Connect with us

Serba Serbi

Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan Pemprov Jatim kepada Penyandang Disabilitas

Diterbitkan

,

IMG 20240723 051916
Dinsos-P3AP2KB menyalurkan bantuan dari Pemprov Jatim kepada para penyandang disabilitas di Kota Malang (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dinsos-P3AP2KB menyalurkan bantuan dari Pemprov Jatim kepada para penyandang disabilitas di Kota Malang.

Kegiatan tersebut bertajuk ‘Autism Summit’ di laksanakan di eks Kantor Dinsos Jalan Sulfat Kota Malang pada Jumat (5/7/2024).

“Pada kesempatan ini, anak dengan autis menyampaikan keinginannya agar mereka bisa hidup mandiri,” kata Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito.

Narasumber yang di hadirkan dari Malaysia.

Pembekalan dan pengetahuan ini bagi para penyandang disabilitas maupun orang tua yang mendampingi.

Pada kesempatan tersebut, Dinsos P3AP2KB Kota Malang menyalurkan sejumlah bantuan dari Pemprov Jawa Timur dan UPT Suwarso dari Solo yang di rekomendasikan Kemensos.

Bantuan yang di berikan tersebut berupa uang tunai sebesar Rp300 ribu yang di berikan setiap bulan.

Kemudian bantuan peralatan memasak, dan dua unit becak motor.

“Dari sejumlah bantuan yang di salurkan tersebut, sebelumnya kami sudah mengajukan dan di terima oleh Pemprov Jatim maupun Kemensos,” terang Donny.

“Sehingga kami harapkan anak dengan autisme ini ke depannya bisa lebih berdaya dan mandiri, terutama dari usaha yang di jalankan,” pungkasnya.

Berdasarkan data dari Dinsos P3AP2KB Kota Malang, untuk disabilitas autis sensorik ada 575 orang.

Difabel intelektual 661, difabel fisik 1.474 dan 514 orang difabel mental.

Di Kota Malang pun, sudah ada sekolah khusus untuk autis agar mereka mendapat pendidikan yang layak.

Begitu juga dengan para orang tua yang juga memikirkan bagaimana kelak anak dengan autisme ini apabila sudah tidak mempunyai orang tua, atau orang tua.

Terkait hal tersebut, Donny mengatakan pihaknya akan berusaha membantu semaksimal mungkin.

“Kita akan melibatkan perguruan tinggi, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Balai Latihan Kerja (BLK),” jelas Doni. (tik/fir)

 

Advertisement

Terpopuler