Connect with us

Pemerintahan

Pemkot Malang Evaluasi dan Normalisasi Drainase di Kawasan Soekarno Hatta

Diterbitkan

,

IMG 20250318 160345
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang turun langsung meninjau proses normalisasi (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pemkot Malang bergerak cepat melakukan evaluasi dan normalisasi saluran drainase di kawasan Soekarno Hatta (Suhat), Senin (17/3/2025).

Hal tersebut terjadi pasca kejadian genangan air yang terjadi di beberapa titik akibat hujan yang turun dengan intensitas tinggi beberapa waktu terakhir.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang turun langsung meninjau proses normalisasi menyebutkan bahwa genangan air yang terjadi pada hari Sabtu (15/3/2025) kemarin.

“Bozem yang sudah kita siapkan untuk mengantisipasi air kiriman dari atas ternyata sudah meluap”.

“Dan itu udah ada kita pastikan, pasti akan terjadi banjir di mana-mana”.

“Karena tingginya intensitas hujan yang ada di atas, bukan yang ada di Kota Malang,” tuturnya.

Wahyu menjelaskan, normalisasi drainase sedianya sudah di rencanakan oleh Pemkot Malang.

Akan tetapi, curah hujan yang begitu tinggi terjadi sebelum pelaksanaannya di mulai, sehingga genangan air tidak dapat di antisipasi.

Normalisasi ini di lakukan dengan mengangkat sampah yang menumpuk di saluran drainase yang di duga menjadi salah satu penyebab meluapnya air.

Dari peninjauan yang di lakukan di temukan tumpukan sampah mulai botol kemasan yang menggunung dan menutupi saluran drainase.

Serta material bangunan yang menutup bak kontrol yang menyulitkan upaya pemeliharaan dan pengecekan saluran drainase.

Kalau bak kontrol di tutupi, bagaimana kita bisa ngecek ya kan? Apalagi rumah ini berada di sempadan jalan yang berjarak sekitar 7,5 meter dari pinggir jalan,” tambahnya lagi.

Lebih lanjut Wahyu menuturkan, langkah-langkah yang di lakukan Pemkot Malang tersebut bukanlah langkah tiba-tiba yang di lakukan.

Akan tetapi telah di susun sedemikian rupa dalam master plan penanganan banjir di Kota Malang.

Penanganan banjir menurutnya bukan hal yang dapat dilakukan secara instan, akan tetapi perlu dilakukan secara tertata dan bertahap.

“Master plan drainase itu di buat 2022 dan rencananya selesai di 2028 Kota Malang, insyaallah bebas banjir”.

“Tapi tahapannya menuju ke sana itu yang harus kita lakukan. Tahapannya juga tergantung bagaimana pengalokasian anggaran juga termasuk bagaimana partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Maka dari itulah Wahyu mengajak masyarakat untuk bekerja sama bersama pemerintah guna menanggulangi permasalahan banjir dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Jangan buang sampah sembarangan dan jangan buang hal-hal yang memang tidak boleh di buang di situ”.

“Jangan buang di saluran. Kita sama-sama, karena ini bukan tanggung jawab pemerintah saja, kita harus bersama-sama”.

“Pemerintah jalan, masyarakat juga. Kalau tetap begini. kapan banjir di Kota Malang akan selesai,” pungkas Wahyu. (tik/fir)

 

Advertisement

Terpopuler