Connect with us

Peristiwa

HPN 2026 di Banten: Menjaga Marwah Jurnalisme di Era Kedaulatan AI

Published

on

HPN 2026 di Banten: Menjaga Marwah Jurnalisme di Era Kedaulatan AI
Ribuan insan pers dari seluruh penjuru tanah air berkumpul di Provinsi Banten untuk merayakan Hari Pers Nasional (istimewa)

KABARMALANG.COM – Ribuan insan pers dari seluruh penjuru tanah air berkumpul di Provinsi Banten untuk merayakan Hari Pers Nasional.

Tema besar Hari Pers Nasional tahun ini menyoroti tantangan eksistensial pers terhadap disrupsi teknologi yang semakin canggih.

Jurnalisme vs Algoritma: Mengutamakan Kebenaran di Atas Kecepatan

​Pemerintah melalui pidato resminya menekankan bahwa meskipun AI dapat memproses data dengan cepat, AI tidak memiliki nurani dan etika jurnalisme.

​Kualitas Informasi: Pers diminta untuk tetap menjadi penyaring informasi (gatekeeper) yang valid di tengah banjirnya konten clickbait yang dikendalikan algoritma media sosial.

​Verifikasi Mendalam: Kekuatan jurnalisme terletak pada konfirmasi dan verifikasi lapangan sesuatu yang belum bisa digantikan sepenuhnya oleh mesin.

Transformasi Pers Digital 2026

​Dalam rangkaian acara di Serang, dibahas pula mengenai adaptasi industri media terhadap teknologi:

​Pemanfaatan AI yang Etis: Pers didorong menggunakan AI sebagai alat bantu efisiensi (seperti transkripsi atau analisis data), namun pengambilan keputusan redaksional tetap harus di tangan manusia.

​Kedaulatan Konten: Diskusi mengenai perlindungan hak cipta karya jurnalistik dari penggunaan tanpa izin oleh platform teknologi global kembali menguat.

Mengapa Serang, Banten?

​Pemilihan Banten sebagai tuan rumah HPN 2026 bukan tanpa alasan. Provinsi ini memiliki sejarah panjang perjuangan pers dan kini tengah berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Kehadiran insan pers diharapkan mampu memotret potensi daerah sekaligus mengawal pembangunan yang berkelanjutan di tanah jawara.

Refleksi untuk Insan Pers

​Untuk bertahan di tahun 2026 dan seterusnya, jurnalisme tidak boleh hanya sekadar “ikut arus”.

Fokus pada investigasi, narasi yang humanis, dan akurasi adalah satu-satunya cara agar konten pers tetap bernilai tinggi dan dihargai oleh audiens serta pengiklan.

Advertisement

Terpopuler