Connect with us

Serba Serbi

Waspada Ancaman Hantavirus: Mengenal Bahaya, Gejala, dan Cara Pencegahan Infeksi Virus dari Tikus

Published

on

IMG 20260513 204539
Hantavirus merupakan ancaman kesehatan serius dari tikus yang sangat diwaspadai karena dapat memicu infeksi paru-paru dan ginjal parah pada manusia (istimewa)

KABARMALANG.COM – Hantavirus merupakan ancaman kesehatan serius dari tikus yang sangat diwaspadai karena dapat memicu infeksi paru-paru dan ginjal parah pada manusia melalui partikel urine, kotoran, atau air liur yang terhirup secara tidak sengaja.

Penularan virus mematikan ini sering terjadi di lingkungan rumah atau gudang yang kurang terjaga kebersihannya, di mana debu yang terkontaminasi limbah tikus mengering dan menjadi partikel udara (aerosol) yang masuk ke sistem pernapasan manusia.

Mengingat tingkat kematian infeksi tertentu seperti Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dapat mencapai 60%.

Masyarakat diimbau untuk segera menerapkan langkah pencegahan mandiri melalui sanitasi yang ketat dan penggunaan alat pelindung diri guna memutus rantai penyebaran penyakit zoonosis ini di lingkungan tempat tinggal.

Jenis Penyakit Berbahaya Akibat Virus Tikus

​Terdapat beberapa klasifikasi infeksi virus yang dibawa oleh tikus dan memiliki dampak fatal bagi organ tubuh:

​Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS): Menyerang paru-paru secara mendadak. Gejala utamanya adalah sesak napas akut akibat penumpukan cairan di paru-paru.

​Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS): Umum ditemukan di kawasan Asia (termasuk Indonesia). Penyakit ini menyerang pembuluh darah dan memicu gagal ginjal akut.

​Lymphocytic Choriomeningitis (LCM): Virus dari tikus rumah yang dapat memicu radang selaput otak (meningitis) atau radang otak (ensefalitis).

Gejala Infeksi yang Perlu Diwaspadai

​Masa inkubasi biasanya berlangsung 1 hingga 8 minggu. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami tanda-tanda berikut:

​Fase Awal: Demam tinggi mendadak, menggigil, dan nyeri otot hebat (punggung, paha, bahu).

​Fase Menengah: Sakit kepala berat, mual, muntah, serta badan terasa sangat lemas.

​Fase Kritis: Batuk kering yang berubah menjadi sesak napas parah atau penurunan frekuensi buang air kecil (indikasi masalah ginjal).

Jalur Penularan ke Manusia

​Infeksi dapat terjadi tanpa harus ada kontak langsung dengan hewan pengerat tersebut:

​Inhalasi (Udara): Menghirup debu saat menyapu area yang terdapat kotoran tikus kering.

​Kontak Fisik: Menyentuh benda terkontaminasi lalu memegang area wajah (mata, hidung, mulut).

​Kontaminasi Makanan: Mengonsumsi makanan yang telah tercemar air seni tikus.

​Gigitan: Luka terbuka akibat gigitan atau cakaran langsung dari tikus.

Langkah Pencegahan dan Sanitasi Mandiri

​Lakukan langkah-langkah berikut untuk mengamankan rumah Anda dari risiko Hantavirus:

​Gunakan Proteksi: Pakai masker N95 dan sarung tangan karet saat membersihkan gudang atau area kotor.

​Gunakan Metode Basah: Jangan menyapu kotoran kering. Semprot dengan cairan disinfektan/pemutih terlebih dahulu agar virus tidak terbang ke udara.

​Manajemen Makanan: Simpan semua bahan pangan dalam wadah kaca atau plastik keras yang tertutup rapat.

​Eksklusi Tikus: Tutup rapat semua celah dinding atau lubang pipa yang lebih besar dari 1/4 inci.

 

Advertisement

Terpopuler