Pemerintahan
Wali Kota Malang Dorong Kebangkitan Musik

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut baik penyelenggaraan seminar internasional bertajuk “Music Within Us, Activism for Humanity” yang di gelar di RCE Building KPPN Malang hari Sabtu kemarin.
Kegiatan yang di inisiasi oleh Museum Musik Indonesia (MMI) ini di harapkan menjadi pemicu kebangkitan ekosistem musik di Kota Malang.
Wali Kota Wahyu menekankan peran penting musik dalam sejarah Kota Malang.
Ia mengenang era 60-an hingga 90-an ketika Malang di kenal sebagai barometer musik nasional.
“Sebuah grup musik belum di anggap sukses jika belum tampil dan mendapat sambutan baik di Kota Malang,”
“Kesuksesan di Malang menjadi tolok ukur keberhasilan di daerah lain,” ujarnya.
Wahyu menegaskan, Pemerintah Kota Malang berkomitmen penuh mendukung upaya MMI untuk menghidupkan kembali kejayaan musik di Kota Pendidikan ini.
Kehadiran perwakilan UNESCO serta tamu dari Thailand dan Malaysia dalam seminar ini di sebutnya sebagai momentum penting untuk mengenalkan Malang ke kancah dunia melalui jalur musik.
Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa ekosistem musik tidak hanya terbatas pada musisi, tetapi juga melibatkan banyak elemen pendukung seperti artis,
Komunitas, penggemar, kolektor, akademisi, pengusaha, pemerintah, hingga media.
Semuanya memiliki peran krusial dalam mengembangkan ekosistem musik yang sehat.
Sebagai bentuk dukungan, Wahyu juga mengungkapkan rencana revitalisasi Gedung Kesenian Gajayana sebagai salah satu ruang pertunjukan seni di Malang.
Ia juga menyoroti program unggulan Pemkot, “Seribu Event”, yang di rancang sebagai panggung kolaborasi bagi pelaku seni, musisi lokal, mahasiswa, dan UMKM.
“Melalui program Seribu Event, kami membuka ruang kolaborasi dan ekspresi,”
“Kota Malang kami jadikan sebagai panggung bersama untuk bertumbuhnya ide, inspirasi, dan kreativitas,” jelasnya.
Ia berharap, kegiatan seperti seminar internasional ini dapat menjadi pemantik kemajuan sosial dan budaya.
“Musik mampu memajukan nilai-nilai kemanusiaan, memperkuat solidaritas,”
“Dan menghidupkan obor kebudayaan di tengah kehidupan sosial kita,” pungkas Wahyu.
Sementara itu, Ketua MMI, Ratna Sakti Wulandari, menjelaskan bahwa seminar internasional ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa musik bukan sekadar pertunjukan seni.
Melainkan juga alat ampuh untuk membangun solidaritas dan jejaring sosial.
“Karena itu, hari ini kami menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, termasuk dari Ambon, Yogyakarta, dan Jakarta,”
“Peserta juga datang dari luar negeri, seperti Malaysia dan Thailand,” paparnya.
Menurut Ratna, ini membuktikan bahwa musik dapat menembus batas-batas budaya dan kehidupan, serta menjadi medium penggerak kemanusiaan lintas negara. (*)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Serba Serbi2 minggu agoSitus Resmi BMKG Luncurkan Sistem Informasi Real-Time Terpadu: Antisipasi Dampak Puncak Kemarau 2026































