Connect with us

Serba Serbi

7 Jenis Perkutut, Karakter dan Mitosnya

Published

on

7 Jenis Perkutut, Karakter dan Mitosnya
Perkutut Hitam (ist)

 

KABARMALANG.COM – Burung perkutut adalah salah satu jenis burung kicau yang populer di Indonesia.

Burung perkutut memiliki daya tarik tersendiri baik dari segi suara maupun estetika, dan sering dikaitkan dengan tradisi dan budaya di berbagai daerah.

Berikut tujuh jenis burung perkutut yang sering dikenal:

1. Perkutut Lokal

Perkutut Lokal (Geopelia striata) merupakan jenis perkutut asli dari Indonesia yang sering dikenal sebagai burung zebra dove. Burung ini memiliki suara merdu dan khas, sering dianggap sebagai simbol ketenangan dan kedamaian.

Karakteristik Fisik

  • Ukuran: Perkutut Lokal memiliki tubuh kecil hingga sedang, dengan panjang sekitar 20-23 cm.
  • Warna Bulu: Bulu-bulunya berwarna cokelat keabu-abuan dengan garis-garis hitam yang khas di leher dan sayap, memberi tampilan menyerupai zebra.
  • Paruh dan Kaki: Paruhnya berwarna abu-abu dengan bentuk ramping, sementara kakinya berwarna merah muda.

Suara

Perkutut Lokal dikenal dengan suara kicauannya yang merdu dan menenangkan. Suara mereka sering dianggap sebagai simbol ketenangan dan kesejahteraan, dan banyak dipelihara untuk dinikmati kicaunya.

Habitat

  • Alam Liar: Burung ini biasanya ditemukan di daerah padang rumput, tepi hutan, kebun, dan sekitar permukiman.
  • Pemeliharaan: Di penangkaran, perkutut lokal mudah dipelihara dan tidak membutuhkan perawatan khusus, membuatnya populer di kalangan penghobi burung.

Kebiasaan

  • Makanan: Perkutut Lokal memakan biji-bijian kecil, serangga, dan kadang-kadang buah-buahan.
  • Perilaku: Mereka cenderung hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil. Saat berkicau, perkutut jantan akan menggembungkan lehernya untuk mengeluarkan suara yang khas.

Mitos dan Kepercayaan

Di beberapa daerah, suara kicauan perkutut dianggap membawa keberuntungan dan dianggap memiliki energi positif. Banyak rumah tangga yang memelihara burung ini untuk mendatangkan kebaikan dan ketenangan.

2. Perkutut Bangkok

Perkutut bangkok (Geopelia humeralis) berasal dari Thailand dan memiliki postur tubuh yang lebih besar serta suara yang lebih keras dibandingkan perkutut lokal. Burung ini sering menjadi favorit dalam lomba kicau.

Karakteristik Fisik

  • Ukuran: Perkutut Bangkok umumnya memiliki tubuh yang lebih besar dan kuat dibandingkan dengan perkutut lokal.
  • Warna Bulu: Bulu-bulunya cenderung berwarna abu-abu dengan corak garis-garis yang lebih jelas, terutama di bagian sayap dan leher.
  • Paruh dan Kaki: Memiliki paruh yang kuat dan kaki berwarna merah muda hingga keabu-abuan.

Suara

Perkutut Bangkok terkenal dengan suara kicauannya yang keras dan jernih. Suaranya lebih bervolume dan mendalam dibandingkan dengan perkutut lokal, membuatnya sering diikutsertakan dalam lomba burung kicau.

Habitat

  • Alam Liar: Burung ini biasanya ditemukan di daerah padang rumput, tepi hutan, kebun, dan sekitar pemukiman.
  • Pemeliharaan: Di penangkaran, Perkutut Bangkok membutuhkan perawatan yang baik dan lingkungan yang nyaman agar dapat berkicau dengan optimal.

Kebiasaan

  • Makanan: Sama seperti perkutut lokal, Perkutut Bangkok memakan biji-bijian kecil, serangga, dan kadang-kadang buah-buahan.
  • Perilaku: Burung ini cenderung hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil. Mereka juga dikenal sebagai burung yang tenang dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

Popularitas

Di kalangan penghobi burung, Perkutut Bangkok sangat dihargai karena suaranya yang indah dan postur tubuhnya yang elegan. Banyak orang yang memelihara burung ini untuk dinikmati kicaunya atau diikutsertakan dalam kompetisi burung kicau.

3. Perkutut Putih

Perkutut putih adalah variasi yang langka dan dianggap memiliki keindahan tersendiri karena warna bulunya yang putih bersih. Burung ini juga sering dianggap membawa keberuntungan.

Karakteristik Fisik

  • Warna Bulu: Sesuai namanya, Perkutut Putih memiliki bulu berwarna putih bersih, menjadikannya sangat mencolok dan indah.
  • Ukuran: Ukurannya mirip dengan perkutut pada umumnya, sekitar 20-23 cm.
  • Paruh dan Kaki: Biasanya berwarna abu-abu atau merah muda, sesuai dengan jenis perkutut pada umumnya.

Suara

Perkutut Putih dikenal dengan suara kicauannya yang merdu dan lembut. Suara ini sering dianggap membawa ketenangan dan kedamaian bagi pemiliknya.

Habitat

  • Alam Liar: Perkutut Putih sangat jarang ditemukan di alam liar dan lebih sering dibudidayakan atau dipelihara oleh para penghobi burung.
  • Pemeliharaan: Di penangkaran, Perkutut Putih membutuhkan perawatan yang baik dan lingkungan yang nyaman agar bisa berkicau dengan optimal.

Kebiasaan

  • Makanan: Perkutut Putih memakan biji-bijian kecil, serangga, dan kadang-kadang buah-buahan, sama seperti jenis perkutut lainnya.
  • Perilaku: Burung ini cenderung hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil dan memiliki perilaku yang tenang.

Simbolisme dan Kepercayaan

Perkutut Putih sering dianggap sebagai simbol kemurnian dan keberuntungan. Banyak yang percaya bahwa memelihara Perkutut Putih dapat membawa energi positif dan kebahagiaan ke dalam rumah.

4. Perkutut Albino

Perkutut albino memiliki mata merah dan bulu putih seluruhnya, berbeda dengan perkutut putih yang masih memiliki warna hitam di bagian tertentu. Jenis ini sangat langka dan memiliki nilai estetika tinggi.

Karakteristik Fisik

  • Warna Bulu: Perkutut Albino memiliki bulu yang seluruhnya putih dengan mata berwarna merah atau pink, akibat kekurangan pigmen melanin.
  • Ukuran: Ukurannya mirip dengan perkutut lainnya, sekitar 20-23 cm.
  • Paruh dan Kaki: Paruh dan kaki biasanya berwarna terang, sering kali pink atau putih.

Suara

Perkutut Albino dikenal dengan suara kicauannya yang merdu dan lembut, mirip dengan perkutut jenis lainnya. Suara ini sering dianggap membawa ketenangan dan kedamaian.

Habitat

  • Alam Liar: Perkutut Albino sangat jarang ditemukan di alam liar karena kondisi genetik yang membuatnya langka.
  • Pemeliharaan: Burung ini lebih sering dibudidayakan oleh para penghobi burung yang tertarik dengan keunikan warna dan suaranya.

Kebiasaan

  • Makanan: Perkutut Albino memakan biji-bijian kecil, serangga, dan kadang-kadang buah-buahan.
  • Perilaku: Burung ini cenderung hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil dan memiliki perilaku yang tenang dan damai.

Simbolisme dan Kepercayaan

Perkutut Albino sering dianggap sebagai simbol keberuntungan dan keindahan yang langka. Banyak yang percaya bahwa memelihara Perkutut Albino dapat membawa energi positif dan kemakmuran.

5. Perkutut Hitam

Perkutut hitam memiliki bulu yang dominan hitam dengan corak keabu-abuan. Suaranya juga khas dan sering dicari oleh penggemar burung kicau.

Karakteristik Fisik

  • Warna Bulu: Perkutut Hitam memiliki bulu dominan hitam dengan corak keabu-abuan atau putih di beberapa bagian tubuhnya, memberikan tampilan yang eksotis dan elegan.
  • Ukuran: Ukurannya mirip dengan perkutut lainnya, sekitar 20-23 cm.
  • Paruh dan Kaki: Paruh dan kakinya biasanya berwarna gelap, sering kali hitam atau keabu-abuan.

Suara

Perkutut Hitam dikenal dengan suara kicauannya yang khas dan merdu. Suaranya dapat memberikan suasana yang menenangkan dan dianggap membawa ketenangan serta kedamaian.

Habitat

  • Alam Liar: Perkutut Hitam bisa ditemukan di daerah padang rumput, tepi hutan, dan sekitar pemukiman.
  • Pemeliharaan: Burung ini sering dipelihara oleh penghobi burung yang tertarik dengan keindahan fisik dan suaranya yang menawan.

Kebiasaan

  • Makanan: Perkutut Hitam memakan biji-bijian kecil, serangga, dan kadang-kadang buah-buahan.
  • Perilaku: Burung ini cenderung hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil dan memiliki perilaku yang tenang dan damai.

Simbolisme dan Kepercayaan

Beberapa orang percaya bahwa memelihara Perkutut Hitam dapat membawa keberuntungan dan melindungi rumah dari energi negatif. Burung ini juga sering dianggap memiliki nilai estetika tinggi dan menjadi kebanggaan bagi pemiliknya.

6. Perkutut Jawa

Perkutut jawa memiliki suara yang sangat merdu dengan irama yang khas. Jenis ini sering dijadikan sebagai burung peliharaan karena mudah beradaptasi dan perawatannya relatif mudah.

Karakteristik Fisik

  • Ukuran: Perkutut Jawa memiliki tubuh ramping dan panjang dengan panjang sekitar 20-25 cm.
  • Warna Bulu: Burung ini memiliki kepala berwarna abu-abu dengan leher dan bagian sisi bergaris halus, serta punggung berwarna cokelat dengan tepi hitam. Bulu sisi terluar ekor berwarna kehitaman dengan ujung putih.
  • Paruh dan Kaki: Iris dan paruh berwarna abu-abu kebiruan, sementara kaki berwarna merah hingga jambu tua.

Suara

Perkutut Jawa dikenal dengan suara kicauannya yang merdu dan khas, sering disebut dengan katuranggan. Suara ini dianggap membawa ketenangan dan keberuntungan.

Habitat

  • Alam Liar: Burung ini biasanya ditemukan di daerah padang rumput, tepi hutan, kebun, dan sekitar pemukiman.
  • Pemeliharaan: Di penangkaran, Perkutut Jawa mudah dipelihara dan tidak membutuhkan perawatan khusus, membuatnya populer di kalangan penghobi burung.

Kebiasaan

  • Makanan: Perkutut Jawa memakan biji-bijian kecil, serangga, dan kadang-kadang buah-buahan.
  • Perilaku: Mereka cenderung hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil dan sering terlihat terbang dan bertengger di kebun atau ladang.

Mitos dan Kepercayaan

Di beberapa daerah, suara kicauan perkutut dianggap membawa keberuntungan dan dianggap memiliki energi positif. Banyak rumah tangga yang memelihara burung ini untuk mendatangkan kebaikan dan ketenangan.

7. Perkutut Klaten

Perkutut klaten dikenal karena keindahan suaranya yang merdu dan menggema. Banyak penghobi burung yang memburu jenis ini karena kualitas kicauannya.

Karakteristik Fisik

  • Warna Bulu: Perkutut Klaten memiliki bulu yang berwarna abu-abu dengan garis-garis halus di leher dan sisi tubuhnya.
  • Ukuran: Ukurannya sekitar 20-25 cm, mirip dengan perkutut lokal lainnya.
  • Paruh dan Kaki: Iris dan paruh berwarna abu-abu kebiruan, sementara kaki berwarna merah hingga jambu tua.

Suara

Perkutut Klaten dikenal dengan suara kicauannya yang merdu dan khas, sering disebut dengan katuranggan. Suara ini dianggap membawa ketenangan dan keberuntungan.

Habitat

  • Alam Liar: Perkutut Klaten biasanya ditemukan di daerah padang rumput, tepi hutan, kebun, dan sekitar pemukiman.
  • Pemeliharaan: Di penangkaran, Perkutut Klaten mudah dipelihara dan tidak membutuhkan perawatan khusus, membuatnya populer di kalangan penghobi burung.

Kebiasaan

  • Makanan: Perkutut Klaten memakan biji-bijian kecil, serangga, dan kadang-kadang buah-buahan.
  • Perilaku: Mereka cenderung hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil dan sering terlihat terbang dan bertengger di kebun atau ladang.

Mitos dan Kepercayaan

Di beberapa daerah, suara kicauan perkutut dianggap membawa keberuntungan dan dianggap memiliki energi positif. Banyak rumah tangga yang memelihara burung ini untuk mendatangkan kebaikan dan ketenangan.

 
 

Advertisement
Advertisement

Terpopuler