Connect with us

Peristiwa

Profil Kuncoro: Legenda Arema, ‘Tukang Jagal’ dari Era Galatama

Published

on

IMG 20260118 193817
Dalam sejarah sepak bola Malang, nama Kuncoro adalah sinonim dari karakter keras, berani, dan tanpa kompromi (istimewa)

KABARMALANG.COM – Dalam sejarah sepak bola Malang, nama Kuncoro adalah sinonim dari karakter keras, berani, dan tanpa kompromi.

Ia adalah sosok bek ikonik yang mewakili identitas asli Arema sejak era kompetisi Galatama.

Perjalanan Karier: Dari Dampit ke Panggung Nasional

​Kuncoro memulai langkahnya di dunia sepak bola melalui SSB Kaki Mas Dampit, sebuah kawah candradimuka yang produktif melahirkan pemain profesional.

Tahun 1989: Bergabung dengan Arema di usia sangat muda, 19 tahun.

Karakter Ikonik: Dikenal dengan rambut gondrong dan aksesori kalung rantai besi di lapangan sebuah citra yang lebih mirip “preman” namun sangat di takuti lawan.

Gaya Bermain: Lugas dan keras. Kuncoro memiliki prinsip, “siapa mendekat langsung ambil”, yang ia kaitkan dengan latar belakang keturunan Madura yang berwatak tegas.

“Tukang Jagal” Kesayangan Aremania

​Meski sering mengoleksi kartu kuning dan merah karena permainan kasarnya, Kuncoro justru menjadi pahlawan bagi Aremania.

Ia di anggap sebagai simbol totalitas dalam membela lambang Singo Edan di dada.

​Beberapa penyerang legendaris Timnas Indonesia yang pernah merasakan kerasnya duel melawan Kuncoro antara lain:

​Bambang Nurdiansyah

​I Made Pasek Wijaya

​”Dulu zaman jahiliah, aturan belum ketat. Main keras adalah bagian dari keberanian,” kenang Kuncoro mengenai masa jayanya.

Titik Balik Kehidupan dan Fase Karier

​Setelah tujuh musim yang gemilang di Arema, Kuncoro sempat berkelana ke berbagai klub besar seperti:

​Persija Jakarta

​PSM Makassar

​Mitra Surabaya.

Masa Kelam dan Pertobatan

​Di tengah perjalanan kariernya, Kuncoro sempat terjerumus dalam kasus narkoba.

Namun, peristiwa ini menjadi titik balik religius.

Ia memilih jalan pertobatan dan berhasil bangkit dari fase kelam tersebut untuk kembali ke dunia sepak bola.

Fakta Unik: Pensiun di Persebaya

​Hal yang paling mengejutkan adalah Kuncoro menutup karier profesionalnya di Persebaya Surabaya pada tahun 2010.

Keputusan ini sempat menuai protes dari keluarganya sendiri mengingat rivalitas panas antara Malang dan Surabaya.

Pengabdian Tanpa Batas di Arema

​Meski pernah menyeberang ke klub rival, loyalitas Kuncoro kepada Arema tidak pernah di ragukan.

Sejak tahun 2012, ia kembali ke lingkungan Singo Edan sebagai Asisten Pelatih.

Hingga saat ini, ia tetap menjadi bagian penting dari jajaran kepelatihan Arema FC, menularkan semangat “Singo Edan” kepada generasi muda.

Advertisement

Terpopuler