Connect with us

Peristiwa

Mahasiswa di Malang Demo Tolak Kebijakan Efisiensi Anggaran, Bakar Foto Prabowo-Gibran

Diterbitkan

,

IMG 20250218 155845
Ribuan mahasiswa di Malang melakukan demonstrasi menolak kebijakan efisiensi anggaran yang di terapkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Ribuan mahasiswa di Malang melakukan demonstrasi menolak kebijakan efisiensi anggaran yang di terapkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran.

Massa yang berasal dari berbagai elemen mahasiswa ini menggelar aksi di depan gedung DPRD Kota Malang.

Pantauan di lokasi, massa mahasiswa mengenakan pakaian serba hitam dan membentangkan poster serta foto Prabowo-Gibran dan di beri tulisan “Efisienshit”.

Aksi tersebut di warnai dengan sorakan massa yang mengecam kebijakan efisiensi anggaran.

Poster-poster tersebut kemudian di pasang di pagar DPRD Kota Malang dan di bakar sebagai bentuk protes.

Mahasiswa juga menyerukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang mereka anggap tidak berpihak pada rakyat.

“Salah satunya adalah kebijakan efisiensi anggaran,”

“Kami menilai bahwa efisiensi ini hanya di gunakan sebagai alasan untuk menutup anggaran program andalan Prabowo-Gibran, yaitu makan bergizi gratis (MBG),” ujar salah satu orator.

Dalam aksi tersebut, yang di ikuti oleh teriakan massa yang terus bersemangat.

Setelah membakar foto Prabowo-Gibran, massa mahasiswa juga membakar ban bekas di depan pagar DPRD Kota Malang sebagai bentuk protes yang lebih keras.

Mereka bahkan mencoba untuk memaksa masuk ke halaman gedung untuk bertemu dengan ketua dewan.

Sementara itu, sejumlah polisi hanya terlihat berjaga di depan pintu gedung.

Gelombang aksi mahasiswa serupa juga sempat terjadi di beberapa wilayah lain.

Pada hari yang sama, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai elemen mahasiswa menggelar aksi protes serupa di depan gedung DPRD Kota Malang.

Aksi di mulai dengan long march dari kawasan Stadion Gajayana dan berakhir di Bundaran Tugu, tepat di depan Balai Kota Malang serta gedung DPRD sekitar pukul 12.49 WIB.

Aksi ini mencerminkan ketidakpuasan mahasiswa terhadap kebijakan yang di nilai merugikan masyarakat.

Terutama dalam sektor pendidikan dan kesehatan yang banyak di pangkas anggarannya. (kis/fir)

 

Advertisement

Terpopuler