Serba Serbi
Dinsos-P3AP2KB Menanggapi Dugaan Eksploitasi Anak yang Viral

KABARMALANG.COM – Dinas Sosial Kota Malang, P3AP2KB, menanggapi dugaan eksploitasi anak yang belakangan ini viral di Kota Malang.
Di duga eksploitasi anak tersebut terjadi karena beredarnya video di media sosial tentang interaksi antara seorang perempuan dan seorang anak yang sedang berjualan roti di lingkungan Araya Kota Malang.
Dalam narasinya, bocah lelaki itu mengakui bahwa orang tuanya telah memintanya untuk menjual roti.
Anak tersebut kemudian akan mengalami kekerasan atau pemukulan dari orang tuanya jika penjualan tidak selesai atau tidak mencapai tujuan.
Setelah pihaknya dan Satpol PP Kota Malang yakin, Kepala Dinas Sosial-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito menyatakan sedang mencari keberadaan anak tersebut untuk mendapatkan konfirmasi.
Donny mengatakan, Kamis, 7 Juli 2023,
“Satpol PP sudah bergerak dan masih kami cari. Namun, Dinas Sosial Kota Malang-P3AP2KB belum menemukan adanya kasus eksploitasi anak di sana.
Di akui Donny, berdasarkan apa yang di ketahui dan di verifikasi, sebagian besar dari anak-anak tersebut menawarkan diri untuk membantu orang tuanya.
Menurut penilaian dan bantuan yang di berikan, sebagian besar dari mereka sejauh ini menawarkan untuk membantu orang tua mereka.
Namun, Dinas Sosial-P3AP2KB Kota Malang telah menyiapkan sejumlah langkah untuk penanganan dan pendampingan orang tua dan anak yang menemukan eksploitasi anak.
Dinas Sosial-P3AP2KB Kota Malang akan terlebih dahulu memberikan pendampingan dan pelatihan kepada orang tua jika pengamen atau pengemis di ketahui oleh orang tua yang mengajak anaknya.
“Sama seperti razia Satpol PP, kami akan menghubungi kelurahan untuk mengatur pelatihan UMKM. Mereka akan kami sambungkan dengan Diskopindag jika mereka berhasil di bidangnya, kata Donny.
Untuk menentukan apakah mereka asli warga Kota Malang atau bukan, juga akan di lakukan tes. Jika mereka berasal dari wilayah Malang, nantinya akan menyusul untuk membantu kebutuhannya.
“Misalnya apakah mereka terdaftar di PKH atau tidak, dan apakah mereka masuk JKN atau tidak. Kami akan bantu pendataan kalau ada yang belum,” tambah Donny.
Ia kemudian akan memastikan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Malang untuk memenuhi kebutuhan mereka terkait jaminan pendidikan anak-anak tersebut.
“Jika seorang siswa meninggalkan sekolah, kami akan bekerja untuk mengembalikannya ke kelas. Misalnya, kami ikut dia ke sekolah jika dia masih terdaftar,” katanya.
Donny akan melakukan sejumlah tindakan jika berujung pada eksploitasi anak, yang tercatat dan memang terjadi.
Dinas Sosial Kota Malang-P3AP2KB bekerjasama dengan lembaga pendidikan dan lembaga kesejahteraan anak akan memberikan penyuluhan kepada orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anaknya.
“Kami akan memberikan konseling orang tua jika ada eksploitasi anak tetapi tidak ada bukti visum,” kata pria tersebut.
Dia menyatakan, “Tentu saja kami akan memberikannya kepada polisi jika ada bukti visum,” pungkasnya. (*)
Olahraga4 hari yang laluKandidat Pelatih Timnas Indonesia: PSSI Kerucutkan Daftar Nama, Siapa Menukangi Skuad Garuda?
Peristiwa3 hari yang laluKecelakaan Maut di Tol Malang–Pandaan KM 84, Hiace Tabrak Truk Tronton: 2 Tewas, 9 Luka
Peristiwa2 hari yang laluCara Cek Status Penerima BSU Kemenag (Guru Non-ASN) via SIMPATIKA & SIAGA Pendis
Peristiwa1 minggu yang laluLedok Amprong: Menjajal River Tubing Ekstrem di Hulu Sungai Brantas Malang
Pemerintahan4 hari yang laluDiskopindag Malang Angkat Legenda Keramik Dinoyo Lewat Festival, Dorong Industri Kreatif Lokal Bangkit
Peristiwa3 minggu yang laluUPT PPA Malang Jamin Kerahasiaan Korban Kekerasan, Bertindak Cepat pada Kasus Perundungan
Olahraga3 hari yang laluKapolres Malang Cup 2025 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pembinaan Voli Antar Club Pertama di Malang
Pemerintahan3 minggu yang laluLaporan Kekerasan Anak dan Perempuan Malang Melonjak 48 Persen, Dinsos Apresiasi Keberanian Korban





























