Olahraga
Thomas Frank Dipecat Tottenham Hotspur Setelah 8 Bulan Menjabat

KABARMALANG.COM – Kabar mengejutkan datang dari London Utara hari ini, Rabu, 11 Februari 2026. Era Thomas Frank di Tottenham Hotspur resmi berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan.
Keputusan manajemen Spurs untuk memutus kontrak Thomas Frank pelatih asal Denmark tersebut menjadi bukti betapa tingginya standar di papan atas Premier League.
Setelah membangun reputasi emas bersama Brentford, Thomas Frank gagal mereplikasi keajaiban yang sama di Tottenham.
Rentetan hasil negatif yang menyeret klub ke papan bawah klasemen menjadi alasan utama di balik surat pemecatan yang diterimanya pagi ini.
Statistik Penurunan yang Drastis
Selama menjabat sejak Juni 2025, performa Spurs di bawah asuhan Frank dianggap tidak memenuhi ekspektasi klub yang menargetkan zona Eropa:
Posisi Klasemen: Peringkat ke-16 (Hanya terpaut beberapa poin dari zona degradasi).
Rata-rata Poin per Pertandingan (PPG): Hanya 1,12. Sebagai perbandingan, rata-rata PPG di bawah Ange Postecoglou atau manajer sebelumnya jauh berada di atas angka 1,5.
Durasi Jabatan: ± 8 bulan.
Perjalanan Karier: Dari Puncak Brentford ke Ujian di Spurs
Era Brentford (2018–2025): Frank adalah pahlawan yang membawa The Bees promosi ke Premier League pada 2021 dan menjadikan mereka tim “pembunuh raksasa”.
Kesuksesan ini membuatnya meraih gelar DBU Coach of the Year (2020 & 2022).
Era Tottenham (2025–2026): Datang dengan ekspektasi tinggi untuk membawa stabilitas pertahanan, namun skema permainannya tampak sulit beradaptasi dengan profil pemain bintang di skuad Spurs.
Sejumlah pengamat menyebutkan beberapa faktor kegagalan Frank:
Adaptasi Taktik: Strategi low-block dan serangan balik yang efektif di Brentford tidak berjalan maksimal di Tottenham yang dituntut tampil dominan di setiap laga.
Tekanan Ekspektasi: Transisi dari klub dengan tekanan rendah seperti Brentford ke klub “Big Six” ternyata memberikan beban mental yang besar bagi tim kepelatihan.
Masalah Ruang Ganti: Rumor mengenai ketidakcocokan instruksi Frank dengan beberapa pemain kunci senior ditengarai mempercepat kejatuhannya.
Langkah Selanjutnya bagi Tottenham
Dengan pemecatan ini, Tottenham Hotspur kini memulai pencarian manajer baru untuk menyelamatkan sisa musim 2025/2026.
Nama-nama besar seperti Zinedine Zidane atau kembalinya Mauricio Pochettino mulai ramai diperbincangkan oleh para penggemar di media sosial.
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan































