabai Kabupaten Malang masih terbilang aman. Cuma harganya saja yang melambung.

Kabar Lainnya : Musim Hajatan, Harga Cabai Semakin Pedas.

“Kini, kami tengah berkomunikasi mencari solusi. Supaya harga cabai ini bisa terkontrol,” ujarnya.

Sementara, Disperindag Kabupaten Malang pun tak berdaya. Disperindag juga tidak bisa operasi pasar. Karena, tidak ada gudang tertentu untuk cabai.

“Sementara, tidak mungkin ada oknum yang menimbun cabai. Karena, komoditas ini kan mudah busuk,” pungkasnya.

Beberapa petani Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang pun mengeluh. Padahal, wilayah ini adalah sentra cabai. Tetapi, sampai saat ini petani belum panen.

Kabar Lainnya : Gagal Panen, Harga Cabai Kota Batu Melambung Tinggi.

Di sana biasanya panennya bulan 5. Sedangkan untuk wilayah Blitar gagal panen cabai.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

Ibu Rumah Tangga di Pagelaran Pelatih UMKM Kepercayaan Kementan

Diterbitkan

,

Ibu Rumah Tangga di Pagelaran Pelatih UMKM Kepercayaan Kementan
Endang Tri Pujiastuti, 54, warga Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran saat menunjukkan salah satu makanan olahan miliknya. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Ibu rumah tangga bernama Endang Tri Pujiastuti, 54 sukses. Dia serius menggeluti usaha pengolahan makanan ringan.

Warga Desa Suwaru, Pagelaran itu sukses usaha jajanan oleh-oleh. Bahkan, keseriusannya mengelola jajanan ringan itu mendapat apresiasi.

Dia menjadi kepercayaan Kementan RI untuk pelatihan mengolah pangan. Yakni, Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya P4S Kementan.

“Banyak yang datang ke sini belajar mengolah makanan ringan. Baik itu masyarakat umum maupun kedinasan,” ungkapnya, Kamis (4/3).

Kabar Lainnya : Tanam Ganja di Kost, Mahasiswa Asal Lamongan Ditangkap Polisi.

Ibu rumah tangga ini mengolah buah-buahan di sekitarnya. Yakni salak dan pisang.

Dia menceritakan, usaha itu warisan kedua orang tuanya. Yakni Sugeng Setyowadi dan Setiti Andrian.

“Tahun 2011, bapak mempercayai saya menjadi pelatih P4S,” katanya.

Dia pun merinci teknik mengolah buah-buahan itu. Tiap buah, memiliki metode pengolahan sendiri.

“Salak kita jadikan dodol. Untuk pisang kita jadikan pisang dengan aneka rasa,” tuturnya.

Kini produk hasilnya mengolah sudah terjual ke berbagai daerah. Dia juga memiliki distributor yang tersebar di Malang Raya.

Ibu rumah tangga ini berbagi tips untuk calon pengusaha. Da berpesan agar siapapun tidak ragu dalam memulai usaha.

Kuncinya adalah kemauan, kreativitas mengolah dan memaksimalkan kualitas produk.

“Tidak perlu ide usaha yang muluk-muluk. Carilah komoditas usaha yang murah tetapi jarang tersentuh oleh orang lain,” katanya.

Dia mencontohkan biji salak. Bagi kebanyakan orang, biji salak tidak berfungsi.

“Tetapi saya menemukan biji salak bisa menurunkan kolesterol. Bisa juga untuk asam urat, dan tekanan darah. Itu hasil penelitian mahasiswa,” ujarnya.

“Akhirnya saya mengolah biji salak, tumbuk sampai halus. Kemudian saya jual seperti bubuk kopi. Puji Tuhan, peminatnya banyak, dan terbukti ampuh,” pungkasnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com