Olahraga
Ole Romeny Pemain Asal Belanda Keturunan Indonesia, Proses Naturalisasi Terus Berjalan

KABARMALANG.COM – Ole Romeny pemain asal Belanda keturunan Indonesia. Proses naturalisasi tersebut masih terus berjalan.
Pemain berposisi peenyerang tersebut baru saja pindah ke klub Inggris, Oxford United.
Ole Romeny di proyeksikan untuk bisa memperkuat Timnas Indonesia.
Harga pasaran Ole Romeny pada 7 Januari 2025 adalah Rp22,60 miliar.
Namun, pada Januari 2025, FC Utrecht di kabarkan akan menjual Ole Romeny ke Oxford United dengan nilai transfer mencapai Rp33,7 miliar.
Ole Romeny adalah pemain sepak bola berkebangsaan Belanda yang lahir di Nijmegen pada 20 Juni 2000.
Ia di kabarkan memiliki garis keturunan Indonesia dari keluarga ibunya.
Ole Romeny memiliki darah Indonesia dari keluarga ibu. Nenek Ole Romeny dari ibu berasal dari Medan, Sumatera Utara.
Dia merupakan pemain sepak bola berdarah Medan yang bermain sebagai striker.
Sebelumnya, Ole Romeny bermain di FC Utrecht.
Berikut ini adalah klub yang pernah di bela Ole Romeny: NEC Nijmegen, Willem II, FC Emmen, FC Utrecht, dan sekarang Oxford United. (*)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoSitus Resmi BMKG Luncurkan Sistem Informasi Real-Time Terpadu: Antisipasi Dampak Puncak Kemarau 2026































