Connect with us

Peristiwa

Hilang Sehari, Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Anak Sungai Brantas Malang

Diterbitkan

,

IMG 20251126 113748
Sesosok mayat pria ditemukan hanyut di anak Sungai Brantas, tepatnya di perbatasan Desa Sukorejo (istimewa)

KABARMALANG.COM – Sesosok mayat pria di temukan hanyut di anak Sungai Brantas, tepatnya di perbatasan Desa Sukorejo (Gondanglegi) dengan Desa Kedungpedaringan (Kepanjen), Kabupaten Malang.

Korban di ketahui bernama Simin (66), warga Desa Curungrejo, Kepanjen, yang sehari sebelumnya telah di laporkan hilang oleh pihak keluarga.

​Penemuan jenazah di laporkan warga sekitar pada Senin (17/11) sekitar pukul 17.00 WIB.

Warga curiga setelah melihat benda mencurigakan di tepi sungai dan mencium aroma tidak sedap, yang ternyata adalah sosok laki-laki.

​Polsek Kepanjen yang menerima laporan segera menuju lokasi kejadian bersama BPBD Kabupaten Malang dan Tim SAR.

Setelah di lakukan identifikasi awal, jenazah di evakuasi menggunakan ambulans SAR ke RSUD Kanjuruhan untuk penanganan lebih lanjut.

​Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengatakan bahwa ciri-ciri korban mengenakan baju putih kecoklatan.

Dan membawa kateter urin sesuai dengan laporan orang hilang yang di terima Polsek Kepanjen sehari sebelumnya.

Simin di ketahui terakhir terlihat pada Minggu (16/11) pagi di wilayah tempat tinggalnya, Dusun Semanding, Desa Curungrejo.

​“Petugas di lokasi menemukan kecocokan ciri-ciri dengan laporan orang hilang atas nama S (66),”

“Jenazah kemudian di evakuasi ke RSUD Kanjuruhan,” kata AKP Bambang.

​Setibanya di RSUD Kanjuruhan, pihak keluarga membenarkan bahwa jenazah tersebut adalah Simin.

Meski demikian, keluarga korban menyatakan penolakan terhadap proses visum maupun autopsi.

Dan bersedia membuat surat penolakan resmi yang di ketahui perangkat desa.

​Meskipun terdapat penolakan visum, pihak kepolisian tetap melakukan pemeriksaan saksi dan penyelidikan awal.

Langkah-langkah yang di lakukan meliputi pengecekan lokasi kejadian dan pengumpulan informasi dari warga sekitar.

​“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak di temukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas AKP Bambang.

​Ia menegaskan bahwa kepolisian tetap akan melakukan pendalaman lanjutan sesuai prosedur untuk memastikan rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal.

“Kami tetap melakukan langkah penyelidikan lanjutan sesuai prosedur meskipun keluarga menolak visum, untuk mengungkap penyebab kemarian secara pasti,” pungkasnya.

Advertisement

Terpopuler