Connect with us

Pemerintahan

Dinsos Ungkap Tantangan Rekrutmen Siswa SD untuk Sekolah Rakyat Malang

Diterbitkan

,

IMG 20250620 072524
Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang mengungkapkan tantangan merekrut siswa Sekolah Dasar (SD) untuk Sekolah Rakyat (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang mengungkapkan tantangan merekrut siswa Sekolah Dasar (SD) untuk Sekolah Rakyat.

Hal tersebut di sampaikan Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito,

Ia mengakui adanya kendala dalam menjaring siswa SD untuk Sekolah Rakyat. Hingga kini, jumlah pendaftar belum mencapai 50 siswa.

“Memang kesulitannya pada anak-anak yang akan sekolah SD,”

“Karena usianya masih kecil, baru selesai TK kemudian SD, biasanya umur 6-7 tahun, sehingga memang kami kesulitan di situ,” jelas Donny.

Selain usia yang muda, proses rekrutmen juga memakan waktu dan tenaga.

Hal ini karena Dinsos Kota Malang perlu melakukan wawancara langsung ke masing-masing keluarga.

Untuk menjaring siswa, Dinsos bekerja sama dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Kemudian Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan perangkat kelurahan.

Para pendamping ini bertugas mensosialisasikan dan menawarkan program Sekolah Rakyat langsung kepada orang tua.

“Jadi kami harus sosialisasi dan wawancara satu per satu orang. Kami menawari, apakah mau tidak sekolah di sekolah rakyat ini,” imbuhnya.

Program Sekolah Rakyat ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk menyediakan pendidikan alternatif yang mudah diakses.

Kota Malang sendiri menunjukkan kesiapan struktural dan administratif dalam menyukseskan inisiatif ini. (adv/*)

 

Advertisement

Terpopuler