Connect with us

Edukasi

Mahasiswa ITN Malang Kembangkan Alat Olah Sampah Jadi Minyak

Diterbitkan

,

IMG 20240803 193906
Mahasiswa ini tergabung dalam Tim Spectra Pyroengine di bawah bimbingan Ir. Harimbi Setyawati, MT, dosen Teknik Kimia S-1 ITN Malang (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Mahasiswa ITN Malang kembangkan alat pengolahan sampah plastik menjadi minyak mentah (crude oil).

Mahasiswa ini tergabung dalam Tim Spectra Pyroengine di bawah bimbingan Ir. Harimbi Setyawati, MT, dosen Teknik Kimia S-1 ITN Malang,

Mereka terdiri dari Naffa Eka Setiawati sebagai ketua, Muhammad Rizqi Putra Dermawan, Ariel Rizantha Firstnanda

Kemudian Praisela Ivane Stefandra dan Rahmat Dani Firmansyah.

“Penelitian ini kami ambil, karena rasa prihatin kami terhadap sampah plastik yang semakin bertambah,” ucap Naffa Eka Setiawati.

Bersama teman-temannya, ia mencoba mengembangkan alat pirolisis. Sebelumnya pirolisis tersebut untuk pemanasannya menggunakan gas.

“Maka kami coba kemas menjadi lebih modern dengan pemanasan menggunakan aliran listrik dan penambahan chiller pada rangkaian alatnya,” lanjutnya.

Pirolisis merupakan proses kimia di mana bahan organik, seperti batu bara, biomassa, atau plastik, di urai secara termal menjadi gas, cairan, dan padatan kecil tanpa atau dengan oksigen yang sangat terbatas.

Mahasiswa ITN Malang kembangkan alat pengolahan sampah plastik menjadi minyak mentah (crude oil).

Proses ini, kata Naffa, umumnya terjadi pada suhu tinggi di dalam reaktor tertutup atau dalam kondisi yang terkendali secara ketat.

Menurut Naffa, tujuan pirolisis bisa bermacam-macam. Mulai untuk menghasilkan bahan bakar seperti biochar atau bio-oil dari biomassa, hingga mendaur ulang limbah plastik menjadi bahan kimia atau bahan bakar sintetis.

Metode ini dapat membantu mengurangi limbah dan memanfaatkan bahan organik yang tidak terpakai dengan lebih efisien.

Ia menjelaskan, manfaat alat pirolisis bisa mengkonversi plastik menjadi minyak dan arang.

Pada penelitiannya, mereka bertujuan menghasilkan crude oil. Crude oil sendiri merupakan hasil akhir dari alat pirolisis yang di buat.

Setelah minyak ke luar dari alat, minyak dapat di jadikan berbagai macam bahan bakar, namun harus melalui beberapa tahapan sebelum bisa di jadikan bahan bakar.

“Plastik yang diolah berubah menjadi minyak mentah (crude oil),” ujarnya.

“Kedepannya kami ingin meneliti crude oil yang di hasilkan dari konversi sampah plastik jika di olah bisa menjadi jenis BBM apa saja,” sambung Naffa.(tik/fir)

 

Advertisement

Terpopuler