Connect with us

Edukasi

Sarung Buatan Mahasiswa ITN Malang Bikin Penampilan Makin Ganteng

Diterbitkan

,

IMG 20240807 123121
Sarung buatan Mahasiswa ITN Malang bikin penampilan kamu makin ganteng (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Sarung menjadi pakaian yang banyak di miliki oleh para pria. Seiring berjalannya waktu, fungsi sarung tidak hanya untuk ibadah, atau sebagai selimut.

Bagi sebagian orang sarung sudah menjadi bagian dari fashion yang di gunakan di berbagai kegiatan.

Selain motif sarung yang beragam, bentuk sarung pun kian mengikuti kebutuhan penggunaannya.

Munculnya tren pakaian muslim kekinian berupa sarung celana yang menjadi alternatif bagi pria untuk tampil modis dalam kegiatan sehari-hari.

Menjawab kebutuhan tersebut, 5 mahasiswa Prodi Bisnis Digital S1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) membuat celana sarung cowok yang di singkat Carok.

Mereka adalah Yusran Bin Acho, Ken Rao Irgi Canasta, Muhammad Zidan Ardana, Setyaji Safa Bharanatya, dan Dian Prasetyo.

Mahasiwa di atas bimbingan dosen Bisnis Digital, Reni Rupianti, SM., MM.,

Carok menjadi tahapan usaha awal penerima hibah kategori jasa, perdagangan, dan pariwisata, Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2024.

Mahasiswa dari Prodi Bisnis Digital mengangkat Carok sebagai inovasi elegansi budaya Topeng Malangan.

Celana sarung cowok memiliki nuansa desain unik dengan mengangkat budaya Topeng Malangan yang di kombinasikan dengan motif batik Druju khas Kota Malang.

Karakter Topeng Malangan di sarung bukan hanya sekadar aksesoris, tetapi memiliki nilai seni dan sejarah yang dalam.

Hal ini menjadikan Carok sebagai media ekspresi budaya dan seni yang menarik.

“Kami percaya bahwa melalui sarung dengan model yang bervariasi karya kami tidak hanya menghadirkan sebuah produk fungsional,” ujar Yusran Bin Acho ketua tim.

Tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan tradisi Malang.

Harapannya Carok dapat membantu memperkenalkan kembali keindahan dan keunikan Topeng Malangan kepada masyarakat.

“Serta mendorong apresiasi terhadap seni dan budaya lokal,” lanjutnya.

Menurut Yusran, saat ini Topeng Malangan kurang banyak dikenal dan diminati oleh generasi muda.

Topeng Malangan sering terabaikan karena kurang terekspose, dan kalah dengan maraknya kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia.

Kebanyakan pemuda lebih tertarik pada tren dan hiburan yang sedang populer.

Bahkan, ada yang beranggapan Topeng Malangan sebagai sesuatu yang kuno atau kurang relevan dengan gaya hidup saat ini.

Untuk itu, tim mahasiswa ITN Malang menciptakan celana sarung dengan konsep casual dan anti ribet sesuai dengan tren fashion saat ini.

Carok berbahan dasar kain jenis toyobo yang berkualitas bagus.

Katun toyobo merupakan salah satu jenis kain katun premium dengan tekstur yang halus, lembut, dan nyaman di pakai.

“Kami juga melakukan finishing. Mengecek detail produk apakah ada lecet atau tidak, dan melakukan uji kualitas produk,” ucapnya.

Setelah produk siap baru di kemas. Kolaborasi dengan mitra harapannya menjadi penunjang dan penjamin kualitas dari produk yang kami hasilkan,” beber Yusran.

Sarung tersebut di bandrol dengan harga 152 ribu rupiah, dan sarung celana 162 ribu rupiah.

“Penjualan mengikuti perkembangan teknologi, maka kami memanfaatkan toko online, media sosial, dan juga melalui mulut ke mulut,” katanya.

Penjualan dan promosi memang tidak cukup hanya dengan cara konvensional, untuk itu kami memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan brand awareness,” lanjutnya.

Carok saat ini sudah bisa dipesan lewat website malangcarok.my.id.

“Kami berharap Carok dapat di kenal luas baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

“Serta mampu berkontribusi pada pelestarian budaya lokal dan peningkatan ekonomi kreatif khususnya pengrajin lokal,” pungkasnya. (tik/fir)

 

Advertisement

Terpopuler