Serba Serbi
Panduan Lengkap Bacaan Takbiran Idul Fitri 1447 H: Teks Arab, Latin, dan Maknanya untuk Malam Kemenangan

KABARMALANG.COM – Seluruh umat Muslim di Indonesia mulai mengumandangkan bacaan takbiran sejak matahari terbenam pada malam hari ini, Jumat, 20 Maret 2026, guna menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H.
Kumandang takbir ini dilakukan sebagai bentuk syiar Islam dan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Berdasarkan panduan syariat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Nahdlatul Ulama (NU), takbiran dapat dilafalkan dalam versi pendek maupun panjang, baik di masjid, mushala, maupun dalam perjalanan menuju lapangan shalat Id, sebagai pengagungan terhadap kebesaran Ilahi sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri esok pagi.
Bacaan Takbir Pendek (Lafal Umum)
Ini adalah lafal yang paling sering dikumandangkan secara berjamaah maupun saat takbir keliling:
Lafal Arab: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Lafal Latin: Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd.
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah.”
Bacaan Takbir Lengkap (Versi Panjang)
Untuk menambah kesempurnaan, disunnahkan menyambung takbir di atas dengan doa pengagungan berikut:
Lafal Arab: اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Lafal Latin: Allāhu akbar kabīrā, walḥamdu lillāhi katsīrā, wa subḥānallāhi bukratan wa aṣīlā. Lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhliṣīna lahud-dīna wa law karihal-kāfirūn. Lā ilāha illallāhu waḥdah, ṣadaqa wa‘dah, wa naṣara ‘abdah, wa a‘azza jundah, wa hazamal-aḥzāba waḥdah. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran-Nya… (dan seterusnya sesuai terjemahan syariat).”
Ketentuan Waktu Takbiran Idul Fitri (Takbir Mursal)
Berbeda dengan Idul Adha, takbir pada Idul Fitri disebut sebagai Takbir Mursal. Berikut ketentuannya:
Mulai: Sejak matahari terbenam di akhir bulan Ramadan (malam takbiran).
Berakhir: Saat imam naik ke mimbar untuk memulai shalat Idul Fitri pada pagi 1 Syawal.
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan





































