Connect with us

Peristiwa

Relokasi Puskesmas Bareng Kota Malang: Pindah ke Jalan Bondowoso, Rampung Desember 2026

Published

on

IMG 20260124 065911
Rencana relokasi Puskesmas Bareng ke lokasi yang lebih representatif segera memasuki babak baru (istimewa)

KABARMALANG.COM – Rencana relokasi Puskesmas Bareng ke lokasi yang lebih representatif segera memasuki babak baru.

Fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat ini di rencanakan pindah ke Jalan Bondowoso, menempati lahan seluas 3.142 meter persegi guna meningkatkan kualitas layanan publik di Kota Malang.

​Keputusan penetapan lokasi baru ini telah melalui koordinasi ketat di bawah pimpinan Sekretaris Daerah Kota Malang dan saat ini sedang menunggu persetujuan akhir dari Wali Kota Malang.

​Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Husnul Mu’arif, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan ini di danai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang tahun 2026.

Total Anggaran: Rp7,1 miliar (mencakup biaya DED dan konstruksi).

​Penyesuaian: Terdapat penyesuaian anggaran dari rencana awal yang di prediksi mencapai Rp10 miliar.

​Saat ini, proyek relokasi Puskesmas Bareng telah memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) di Bagian Layanan Pengadaan (BLP).

​Juli 2026: Target di mulainya pengerjaan konstruksi fisik.

​Desember 2026: Target penyelesaian pembangunan secara keseluruhan.

​”Pengerjaan konstruksi di targetkan selesai paling lambat awal Desember 2026 agar segera bisa di manfaatkan oleh masyarakat,” ujar dr. Husnul.

​Meskipun menempati lahan yang lebih luas dan strategis, Puskesmas Bareng tetap akan di fungsikan sebagai Puskesmas Non-Rawat Inap.

Pembangunan akan di sesuaikan dengan standar nasional puskesmas untuk memastikan kenyamanan pasien dan efektivitas pelayanan medis harian.

​Terkait kebutuhan tenaga medis di lokasi baru, Dinkes menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen Puskesmas Bareng.

Hal ini di karenakan status puskesmas sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

​“Kami tidak mengintervensi penambahan pegawai, karena pihak puskesmas yang paling memahami kebutuhan tenaga medis maupun administrasi di lapangan,” pungkas dr. Husnul.

Advertisement

Terpopuler