Connect with us

Pemerintahan

Pj. Wali Kota Iwan Targetkan 100% Data Sektoral Kota Malang Tuntas Desember 2024

Diterbitkan

,

IMG 20240919 065220 scaled
Pj. Wali Kota Malang Iwan Kurniawan (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pj. Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, MM, menyebut pentingnya menguatkan Data Statistik Sektoral Daerah (DSSD) dalam perencanaan pembangunan daerah.

Menurutnya, tersedianya data yang valid dan terverifikasi akan mendukung keberhasilan berbagai program maupun kegiatan pembangunan daerah.

Melihat pentingnya pemanfaatan data tersebut, Pj Wali Kota Iwan meminta komitmen bersama agar Kota Malang dapat menuntaskan hingga 100% pengisian data sektoral pada Desember 2024 ini.

“Saya apresiasi pertemuan hari ini dalam rangka untuk membangun komitmen penyelenggaraan Satu Data Indonesia. Forum ini sangat strategis,” ujarnya.

“Karenanya akan saya kejar terus Kota Malang untuk mewujudkan Satu Data dan data statistik sektoral daerah,” sambungnya.

“Karena regulasi telah mengamanatkan untuk melaksanakan satu data Indonesia,” ucap Pj. Wali Kota Iwan lagi.

Kegiatan ini di hadiri oleh Kepala BPS Kota Malang selaku narasumber, juga di ikuti Kepala Perangkat Daerah dan admin satu data OPD di lingkungan Pemkot Malang.

Sebagai informasi, berdasarkan Satu Data, Kota Malang pada 12 September 2024 memiliki 8.317 Data Statistik Sektoral Daerah.

Dari total 8.317 DSSD pada Satu Data Indonesia tersebut tersebut, sebanyak 52,29% DSSD sudah terisi dan sisanya 47.71% belum terisi.

Untuk di ketahui, DSSD yang perlu di verifikasi dan di publikasikan oleh pemerintah daerah melalui e-Walidata SIPD.

Menanggapi hal tersebut, Iwan mendorong adanya komitmen Kota Malang untuk memenuhi 47,71% data yang belum terisi.

“Hari ini kita berkomitmen OPD sebagai produsen data harus mengisi ketersediaan data yang sisanya,” katanya.

Sebenarnya angka ini, lanjut Iwan, Kota Malang sudah yang terbaik karena sudah mengisi tahapan proses data mulai perencanaan, pengumpulan, verifikasi, dan penyebarluasan.

“Posisi ini sudah baik di banding daerah lain yang minim,” ucap Iwan. (tik/fir)

 

Advertisement

Terpopuler