Edukasi
Dosen dan Mahasiswa Politeknik Negeri Malang Memberikan Pelatihan Warga Kelurahan Mulyorejo, Sukun, Kota Malang

KABARMALANG.COM – Mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) memberikan pelatihan warga Kelurahan Mulyorejo Sukun, Kota Malang.
Pelatihan ini di laksanakan Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Malang berlangsung selama dua hari, pada 6-7 Oktober 2023 di Balai Kelurahan dan Balai RW 02 Mulyorejo.
“Kami melihat limbah minyak jelantah di sini jumlahnya sangat banyak dari penjual makanan dan masyarakat umum,” ujar Arief Rahmatulloh.
Oleh karena itu, lanjutnya kami mengajak warga Mulyorejo untuk dapat mengubah limbah jelantah menjadi sabun cair cuci piring atau bisa di singkat cacing.
“Hal ini sekaligus menjawab tantangan pemerintah dalam mereduksi limbah rumah tangga dan sampah plastik,” sambung Arief Rahmatulloh.
Di tempat yang sama, Mutia Devi Hidayati mengatakan selain itu potensi Kelurahan Mulyorejo yang memiliki taman edukasi bunga telang juga belum termanfaatkan dengan baik.
“Maka, kami juga mengajak warga di sini untuk mengembangkan pewarna alami dari bunga telang untuk menjadi batik khas Kelurahan Mulyorejo,” terang Mutia Devi Hidayati.
Selanjutnya kegiatan berlangsung mulai pemberian seminar kit, modul kepada peserta, penyampaian materi narasumber, demonstrasi pembuatan sabun cacing, penggunaan alat refill station sabun cacing.

Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Malang mengajak warga mengembangkan pewarna alami bunga telang menjadi batik khas Kelurahan Mulyorejo
Tim PKM membagikan bahan yang di gunakan membuat sabun cacing dan peralatan batik serta pewarna alami kepada peserta agar bisa mencoba membuat sabun cacing dan bunga telang secara mandiri di rumah.
Penyerahan alat dan bahan pembuatan sabun cacing di akukan Ketua PKM kepada Lurah Kelurahan Mulyorejo di akhiri pengisian angket kuisioner.
“Dalam pembuatan sabun cuan ramah lingkungan sekitar 5-10 L, di butuhkan 1 liter minyak jelantah, 250 g garam, 250 ml foam booster, dan 50 g asam sitrat,” terang Arief Rahmatulloh.
“Sabun cacing tersebut di diamkan selama ±2 jam untuk mendapatkan sabun yang jernih dan siap di gunakan,” pungkasnya ketika demonstrasi pembuatan sabun cuan ramah lingkungan.
“Pembuatan batik buntel, kita dapat mengkreasikan warna dari batik dengan cara mengkombinasikan berbagai pewarna alami berbasis bunga telang, misalnya Bunga Telang dan Kayu Secang,” kata Mutia Devi Hidayati saat melihat peserta pelatihan membatik.
Sementara itu, Lurah Kelurahan Mulyorejo, Siswanto Heru menyampaikan masyarakat di sini antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“Besar harapan saya agar warga di sini dapat membuat dan mengembangkan sabun cacing dari minyak jelantah dan batik buntel,” ujarnya.
“Tidak hanya kalangan sendiri namun juga menjadi home industri khas Kelurahan Mulyorejo yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkas Siswanto Heru.
Sebagai informasi Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang ini beranggotakan Arief Rahmatulloh, Mutia Devi Hidayati,
Kemudian Sandra Santosa, Luchis Rubianto, Mas’udah, dan Pritantina Yuni Lestari, di bantu empat mahasiswa Nafila Rihhadatul Aisy, Fiska Annesia Sundariyanti, Regina, dan Maulidya. (*)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Serba Serbi2 minggu agoSitus Resmi BMKG Luncurkan Sistem Informasi Real-Time Terpadu: Antisipasi Dampak Puncak Kemarau 2026































