Pemerintahan
Anggaran Infrastruktur Kota Malang Berkurang, Proyek Jalan Terdampak

KABARMALANG.COM – Kota Malang mengalami pemangkasan anggaran yang signifikan dalam sektor infrastruktur, berdampak langsung pada perbaikan jalan di wilayah tersebut.
Pengurangan ini terjadi akibat kebijakan efisiensi anggaran yang di terapkan oleh Pemerintah Pusat.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan dengan kondisi jalan yang sudah rusak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengungkapkan bahwa Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk infrastruktur fisik mengalami pemotongan sebesar Rp25 miliar.
Selain itu, Dana Alokasi Umum (DAU) untuk bidang jalan juga mengalami pengurangan sebesar Rp13 miliar.
Pengurangan ini berdampak pada sejumlah proyek yang semula telah di rancang untuk memperbaiki kondisi jalan yang rusak parah.
“Semua pemangkasan ini berkaitan langsung dengan pembangunan jalan,”
“Kebijakan efisiensi ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 serta Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 29 Tahun 2025,” jelas Dandung pada Minggu (16/2/2025).
Dandung juga menyampaikan bahwa beberapa proyek yang sebelumnya telah masuk dalam perencanaan harus di tunda atau di kurangi skalanya.
Salah satunya adalah proyek perbaikan jalan utama di beberapa kawasan padat penduduk yang kini harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada.
Dampaknya, kualitas jalan di Kota Malang bisa semakin menurun jika tidak ada solusi lain untuk menutupi defisit anggaran ini.
Selain itu, masyarakat setempat menyuarakan kekhawatiran mereka terkait kondisi jalan yang berpotensi semakin memburuk.
“Jalan di lingkungan kami sudah banyak yang berlubang dan butuh perbaikan segera,”
“Kalau anggarannya dipotong, kami takut kondisinya makin parah,” ujar salah seorang warga Kecamatan Lowokwaru.
Pemerintah Kota Malang saat ini sedang mencari solusi untuk mengatasi pengurangan anggaran tersebut, termasuk mempertimbangkan alternatif sumber pendanaan lain.
Meski demikian, upaya untuk mendapatkan dana tambahan memerlukan waktu dan proses yang tidak sebentar.
Dengan kondisi ini, di harapkan ada strategi yang tepat agar perbaikan infrastruktur jalan di Kota Malang tetap bisa berjalan meskipun dengan keterbatasan anggaran yang ada. (kis/fir)
Olahraga18 jam yang laluKandidat Pelatih Timnas Indonesia: PSSI Kerucutkan Daftar Nama, Siapa Menukangi Skuad Garuda?
Peristiwa5 hari yang laluLedok Amprong: Menjajal River Tubing Ekstrem di Hulu Sungai Brantas Malang
Peristiwa3 minggu yang laluUPT PPA Malang Jamin Kerahasiaan Korban Kekerasan, Bertindak Cepat pada Kasus Perundungan
Pemerintahan3 minggu yang laluLaporan Kekerasan Anak dan Perempuan Malang Melonjak 48 Persen, Dinsos Apresiasi Keberanian Korban
Kabar Batu2 minggu yang laluPrestasi Digitalisasi: Kota Batu Raih Penghargaan TP2DD Terbaik di Jawa Timur
Pemerintahan4 minggu yang lalu9.761 Pekerja Pabrik Rokok di Malang Segera Terima BLT DBH CHT, Dinsos Jamin Transparansi
Olahraga5 hari yang laluAdrenalin Pemain Porma FC U-14 di Sungai Amprong: Menjajal River Tubing di Ledok Amprong
Peristiwa3 minggu yang laluZebratron Diluncurkan! Satlantas Polres Malang Gunakan Videotron Kampanye Tertib Berlalu Lintas





























