Serba Serbi
Transformasi Agresif BKSL 2026: Laba Melonjak 186% dan Fokus pada Medical Tourism

KABARMALANG.COM – PT Sentul City Tbk (BKSL) membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia.
Dengan fundamental yang menguat tajam sepanjang 2025, perusahaan kini memantapkan langkahnya di tahun 2026 melalui ekspansi di sektor kesehatan (medical tourism) dan energi terbarukan.
Hingga penutupan perdagangan 4 Februari 2026, saham BKSL menunjukkan pergerakan yang menarik bagi para trader maupun investor jangka panjang:
Harga Terakhir: Berada di level Rp145.
Analisis Teknis: Setelah sempat menyentuh level tertinggi di Rp193 pada Januari lalu, saat ini saham BKSL sedang dalam fase konsolidasi.
Aktivitas Institusi: Tercatat adanya perubahan struktur kepemilikan yang melibatkan investor kakap, dengan pantauan khusus pada aktivitas transaksi dari Samuel Sekuritas yang cukup dominan di pasar.
Lonjakan Kinerja Keuangan Fantastis
BKSL berhasil membalikkan keadaan dengan pertumbuhan yang sangat impresif berdasarkan laporan keuangan terbaru:
Pendapatan: Melejit 96,28% menjadi Rp836,97 miliar.
Laba Bersih: Tumbuh signifikan 186,22% menjadi Rp74,15 miliar.
Faktor Pendorong: Peningkatan ini didorong oleh serah terima unit di klaster-klaster baru serta efisiensi operasional di bawah pengelolaan Sentul City Group (SGC).
Mega Proyek: Biotown dan Hunian Hijau
BKSL tidak lagi hanya menjual rumah, tetapi sedang membangun ekosistem masa depan:
Biotown (2.100 Ha): Kawasan ekonomi khusus medis ini diproyeksikan menjadi pusat riset dan kesehatan digital terbesar di Indonesia.
Ini merupakan game changer bagi valuasi BKSL di masa depan.
Ekspansi Hunian: Peluncuran klaster Spring Hill dan Spring Garden Tahap 2 menjawab permintaan tinggi akan hunian yang memiliki kualitas udara bersih dan lingkungan hijau.
Energi Terbarukan: Melalui diversifikasi anak usaha, BKSL mulai mengintegrasikan panel surya dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan di dalam kawasan.
Bagi investor, kenaikan laba bersih yang mencapai hampir 200% adalah sinyal fundamental yang sangat kuat.
Namun, volatilitas saham di level Rp140-Rp150 menuntut manajemen risiko yang ketat.
Fokus perusahaan pada “Green Energy” dan “Medical Tourism” membuat BKSL masuk dalam radar saham bertema ESG (Environmental, Social, and Governance) yang mulai diminati dana pensiun dan manajer investasi global.
Peristiwa19 jam agoPolres Malang Gandeng Komunitas Ojol Jadi Mitra Operasi Patuh Semeru 2026
Peristiwa17 jam agoPolres Malang Kembalikan Barang Bukti Hasil Operasi Sikat Semeru 2026 Kepada Korban
Peristiwa14 jam agoPolres Malang Tangkap Pemburu Satwa Dilindungi Landak Jawa di Sumbermanjing Wetan
Pemerintahan13 jam agoWali Kota Malang Wahyu Hidayat Dorong Terwujudnya Pesantren Ramah Santri
Olahraga8 jam agoBorneo FC Merangsek Naik Peringkat Klasemen Pekan ke 7 Super League 2026
Serba Serbi21 jam agoIndeks Harga Saham Gabungan IHSG Ditutup Melemah Tajam ke Level 5.266























