Connect with us

Peristiwa

2.113 Personel Amankan Laga Arema FC vs Persik di Kanjuruhan

Published

on

IMG 20250511 190551
Pengamanan secara ketat dan berlapis oleh Polres Malang bersama TNI, Brimob, Polda Jatim (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Sebanyak 2.113 personel gabungan di terjunkan untuk mengamankan laga perdana Arema FC kontra Persik Kediri.

Pengamanan tersebut di lakukan dalam lanjutan BRI Liga 1 2024/2025 yang di gelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (11/5/2025).

Laga ini menjadi penampilan resmi perdana Arema FC di Kanjuruhan sejak Tragedi 1 Oktober 2022.

Pengamanan secara ketat dan berlapis oleh Polres Malang bersama TNI, Brimob, Polda Jatim.

Hingga unsur pemerintahan daerah. Petugas di tempatkan di empat ring pengamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif sebelum, selama, dan sesudah pertandingan.

“Semoga pelaksanaan tugas pelayanan pengamanan sepak bola lanjutan BRI Liga 1 Arema FC melawan Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan berjalan dengan baik dan lancar,” kata Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo saat memimpin apel pengamanan.

Kapolres menegaskan seluruh personel sudah di petakan sesuai tugas di lapangan dan harus bergerak dalam satu komando.

Ia juga menekankan bahwa tidak ada personel yang di perbolehkan membawa senjata api maupun senjata tajam.

“Sudah di bagi di titik plotting ring 2, 3, dan 4. Silakan laksanakan tugas dengan baik”,

“Tidak ada yang melakukan kegiatan di luar perintah. Semua satu komando,” tegasnya.

“Kita laksanakan semaksimal mungkin, tegas namun tetap humanis.”

Kabagops Polres Malang, Kompol Aryanto Agus Subekti, mengatakan sistem pengamanan di bagi dalam empat ring.

Dari dalam stadion hingga area luar dan jalur akses penonton serta tim.

“Jumlah personel seluruhnya 2.113 dari gabungan TNI, Denpom, Brimob, Polda Jatim, Polres jajaran, Satpol PP, Dishub, steward dan panpel,” ujar Aryanto.

Ia menambahkan pengamanan juga di dukung oleh Polres dari luar wilayah, seperti Lumajang, Ponorogo, Blitar, Situbondo, Tulungagung, dan Madiun.

Petugas dari tim cipta kondisi (cipkon) juga di siagakan untuk patroli dan penyisiran pada ring 3 dan ring 4.

“Cipkon di lakukan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, termasuk konsumsi miras dan tindakan kriminal”,

“Personel juga mengamankan objek vital seperti gedung pemerintahan, stasiun, dan terminal,” jelasnya.

Stadion Kanjuruhan sendiri berkapasitas 21.603 penonton dan memiliki 16 gate.

Pengawasan ketat di lakukan oleh steward dan panitia pelaksana di ring 1.

Sementara personel Polri mendampingi proses sterilisasi dari barang-barang berbahaya seperti petasan, miras, dan senjata tajam.

“Personel Polri juga di tempatkan di tiap pintu masuk stadion untuk mendampingi steward dalam pemeriksaan barang bawaan penonton”,

“Pengamanan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” tutup Aryanto.

Laga ini sekaligus menjadi penanda kembalinya atmosfer sepak bola di Stadion Kanjuruhan.

Ribuan Aremania di pastikan hadir untuk mendukung tim kebanggaan mereka dengan harapan pertandingan berjalan aman dan lancar. (*)

 

Advertisement

Terpopuler