Connect with us

Peristiwa

Polres Malang Siap Gelar Operasi Patuh Semeru 2025

Published

on

IMG 20250712 083758
Polres Malang menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) pada Jumat (11/7) di Aula (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Menjelang Operasi Patuh Semeru 2025, Polres Malang menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) pada Jumat (11/7) di Aula Polres Malang.

Latpraops ini di ikuti oleh jajaran pejabat utama, personel dari berbagai satuan, serta tim pelaksana operasi, sebagai persiapan matang dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Wakapolres Malang Kompol Bayu Halim Nugroho menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan humanis.

“Operasi ini harus di laksanakan secara humanis dan profesional,”

“Teguran menjadi prioritas, sedangkan penindakan hukum adalah langkah terakhir apabila upaya preventif tidak membuahkan hasil,” tegas Kompol Bayu.

Ia juga menyoroti pentingnya penanganan serius terhadap kendaraan ODOL (Over Dimension and Over Load) yang kerap menjadi pemicu kecelakaan.

“Jangan ada pembiaran terhadap ODOL. Ini harus kita tangani serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, petugas di imbau untuk menguasai teknologi dan berkomunikasi secara efektif.
Latpraops juga membahas strategi penanganan titik rawan kecelakaan.

Dan kemacetan di Malang, termasuk optimalisasi Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL).

Menurut Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, Operasi Patuh Semeru 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025, dengan melibatkan lebih dari 120 personel.

Fokus operasi meliputi penindakan pelanggaran kasat mata, penekanan angka kecelakaan, serta penanaman kesadaran hukum.

“Operasi ini bukan rutinitas biasa. Ini adalah momentum untuk menunjukkan komitmen Polri dalam mewujudkan lalu lintas yang aman dan tertib,” tambah AKP Bambang.

Operasi tahun ini akan menitikberatkan penggunaan teknologi seperti ETLE dan metode hunting system untuk mengurangi interaksi langsung dan mencegah penyalahgunaan wewenang.

Beberapa titik rawan yang menjadi fokus adalah Lawang, Turen, Kromengan, Pakisaji, serta jalur penghubung utama dan kawasan rawan kecelakaan/kemacetan.

“Harapannya, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat,”

“Serta angka pelanggaran dan kecelakaan dapat di tekan secara signifikan,” pungkasnya. (*)

 

Advertisement

Terpopuler